Diana & Arya

Diana & Arya
lima puluh dua


__ADS_3

"Makan dulu!!. "kini giliran Akhazia yang berteriak memanggil kedua sejoli yang menutup telinga jika sedang bermain game.


"Ah... Iya kami datang!. "teriak mereka bersama, sudah 5 menit berlalu namun kedua adik kakak tersebut belum juga menampakan batang hidung nya.


Di kamar Diana.


Diana tengah asik memosting foto dirinya saat dipantai sore tadi di medsos nya terutama di Whatsapp, karena mendapat komenan dari Rellia hingga mengharuskan Diana menjawab pertanyaan sahabat nya itu.


Tok....


Tok....


"Ya..! "teriak Diana kesal.


"Woy Dino saurus makan belum lo!?. "tanya Talka sembari menampakan kepala nya saja dibalik pintu.


Diana tak menghiraukan pertanyaan Talka ia sedang mengetikan sebuah kata pada ponsel nya lalu mengirim pada nomor Rellia.


"Ayo makan!." ajak Diana menarik tangan Talka yang hanya pasrah.


Sesampainya pada meja makan Mbh Minah melihat adik kakak yang baru saja turun dari tangga itu pun tak segan segan memarahi nya karena telat makan malam nya.


"Kalian kalau main game gak ingat waktu! Sampai makan aja lupa!. "ucap Mbh Minah sembari mencuci piring bekas makan Akhazia serta dirinya tadi.


Diana hanya menyengir kuda sembari menarik kursi lalu mendudukinya.


"Mana ada gue main game, yang ada tuh noh si Dino kerjaan nya mesti main game!. "tuduh Talka tersenyum mengejek Diana.


Diana yang melihat senyum mengejek Talka adalah arti jika Talka mengajak dirinya untuk ribut di meja makan ini.


"Siapa bilang?! Gua aja chatting sama Rellia, lo tuh yang main game mulu!. "ejek Diana sambil menjulurkan lidah kearah Talka.


"Sstttt.... Diam dan makan saja,!." ucap mbh Minah yang menjadi penengah akan adu mulut kedua kakak beradik ini.


Dengan diam Diana dan Talka mengahabiskan makan malam mereka kemudian kembali pada kamar masing-masing untuk mengeintirahat kan tubuh lelah mereka.


Pagi hari disambut dengan hembusan angin pantai yang menyejukkan Diana dan Talka tengah berada dipantai menikmati henbusan angin yang sepoi sepoi menyapu kulit mereka.


"Gara-gara kak Talka gak bangunin gua jadi gak bisa liat matahari terbit!. "gerutu Diana kesal, padahal sebelum tidur ia sudah memperingati kakak agar membangunkan nya pada pagi hari.


Lo aja yang kebo, gue udah bangunin gak mau bangun ya gue tinggal lah. Batin Talka yang tak bisa menjawab pertanyaan Diana dengan mulut.


Setelah mereka sarapan Diana dan lain nya mengelilingi pantai sebelum mereka mencari tempat liburan lain nya.


POV Arya


Saat ini pria tampan yang tengah duduk dimeja makan beserta orang tua nya, menikmati sarapan sembari bermain ponsel.

__ADS_1


Tak sengaja Arya melihat Story Diana yang berisi foto dirinya berada dipantai dengan caption "Liburan. ". Arya yang melihat itu hanya bisa membatin.


'Liburan aja masih lama lah ini belum libur sekolah aja udah liburan'. Batin Arya dalam hati sembari mempercepat laju makan nya.


Selesai makan Arya pamit pada orang tua nya lalu melajukan motor nya menuju sekolah, sesampainya disekolah sekolah nampak ramai siswa/siswi berlalu lalang namun sedikit sepi diarea parkiran.


"Hei Arya!. "panggil seseorang pada dengan suara kesal.


"Lo dirumah tuh ngapain aja, udah ditungguin malah lama bener lo. Dadan pa gimana sih?. "tanya nya masih dengan kesal, siapa yang tidak kesal menunggu seseorang selama 1 jam tapi yang ditunggu gak datang-datang.


"Ya sorry gue kan banyak kerjaan. "jawab Arya dengan menampakan deretan gigi nya pada kedua sahabat nya.


Mereka bertiga berjalan beriringan hingga sampai pada kelas, Kocil segera berlari duduk disamping Rellia.


Pelajaran di mulai hingga waktu istirahat kini Arya dkk tengah berjalan santai menuju kantin banyak para cewek yang menjerit histeris melihat wajah tampan Arya dkk tersebut.


Namun mereka hanya diam memasang wajah datar tak berekspresi. Sampai pada kantin dimeja paling pojok terdapat Rellia tengah duduk sembari memegang ponsel ditangan nya. Arya dkk pun ikut duduk namun saat Arya melihat Diana dalam ponsel Rellia yang kini tengah melakukan panggilan Video call, Arya malah diam berdiri dibelakang Rellia.


'Eh, gila dibelakang lo ada penampakan Rell.'


Suara Diana terdengar jelas ditelinga Arya serta yang lain nya namun mereka semua hanya bisa menahan tawa terutama Kocil wajah nya sudah berubah merah karena menahan tawa.


"Itu tuh Arya. " jawab Rellia sembari menghadap kan ponsel nya didepan wajah Arya.


'Arya udah mati, Astaga gua kok gak diundang kepemakaman nya sih.'


Langsung saja Arya mengambil ponsel Rellia lalu menjauh dari tempat keramaian.


'Yah, kok manusia sih padahal gua mau tuh bawa bunga yang banyak terus ditaro dipemakaman lo. '


"Lo mau gue mati?!. "


Pertanyaan Arya tidak dijawab malah Diana hanya diam sembari berucap "Bentar. " lalu hening tidak ada suara lain lagi.


Lama Arya diam memandangi layar ponsel Rellia namun tidak ada suara sama sekali tapi tiba-tiba layar ponsel menampakan wajah yang tak asing lagi diingatan Arya.


'Ponsel si Dino nih! Dasar Dino ponsel digeletakan sembarangan!.'


POV Diana


Saat tengah melakukan panggilan Video dengan Arya kak Akhazia memanggil Diana untuk makan siang, karena terburu buru Diana lupa mematikan panggilan nya dan meninggalkan ponsel dimeja ruang tamu.


Saat Diana kembali untuk mengambil ponsel nya ia tak menemukan ponsel nya ditempat tadi. Saat melihat Talka lewat Diana langsung menuduh namun memang benar Talka lah yang telah memindah kan ponsel Diana.


"Lo taruh mana ponsel gua?! Awas lo bajak hp gua!. "ancam Diana, mana mungkin seorang Talka yang menemukan ponsel tidak dibuka buka dulu


"Elah, nuduh aja lo."

__ADS_1


Talka langsung pergi begitu saja dari hadapan Diana, entah apa yang membuatnya begitu Diana tak peduli. Diana segera mengecek ponsel nya apakah ada jejak jika Talka telah membajak Ponsel nya.


.


.


.


.



*


*


*


*


Seminggu berlalu kini waktu liburan Diana sudah habis, didalam mobil Diana tengah melakukan panggilan telepon dengan Rellia yang sedari minggu lalu menyuruhnya cepat-cepat sekolah.


Dia bilang kangen dengan Diana, sebagai sahabat yang baik Diana harus menuruti kemauan Rellia walau terlambat, hehe.


"Woy! Dino teleponan terus! Berisik ngerti gak!. "


Kesal Talka muak dengan ocehan Diana didalam mobil yang memenuhi seisi mobil ini.


"Iri bilang kakak! Gak punya temen ya?. " ledek Diana menjulurkan lidah nya menatap Talka.


Talka mengerucutkan bibirnya kesal, mana ada seorang Talka tidak punya teman yang ada ia saja yang tidak mau berteman dengan sembarang orang.


"Mana kakak cantik itu?. "Diana bertanya setelah telepon nya mati bukan nati namun ia matikan.


Talka nampak berfikir dengan pertanyaan Diana tentang kakak cantik, siapa kakak cantik yang Diana maksud?. Bingung Talka dengan kening yang berkerut.


"Kakak cantik siapa?. "


"Kak Siana, masak kakak cantik dilupakan sih. Tapi Diana gak kan?!."


Menatap tajam Talka, memaksa pria itu untuk mengingat pasal kakak cantik yang bernama Siana itu.


"Owh, yang dulu kerumah kan?!." tanya Talka menatap Diana dengan senyum manis mengembang dibibir nya.


Anggukan kecil dari Diana sebagai jawaban membuat Talka Menghela nafas lega. Percakapan telah usai Diana memilih menatap luar jendela yang memperlihatkan indahnya lampu kerlap kerlip dimalam hari.


Saat mata Diana menangkap sosok pria yang familiar untuk nya ia mencoba mencari wajah nya agar lebih jelas, siapakah sosok pria tersebut. Namun karena tertutup keramaian Diana sulit menemukan wajah pria itu, tapi Diana punya satu tebakan yang belum pasti jawaban nya benar atau tidak.

__ADS_1


Bersambung......


Bagi, Like, Komen, Vote, Favorit, Rate bintang lima.


__ADS_2