
Namun setelah cukup lama menungggu jawaban dari seberang Diana menutup nya karena memang sudah tau jika tak ada yang akan mengangkat nya.
Berjalan dengan perlahan untuk kembali ke rumah mbh minah, tanpa memperhatikan sekitar yang kini malah mmeperhatikan Diana yang berjalan dengan membawa beban berat di hati nya.
" hallo, apakah neng cantik tidak punya teman " tanya seseorang dari belakang Diana dengan suara kasian nya.
Namun Diana cuek akan suara itu, diri nya hanya ingin sampai tujuan nya kembali pulang ke ruamh mbh minah yang jarak nya lumayan jauh.
" mau di temenin abang gak nih " ucap nya sekali lagi, namun kali ini ia menghadap Diana karena Diana berjalan lambat jadi tidak susah untuk mengejar Diana.
Masih juga belum menyauhut, Diana diri nya maaih terua berjalan wakau telah di cegah oleh para laki-laki yang di depan nya.
Lama-lama laki-laki itu pun marah karena semua ucapan yang keluar dari mulut nya tidak di jawab oleh Diana, mungkin tidak tau jika Diana adalah orang cuek terhadap laki-laki apapun sifat nya itu.
Mencengkram erat tangan Diana lalu menarik nya mendekat ke arah nya dengan kasar, Diana yang tidak fokus hanya bisa menurut akan di apakan diri nya ini.
" nama kamu siapa hah" tanya nya kasar di telinga Diana sembari menghembuskan nafas di sana.
Rasa geli mungcul di telinga Diana ketika merasakan nafas laki-laki itu mengenai kulit nya, tersadar dari lamunan dan pikiran nya Diana melihat diri nya berada dalam pelukan seseorang.
Namun tak berselang lama datang tak seseorang dengan menggunakan baju putih gang mencolok di kegelapan malan, pikiran negative telah muncul di pikiran Diana jika bayangan putih itu adalah hantu.
Namun telah mengerti itu laki-laki bukan hantu Diana memberontak ingin keluar dari dekapan yang kasar itu.
Berteriak ketakutan laki-laki berbaju putih itu seolah ketakutan jika Diana akan kenapa kenapa, merasa ada yang tidak beres dengan si laki-laki berbaju putih itu yang tengah berteriak meminta tolong.
Diana sudah tidak asing lagi dengan suara nya bahasa jawa yang terdengar seperti bahasa jawa untuk anak remaja yang lagi tumbuh kembang nya.
' perasaan gue kok gak enak ya '
__ADS_1
Ucap Diana dalam hati dengan hati yang semakin resah karena belum mengetahui wajah juga perawakan laki-laki itu mana tau jodoh.
Suara teriakan menjadi lebih keras seperti teriak man seorang cewek tengah meminta tolong sama persih dengan yang di lakukan laki-laki litu.
Orang yang membekap Diana mulai panik saat suara teriakan semakin meninggi kemungkinan akan datang nya para warga untuk menghajar orang itu.
Melepaskan Diana dengan mudah nya lalu berlari begitu saja meninggalkan tempat itu agar tak ketahuan tentang perbuatan nya.
Laki-laki yang berteriak mulai mengecilkan suara nya dengan langkah kaki mengdekati Diana secara perlahan, Diana yang mengetahui jika laki-laki itu mendekati nya ingin segera pergi
Namun tangan laki-laki itu telah mencengkram tangan Diana terlebih dahulu hingga Diana menghentikan langkah nya.
berbalik dengan wajah kesal Diana ingin menampol muka nya yang kayak tepung itu masak malam-malam menggunakan bedak Diana sendiri saja tak pernah memakai yang nama nya bedak atau kosmetik.
Laki-laki itu menarik tangan Diana hingga Diana masuk dalam pelukan nya karena tarikan yang keras dan cepat sebelum Diana berlari.
" hihh, ngapain sih lo " kesal Diana sudah sampai pada batas nya, main peluk peluk aja emang Diana guling apa. Pikir Diana kesal .
" emm, gue gak bisa nafas to*lo* " teriak Diana dalam bekapan laki-laki itu sebisa mungkin karema setiap Diana bergerak pelukan akan semakin mengerat saja.
Merenggangkan pelukan nya memberi waktu pada Diana untuk mengambil nafas juga menghilang kan bau parfum di hidung nya yang gatal itu.
" heh, lo kira lo bekep gue, gue gpp gitu " ucap Diana kesal, terdengar dari nada bicara nya yang tinggi menghadap laki-laki yang di depan nya.
" maaf " ucap nya menggunakan bahasa yang di gunakan Diana, walau suara nya tidak cocok menggunakan bahasa indo karena lidah nya telah menjadi lidah jawa atau( ilat jowo ).
Diana merasa memiliki ruang untuk kabur pun tak menyiayiakan kesempatan emas nya agar terlepas dari si banci ini.
Ya, siapa lagi kaalu bukan cowok yang mengendong boneka di setiap saat yaitu Arvin anak tetangga mbh minah yang tadi sore datang ke rumah mbh minah entah urusan apa yang membuat nya datang kerumah mbh minah Diana tidak ingin mengetahui nya, yang terpenting sekarang hanya satu terlepas dari pelukan laki-laki itu.
__ADS_1
Berlari dengan sekuat tenaga Diana merasa diri nya sudah bebas dari pelukan si laki-laki banci itu, bersorak senang Diana melompat lompat dengan girang nya.
" Diana.....Diana " suara panggilan tepat di telinga Diana hingga diri nya terbangun dengan wajah linglung nya yang seperti orang be** saja.
" ada apa mbh? " tanya Diana dengan tangan menggaruk tekuk nya yang tidak gatal
" ada apa, ada apa kamu itu tidur kok teriak teriak kayak orang ke surupan aja " ucap mbh minah kesal pasal nya yang terkena teriakan Diana adalah mbh minah yang tidur di samping Diana.
" hahh, emang Diana teriak ya mbh? " tanya Diana belum mengerti apa yang mbh minah jelas kan dengan cara menggantung.
" iya lah,orang teriak nya aja kayak di hutan. sadar nduk sadar ini rumah nya mbh minah bukan hutan ya " ucap mbh minah memberitahu, namun Diana tidak paham akan yang di ucapkan mbh minah diri nya pun memutar memori nya dan menemukan secarik memori yang tercetak di memori Diana
Ternyata yang tadi hanya lah mimpi bukan nyata membjat jantung Diana melompat lompat saja jika itu nyata bisa berapa nanti.
Setelah berdebat bersama dengan mbh minah akhir nya mbh minah lah yang menang melawan Diana yang notabe nya orang yang sulit di kalah kan jika dengan sebuah perkataan.
Selamat kepada mbh minah yang telah berhasil mengalahkan Diana dalam perang perkataan, yeyyyy berikan tepuk tangan kepada seorang mbh minah.
Diana bersemangat sekali hari ini apalagi ketika diri nya kalah melawan mbh minah di dalam hati Diana telah berjanji tidak akan menyusahakan mbh mknah kembali dengan kehadiran nya.
" mbh ini di kupas gak? " tanya Diana dengan tangan menunjukan asam yang akan menjadi sambal dagangan mbh minah.
" ya, ndak kalau di kupas jadi apa tu asem nduk " ucap nya mengikuti cara bicara Diana yang sudah sewajar nya anak remaja.
bersambung........
ehh, gaes jika asam di kupas jadinya apa??
mau di kupas Diana ini.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, like, komen, and vote. favorit juga ya jangan lupa.