Diana & Arya

Diana & Arya
empat puluh tiga


__ADS_3

Setelah selesai melakukan pembayaran Arya keluar dari restoran dengan wajah kusut seperti habis dipotong uang jajan sebulannya.


Tujuan Arya kali ini ketempat dimana mobil nya terparkir ia yakin Diana akan disana karena ia sengaja bersembunyi setelah Arya dipanggil pelayan barulah Diana pergi kemobilnya.


Diana POV


Saat Diana makan ia tak sengaja melibat Arya berdiri diluar retoran dengan celingukan Arya pasti mencari nya maka dari itu Diana pi dah tempat yang agak jauh dari luar agar tak terlihat.


Setelah memberitahu pada pelayan jika orang yang berdiri didepan yang akan membayar semua tagihan nya, orang itu tak lain adalah Arya karena hanya Arya yang berdiri didepan restoran itu.


Arya kok tahu gua disini ya? Pa jangan jangan dia habis lihat gua lagi. Batin Diana sembari melanjutkan makan dengan tergesa- gesa namun mata nya terus mengawasi pergerakan Arya.


Selesai makan Diana meninggal restoran tersebut setelah pelayan memanggil Arya untuk membayar, Diana kembali kemobil sebelum diketahui oleh Arya.


Sesampainya di monil Diana masuk pada kursi belakang ia ingin merebahkan tubuhnya disitu namun sebelum itu ia mengambil kunci mobil Arya yang tak ia bawa bahkan dompetnya sekalian.


Diana mengunci seluruh pintu mobil agar tak dapat dibuka oleh orang lain setelah itu barulah ia merebahkan diri hingga terlelep karena lelah juga mengantuk.


Diana POV Off


Arya yang sudah sampai pada tempat mobilnya pun ingin membuka pintu mobil namun anehnya tak bisa dibuka, Arya berniat memgambil kunci mobil dalam saku nya. Arya baru ingat jika ia meninggalkan kucin mobilny didalam dan sekarang pintu mobil tertutup.


Mata Arya menangkap objek yang familiar bagi nya, yah itu lah Diana di lagi menikmati bobo syantik didalam mobil Aryasetelah puas mengerjai Arya.


Awas lo, gue bales disekolah. Batin Arya yakin kalau Diana besok akan berangkat sekolah setelah 1 bulan lebih tak masuk.


Digoyang goyang kan mobil oleh Arya agar siempu yang berada didalam dapat terbangun, sudah lebih dari 10 menit mobil digoyangkan Arya tapi tetap saja Diana tak mau bergerak bahkan mengeliat saja tidak.


"WOY... DINO BANGUN, GUE JUNGKIR BALIK NI MOBIL!!." Teriak Arya sembari terus mengoyangkan mobil kali ini lebih kencang Arya sudah tak peduli dengan isi mobil yang berserakan pada lantai.


Untung gue sayang, kalau gak udah gue balik ni mobil. Batin Arya kesal namun juga ia yang salah.


"Eumm... "Diana mengeliat merenggangkan otot-otot nya yang kaku, ia merasa tubuhnya sakit karena kursi mobil yang begitu keras.


Setelah terbuka sepenuhnya mata Diana ia melihat Arya berdiri luar mobil dengan wajah cemberut dengan rambut yang acak-acakan, tak bisa menahan tawanya lagi Diana ia tertawa sedangkan Arya hanya mendengus melihat Diana tertawa lepas.


"Hahaha.. Ngapain lo Arya jelek diluar?. "Tanga Diana tanpa rasa bersalah.


Udah dikerjain, diketawain, terus dia tanya lo Kenap diluar. Situ mikir gak sih orang pintu nya dikunci juga. Batin Arya mencoba tetap bersabar.


"Woy... Lo kunci pintu nya to**l. "jawab Arya menatap tajam Diana yang masih belum berhenti tertawa.

__ADS_1


"Oh.. Iya gua lupa babang Arya yang jelek. Gua bukain yah. "ucap Diana meledek sembari mengambil kunci mobil ditasnya.


Setelah pintu terbuka Arya langsung memasuki mobil dan melajukan nya menuju rumah Diana. "Bangbang Arya yang jelek ini marah?." tanya Diana menatap sedih Arya yang hanya diam tanpa bicara.


"menurut lo?." cetus Arya sinis


"Maaf Diana udah keterlaluan, tapi menurut Gua lo gak marah kok, VALID NO DEBAT!!. "ucap Diana tersenyum pada Arya.


Elah berasa jadi abang gua, tapi gak papa ini juga bagian dari perjuangan. Batin Arya


Setelah menempuh perjalananyang tidak terlalu jauh Arya berhenti pada rumah yang besar dengan gerbang hitam mencolok, dengan segera Arya membunyikan klakson agar pak satpam membuka gerbang.


"Terima kasih pak. "ucap Arya tersenyum lalu memasuki halaman rumah tersebut menuju Garasi.


Didalam Garasi Arya dapat melihat mobil Talka sudah terparkir rapi disana bisa dikatakan bahwa Talka lebih dulu sampai dirumah.


Arya melepas sabuknya ia teringat dengan Diana yang sudah tertidur sedari tadi bahkan saat Arya berbicara saja Diana tak menjawab, bagaimana bisa menjawab jika Diana sudah lebih dulu terbang kealam mimpi.


"Woy, bangun lo. Udah sampai ni!!. "teriak Arya membangunkan Diana kalau cara lembut tidak bisa berarti Arya harus menggunakan cara kasar kalau kedua nya masih belum bisa terpaksa Arya menggendong Diana seperti apa yang ia lakukan sekarang.


Tok....


Tok....


Tok....


"Ya, Arya tante bukain. "ucap tante, Mama Diana beriringan dengan terbukanya pintu.


"Loh ini kenapa kok Diana nya digendong?. "panik Mama Diana melihat putri nya dalam gendongan Arya.


"Diana tidur dimobil tante jadi Arya gendong. "jelas Arya tak mau mendapat masalah, Arya mendengar suara langkah kaki berada dibelakang Mama Diana.


Disana Mbh Minah menatap tajam Arya ia jesal karena Arya yang sudah membawa Diana tanpa meminta izin darinya bahkan Talka menjelaskan dari sore tadi tak masuk dalam otak nya.


"Aduh... Diana kenapa?. "panik Mbh Minah mendekati Arya tiba-tiba Arya mendapat tamparan di pipi kirinya, rasa panas dan juga perih menjalar dipipinya.


"Kurang a**r kau sudah membawa Diana lalu kau apakan dia sampai pingsan seperti ini. "ucap mbh Minah marah ia tak bisa melihat orang yang ia sanyangi kenapa-kenapa apa lagi gadis lugu seperti Diana ini.


Arya terdiam merasakan sensasi yang menjalar dipipi nya, Arya menidurkan Diana disofa ruang tamu lalu menghadap mbh Minah yang menatap nya tajam sepeeti elang mengintai mangsa.


Plak....

__ADS_1


Satu tamparan kembali terkena pipi Arya kali ini pipi kanan lah yang menjadi korban nya.


"Apa yang kau lakukan pada Diana, kenapa kau membawa nya pergi?. "ucap Mbh Minah berlinangan air mata.


Arya hanya diam tak berniat membalas atau pun menjelaskan, semua orang hanya diam melihat Arya yang ditampar mbh Minah percuma saja mereka memberitahu mbh Minah kalau omongan mereka hanya angin lalu saja.


"Eumm... Arya apaan berisik banget!!. "ucap Diana mengusap kasar matanya, lalu duduk dan menatap wajah orang yang menatap nya satu persatu.


"Mbh Minah!! Diana kangen!!. "teriak Diana saat mendapati Mbh Minah tersenyum kearahnya.


"Mbh Minah juga. "mereka berpelukan melepas rindu mereka walau baru beberapa jam saja mereka tak bertemu rasanya sangat lah berbeda tanpa kehadiran salah satu dari mereka.


"Mbh Minah nanti tinggal disini aja ya, ada Mama sama Papa ada Diana juga." pinta Diana semangat bertambah lah orang yang ia sanyangi dirumah ini bila mbh Minah tinggal.


Mbh Minah tersenyum mendengar pertanyaan Diana, ingin juga ia tinggal bersama dengan Diana tapi ini bukan rumahnya ini rumah Diana orang yang dulu mbh Minah tolong. Tak disangka ternyata Diana dari kalangan atas sudah diduga mbh Minah sudah mengerti dari sifat Diana dan perilaku serta penuturannya, ia sangat beruntung bisa bertemu dengan Diana mengingat akan Diana mbh Minah teringat akan cucu serta putrinya yang tinggal dikota sudah 10 tahun mbh Minah tidak mendapatkan kabar dari mereka mbh Minah harap mereka baik-baik saja diluar sana.


Air hangat membasahi pipi mbh Minah bertambah deras ia benar-benar sangat merindukan putri menantu serta cucu kecilnya.


"Loh mbh Minah kok nangis?. "tanya Diana mengusap lembut air mata dipipi mbh Minah.


"Mbh ayo duduk dulu, Arya kamu juga duduk" ucap mama yang lebih dulu berjalan menuju sofa.


"Loh... Arya masih disini? Hei!! Pipi lo napa kek badut. " ucap Diana menatap Arya hingga terlihatlah bekas tamparan dikedua pipinya.


Senyum kecut Arya membuat Diana merasa Arya tidak Arya sedang menahan sesuatu, entah apa yang Arya tahan. Batin Diana menatap Arya yang duduk disamping kak Talka.


"Woy.. Yo kangen gua gak?." Tanya Diana pada Talka, sembari mengalungkan tangan pada leher Talka.


"Gak... Pergi sana!."usir Talka


"Yaelah, ma adik diri jahat amat!." cemberut Diana ia melepaskan rangkulan nya kemudian duduk disamping mamanya.


"Mbh Minah jangan salah paham, nak Arya gendong Diana karena Diana tidur dimobil nak Arya, iya kan Diana?. "tanya mama pada Diana disamping nya.


"Iya, Diana kekenyangan jadi Diana tidur dimobil Arya. "Jawab Diana bermanja manjaan dengan mama nya.


Cih... Anak mama ternyata, manja amat. Batin Arya yang melihat Diana bermanja manjaan dengan sang mama.


Bersambung......


👉Bagi, Like, Komen, Vote, Farovit, and Rate bintang lima.

__ADS_1


__ADS_2