Diana & Arya

Diana & Arya
tiga puluh tujuh


__ADS_3

Malam harinya Arya bergegas menuruni tangga tanpa menghiraukan tatapan Mama, Papa nya yang terus menatap dirinya. Arya akan pergi kekantor polisi untuk mengurus kasus kecelakaan 1 bulan yang lalu.


Walau sudah terlambat Arya masih tetap pergi kesana entah apa yang polisi katakan padanya nanti. Mengeluarkan mobil dari bagasi lalu melesat keluar gerbang membelah jalan hanya satu tujuan nya.


.


.


.


.


Setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh menit Arya sampai pada gedung kepolisian dikota Jakarta. Keluar dari mobil berlari memasuki ruangan, membuka kasar pintu yang menghalangi jalannya.


Banyak pasang mata yang melihat Arya lalu mencibirnya dengan berbagai kata dan Arya hanya menganggap hanya angin lalu baginya. Belum sempat ia membuka satu pintu lagi petugas keamanan telah menyeret Arya untuk menjauh dari pintu itu, Arya sempat memberontak tapi pak petugas memberitahu kepadanya bahwa kepala kepolisian tengah berbincang dengan orang penting didalam ruangan tersebut dan Arya pun mau mengerti dan menunggu beberapa saat lagi.


"huh... Kenapa lama sekali!! Mereka berbincang atau apa, sih!!. "kesal Arya yang melihat pintu tak kunjung terbuka.


"sabar Ar..." ucap seseorang sembari menepuk kecil pundak Arya, Arya pun menoleh dan tampaklah Kocil bersama dengan Coki sahabat lama Arya.


"ngapain kalian kesini?? Bukannya aku sudha tak memiliki sahabat!!. " Arya dingin pada kedua orang dihadapan nya.


"yaelah, Ar.. Lo jadi sensi gini sih kayak gadis lagi pms aja. "Kocil angkat bicara karena memang Kocil lah yang membuat masalah.


"bodo mamat!! "


"marah aja pakek typo ya, Cok?. " tanya Kocil pada Coki yang berada disampingnya.


Pletakk....


Ringis Kocil saat jidatnya mendapat serangan dadakan.


"panggilan gue COKI bukan, Cok!!. "Coki sanga pelaku serangan dadakan.


"yaelah, pada sensi semua ya??. Pakek pempes gak ntar tembus!!. "tambah Kocil bercanda.


Para pengunjung menatap kearah mereka bertiga yang kini berdiri, Arya menatap tajam kearah Kocil sedangkan Coki telah melotot mengisaratkan Kocil agar diam dan tak banyak bicara.


"ngapain sih mata kalian berdua? Ngapain Cok, mata lo mau lepas tuh. "ucap Kocil menunjuk mata Coki tanpa menghiraukan tatapan yang tertuju kearahnya.


"nyesel gue ajak lo kemari, Cil!!. "ucap Coki yang lelah menanggapi semua ocehan Kocil yang terus menyambung nyambung.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu ruangan yang Arya tunggu tunggu pun terbuka menampakan pria paruh baya yang tak asing lagi bagi Arya.


" om Vian!!. "panggil Arya mendekat pada sosok pria yang baru saja keluar dari ruangan tersebut.


"loh, Arya ngapain kamu disini nak??." ucap Vian yang kenal akan Arya orang yang memanggilnya.


"om juga ngapain disini, ada kasus apa om?." tanya Arya tanpa menjawab pertanya dari pak Vian papa Diana.


"om lagi ngurus mobil yang Diana tumpangi waktu itu..."


"Arya juga mau ngurus itu, tapi malah om duluan yang ngurus. "ucap Arya memotong cepat sedangkan Vian hanya tersenyum menanggapi ucapan Arya.


"gak papa biar om yang urus, lagian kamu kan udah ngurus banyak. "ucap Vian tersenyum menatap Arya didepannya.


"mana ada banyak, orang cuma liatin mata-mata doang. "ucap Arya Baru kali ini ia bisa berbicara banyak dengan orang yang baru ia kenal selain Kocil dan Coki bahkan Mama papa nya saja tidak.


"ya, gak papa kamu kan juga sekolah. Yaudah om pulang dulu ya, gak usah ngurusin itu temen om udah ngurus tadi. "ucap Vian berlalu pergi swmbari tersenyum hangat pada Arya dan Arya pun membalas dengan senyuman juga.


"Ar.. Sapa tu?. "tanya Kocil yang sudah berdiri menatap kepergian sosok Vian.


"bokap nya Diana. "Arya pun juga berlalu karrna urusan nya telah ditanggung Vian sendiri, walau begitu Arya juga membantu dengan berbagai cara.


"sejak kapan lo deket ma bokapnya Diana?. " tanya Kocil dengan penasaran.


"tanya aja sama Rellia sang pujaan hati milik Kocil...cil.. Cill...!!." teriak Arya berhasil menarik perhatian orang yang kebetulan lewat.


"kenapa tanya my honey?? Apa jangan-jangan lo kencan ya kerumah Diana terus lo.. !!" heboh Kocil membuat orang yang melihat nya tertawa.


Arya langsung melenggang pergi tak menjawab apa yang Kocil tanyakan, kenapa perasaan gue gak enak,ya. Batin Arya gelisah dan juga cemas.


Apa yang akan terjadi??. Batin Arya berkata dengan raut kegelisahan dengan apa yang akan terjadi setelah ini.


Memasuki mobil dan berlalu meninggalkan kantor kepolisian, membelah jalanan yang lumayan ramai teringat akan dimana pertama kali Arya melihat Diana saat berada ditaman yang kebetulan Arya dalam suasana buruk kala itu, melihat seorang gadis yang tercebur kedalam danau yang Arya tau tak dalam dan itu hanya danau buatan tak asli.


Melihat reaksi gadis yang meminta tolong namun tak ada yang berniat menolong nya sama sekali membuat Arya iba setelah gadis itu tak bergerak seperti sedia kala. Tanpa aba aba Arya melompat kedalam danau dan menggendong gadis yang sudah tak sadarkan diri.


"ck.. Ck.. Drama sekali. "gumam Arya melihat Diana yang dalam gendongannya. Terdengar seseorang memarahi Arya sembari mendekati Arya yang menggendong gadis itu.


"ah... Gadis yang mendrama sekali seperti kakak nya!!. "teriak Arya dengan senyum cerah diwajah nya tak bisa dipungkiri kecantikan Diana membuat jantung Arya kala itu seperti tengah lari maraton saja.


"kenapa kau begitu cantik Diana?." tanya Arya berdialog seolah olah ia memang bertanya dengan Diana.

__ADS_1


Tin.... Tin...


Suara klason mobil yang menegur Arya agar segera jalan setelah lampu hijau menyala, dengan gelagapan Arya melajukan mobil kembali menuju rumahnya.


Pikiran Arya tertuju pada rumahnya apakah akan ada sebuah perdebatan, kenapa hati Arya tidak begitu tenang? Jika saja ada Diana ia bisa bercerita dan meminta solusi pada nya namun kenyataannya tidak begitu, Diana tak berada di Jakarta.


Setelah menempuh perjalanan dengan membelah jalan Arya kini telah sampai pada kediaman nya, namun Arya melihat sebuah mobil yang tak asing tapi Arya tak tahu siapa pemiliknya. Setelah Arya keliar dari mobil ia dikejutkan dengan mama yang berdiri menatapnya tajam seolah memerintah Arya segera masuk.


Arya berjalan mendekati mama nya berniat ingin bertanya tapi tatapan mama nya seperti enggan menjawab pertanyaan Arya juga tidak mau mendapat pertanyaan. Tak lama seorang pria paruh baya dengan pakaian formalnya melihat Arya dari ujung kaki hingga ujung rambut dan Arya hanya cuek saja.


"apakah kau Arya??. "tanya nya seolah nama itu tak pantas untuk Arya yang kini berdiri disamping Mamanya.


"ya, pak ini putra saya Arya." jawab Mama mewakili Arya yang hanya terdiam dingin.


"oh.. Kenapa berbeda?? Tak pantas menjadi menantuku!!. "ucapan itu bak sebuah cahaya yang membuat mata Arya berbinar senang namun dari dalam hati ia tengah mengumpat.


Siapa juga yang mau jadi menantumu. Batin Arya


"bagaimana tak pantas?? Putri bapak saja sampai tergila gila dengan anak saya." ucapan mama seperti sebuah permohonan agar pria itu menjadikan Arya sebagi menantunya.


"memang betul, putri saya menyukai dia maka saya akan merestuinya!!. "ucap nya dingin lalu pergi meninggalkan rumah keluarga Elvano.


Dan saat itu juga Arya terkena sembur berbagai pertanyaan dari mama, ya Arya kini tengah diomeli mama karena tak menurut bahkan sampai menghindar dari Inez anak dari orang yang datang kerumah keluarga Elvano.


"ma Arya mau kekamar dulu"


Arya hendak pergi namun tangan nya telah dicekal oleh mamanya yang sepertinya tak mengizinkan Arya pergi.


"mama mau tanya sama kamu Arya??!. "


"ya, mama mau tanya apa? "


Arya kembali duduk disamping mamanya disofa ruang tamu. Tampak mama tengah mempersiapkan suasana yang serius menghadap Arya.


"Arya, mama tau kamu tak menyukai nak Inez tapi percaya lah cinta akan tumbuh jika kalian memiliki hubungan. Mama dan papa mu memiliki sahabat dekat namun setelah kejadian waktu itu sahabat mama pergi tak kembali untuk selamanya karena memgalami kecelakaan, Addi sahabat papa kamu yang saat itu menyukai Rukma sangat marah saat mengetahui jika yang membuat Rukma kecelakaan adalah Yoga papa mu, dia memutuskan hubungan sahabat kami dan sampai sekarang entah diaman keberadaan Addi. "jelas mama berhenti untuk mengambil nafas yang mulai tak stabil.


"setelah mengethui jika putri nya menyukai dirimu dan juga tahu jika kamu putra dari Yoga dia enggan namun karena permintaan sang putri Addi menyetujui nya. Tapi aneh nya pala nak Inez bukanlah Addi namun Fahlefi papa Inez Mama dan Papa sempat tak percaya dan mereka menyakinkan bahwa Addi mengalami kecelakaan hingga membuatnya hilang ingatan dan karena nama nya diganti oleh orang yang menyelamatkan Addi. Semoga kamu mengerti nak papa dan mama ingin memulai kembali hubungan kami yang telah putus waktu itu dengan lewat kamu Arya, apakah kau sanggup membantu papamu Yogaswara Elvano??. "


Mama Devi menatap manik mata indah milik Arya, Arya mendapati sebuah permintaan yang begitu besar dimata mama nya membuat nya tak bisa berkutik dan hanya bisa menjawab "ya, ".


bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2