
Pukul 18:05. Arya terbangun akibat suara dering ponsel yang sedari tadi berbunyi tanpa henti. Dengan perlahan Arya mendudukan diri, mengumpulkan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul.
"Siapa sih ganggu aja!. "ucap Arya dengan suara khas orang bangun tidur, sambil mengusap kasar matanya tangan Arya meraih ponsel didekat bantalnya.
Dan ternyata spam an dari Kocil dan Coki digrup, huh.. helaan nafas Arya. Arya bangkit dari duduknya, berjalan kekamar mandi untuk membasuh muka sekaligus mandi.
Selesai dengan ritual mandinya, Arya turun dari tangga disambut pelukan dari Inez. Astaga, ni anak sore-sore udah disini aja. Batin Arya terzenyum palsu.
"Sayang, jadikan kita mau makan malam?. "tanya Inez masih memeluk Arya dengan erat.
Disaksikan kedua orang tua Arya, Arya hanya bisa tersenyum pasrah. Dirinya sudah tak bisa lagi membentak Inez sembarangan, yang ada ntar dia dimarahin sama papa.
"Iya. "jawab Arya singkat.
"Pa, ma Arya pergi bentar. Inez gue pergi nanti malem lo yang cari tempat makannya."Ucap Arya sembari melangkah pergi, sore ini Arya mempunyai janji pada sahabatny untuk membahas masalah Inez.
Sampai pada Cafe tempat biasa mereka berkumpul, Arya menhampiri kedua sahabat nya yang sudah menyengur sedari tadi. Masalah gratisan mereka bakal semangat seperti tadi yang terus menyepam dirinya.
"Semangat bener kalian. "ucap Arya, duduj pada kursi kosong didepan Kocil dan Coki.
"Harus, dong!. "
Arya geleng geleng kepala melihat sahabatnya yang tak bisa menolak masalah gratisan.
POV Of Arya
Diana yang baru saja selesai mandi kini tengah mengeringkan rambutnya yang basah menggunkan handuk kecil.
"Sore-Sore enak nya ngapain yak?."Bingung Diana, memang dirinya lagi bosen dirumah dan juga gabut.
Saat masih berpikir ponsel Diana berdering lama, tanpa ba-bi-bu Diana mengambil ponselnya kemudian mengecek Siapa yang mengirim pesan padanya.
*Grup chat*
Rellia lope: Grup apaan ni!
***: Sapa yang buat?!
Arya: Bisa diem kagak sih!
Rellia lope, Diana: Kagak😂
****: Kagak!
****: Ngapa tuh ngikutin geng cewek?!
Diana: Ada siapa aja nih?
Rellia lope: Dibaca aja mbk!
Diana: Apanya beg*?!
***: Waw, Diana!
Diana: Siapa sih?!
Arya: Kocil sama Coki
Diana: Gua gak tanya lo!
Arya: Serah!
Diana lift......
Rellia: Yah Diana keluar 😔
__ADS_1
Kocil: Gpp kan masih ada bebep Kocil 😘
Rellia lift......
Kocil: Yah malah keluar bebep honey lope lope 😩
Coki: Gila lo!
Kocil: 😝
Kocil: Gara-gara Arya bebep kyuh ikut Diana keluar 😠
Arya: Nyalahin gue, lo!
Kocil: Ya iyalah
Arya lift......
Coki: Sahabat lo napa tuh?
Kocil: Lagi pms 😐
Rellia telah bergabung......
Kocil: Ayang beb balik lagi 😘
Rellia: Hmm, gak boleh
Kocil: boleh dong 😃
Rellia: Mumpung Arya dah keluar gue mau tanya sama kalian berdua!
Kocil : Ayang beb kok bisa tau Arya keluar?
Rellia: Gue tau lah! Di grup aja tinggal lo berdua. Gak mungkin Arya gak keluar!
Rellia: Gini......
Rellia: Kapan kapan ketemuan!
Rellia lift.....
Coki: Gimana sih!
Kocil: Udah, biarin! Yang penting diajak ketemuan ma ayang beb 😋
Coki lift.....
Kocil lift......
*Dunia nyata*
"Gila, siapa yang bikin grup tadi. Bikin mood jelek aja!." gerutu Diana kesal, mood nya tiba-tiba rusak. Diana memilih tidur lebih dahulu tanpa makan malam karena perut nya mengerti kondisi.
Sementara itu Arya yang baru saja sampai diRestoran yang dirinya akan makan malam bersama Inez, daei kejauhan Arya dapat melihat betapa menjijikan nya Inez menggoda pelangan laki-laki.
Menggelikan!. Batin Arya bergidik.
Rasanya ingin sekali Arya pulang dan tidur dengan tenang di dalam kamarnya dari pada melihat pemandangan yang membuat perut terasa mual saja.
Dengan lunglai Arya berjalan menuju meja Inez berada, saat berada beberapa meter dari meja Inez. Arya menatap Inez yang sepertinya mengusir pria yang tadinya duduk disebelah Inez.
"Arya!. "teriaknya girang, tak bisa dipercaya bahwa Arya akan menepati janji nya. Inez pikir Arya akan berbohong dan memilih berada diruma saja.
"Aku pikir kamu gak bakal datang tadi. "ucap Inez girang, ia menuntun Arya untuk duduk dikursi depannya.
__ADS_1
"Cuma temen kok. "jawab Inez melihat arah mata Arya yang tertuju pada salah satu pria yang tadinya duduk disebelah Inez.
"Oh.. "
Lo, pikir gue cemburu. Oh.. Tentu tidak, gue cuma ngerasa gak asing aja sama tuh Orang. Batin Arya menatap dingin Inez.
Setelah selesai makan malam, Arya mengantar pulang Inez lalu segera melaju untuk pulang kerumah. Arya sempat ditawari Inez untuk menginap dirumahnya, Arya tidak bodoh dengan langsung percaya begitu saja walau mereka sudah tunangan tapi itu bukan keinginan Arya.
Inez gak mungkin jika tidak memiliki rencana jahat dibaliknya, maka dari itu Arya menolak. Sampai pada rumah Arya, setelah memarkirkan sepeda motor garasi Arya melangkah memasuki rumah.
"Arya gimana makan malam nya?. "tanya Mama Arya antusias.
"Biasa aja. "
Setelah mengucapkan dua kata itu Arya berjalan memasuki kamar tanpa menghiraukan pertanyaan mamanya yang terus menanyakan tentang makan malam tadi.
Arya sudah lelah terus menerus menuruti keinginan papa dan mama nya, ini, itu dan semuanya harus prefek. Arya tau ia anak tunggal tapi kenapa harus seperti ini, hidupnya tidak bebas semua serba diatur.
"Aarrgghh....!. " Teriak Arya menjambak rambutnya sendiri, seakan beban berat akan segera pergi mengganggu nya.
"Btw, Diana kan lagi marah. Lucu gak ya?. "tanya Arya tersenyum geli membayangkan ekpresi wajah Diana yang kesal.
Sementara itu Diana yang masih berbaring sembari guling guling tidak jelas karena tak bisa tidur, dirinya hanya tidur sebentar kemudian terbangun lagi. Entah kenapa Diana tidak tau.
"Ini kenapa ya?. "bingung Diana kemudian memutuskan untuk turun, sampai di dapur Diana mengambil piring dan makan.
"Makanya kalau disuruh makan tuh, makan!. "ucap Talka menatap Diana yang dengan rakusnya melahap makanannya.
"Gak sekalian piring nya tuh!. "Tambah Talka mengejek, sungguh rakusnya adiknya ini. Tak ada sifat feminim nya sama sekali.
Tok....
Tok....
Tok....
Talka beranjak kearah pintu, kemudian ia membuka pintu.
"Ya, Siapa?. "
"Bang Talking tom!. "teriak bocah kecil yang keluar dari balik wanita paruh baya itu.
"Heh, bocah tengik. Ngapa lo kesini?!. "kesal Talka melihat bocah didalam pelukan nya.
Tak menjawab Bocah yanga bernama Rio itu berlari memasuki rumah meninggalkan ibunya dibelakang.
"Maaf nak Talka, boleh tante bicara?. "ucapnya tersenyum tidak enak pada keponakan nya.
Talka menganggukkan kepala, mempersilahkan wanita itu memasuki rumahnya. Duduk pada sofa ruang tamu Talka beranjak pergi sebentar untuk mengambil minum, kasian karena perjalanan yang mereka tempuh jauh dari rumah.
"Siapa kak?." Tanya Diana dari belakang kakaknya yang tengah membuat air minum.
"Tante Suci!. "jawab nya sedikit terkejut dengan kemunculan Diana yang mengejutkan. Untung saja minumnya tidak ia banting.
Saat Diana tengah berbincang dengan Tante Suci Diana dikejutkan dengan suara cempreng yang memekakan telinga nya.
"Bocah tengik ikut?!. "tanya Diana terkejut, kesal dan juga lemas. Rio adalah keponakan nya yang paling menyebalkan, karena sifatnya yang jahil dan juga kepoan membuat Diana capek mengurusinya.
"Iya, Rio juga minta nginap disini 3 hari katanya. " ucap Tante suci dengan wajah yang tidak enak mengatakannya, ia tau jika Diana dan Talka akan tersiksa jika putra nya menginap disini.
"Tidak jadi katanya seminggu disini!. "ucapnya setelah melihat ponsel.
Diana dan Talka tebak itu pesan dari Rio mungkin dia mendengar percakapan mereka bertiga.
"Ah, Tidak apa tante rumahnya jadi rame. Hehe. "ucap Diana tidak enak untuk menolak, setelah pamit Diana segera mencari dimana keponakan nya berada sekarang.
__ADS_1
Bersambung......
Author minta maaf jika besok sudah tidak bisa up lagi, dikarenakan Author akan sibuk dengan ujian jadi author minta maaf ya 🙏