Diana & Arya

Diana & Arya
tiga puluh delapan


__ADS_3

Diana tengah mencuci piring setelah makan malam usai, setelah selesai Diana segera beranjak dari duduknya menuju kamar. Memiliki kamar sendiri membuat Diana bebas bisa melamun bahkan berdialog sendiri tanpa ada gangguan.


Seperti sekarang Diana tengah melamun merasakan hatinya resah, "kenapa ini?? Ada apa??. Batin Diana tak mengerti dengan situasi ini. Ditengah-tengah melamunya sosok berbadan kekar menunggunya diluar kamar.


"Aaaaa... Ada apa ini??. "teriak Diana tertahan mengingat ini malam hari waktu manusia beristirahat.


Mendnegar teriakan Diana Arvin menjadi terkejut wajah nya bingung bertanya pada dirinya ada apa dan kenapa Diana teriak, kembali hening Diana telah terlelap terbang menuju alam mimpinya Arvin hendak memasuki kamar Diana mengecek kondosi Diana namun sebelum itu Arvin telah ditarik oleh sosok tinggi berbedan kekar berbaju hitam dan menggunakan tpi hitam menutupi wajahnya.


"siapa kamu??. "Arvin bertanya sembari mencoba membuka topi dikepalanya.


"jangan ganggu nona Diana!!! Pergi dan urus dirimu sendiri!!. "tegasnya melempar Arvin keluar dari rumah mbh Minah.


Siapa Diana kenapa memiliki penjaga?? Aku baru tau apakah selama ini dia bersembunyi?? Dan kenapa Diana dipanggil nona dari mana asal Diana??. Batin Arvun bertanya tanya pada diri sendiri sembari melangkah berjalan menuju rumahnya.


"Rasakan itu!!." ucap seseorang dengan senangnya, manatap kepergian Arvin.


.


.


.


.


.


Pagi harinya dikediaman Elvano Arya telah disambut oleh calon papa mertua nya, seolah meminta disapa pria itu menatap sinis kearah Arya dan Arya hanya berlalu tanpa menyapa bahkan menunduk tanda hormatnya.


"Ma, Pa Arya kesekolah dulu ada jadwal piket!! "teriaknya berpamitan lalu kembali melangkahkan kakinya yang sempat terhenti.


"owh, iya ajak Kocil berangkat pagi juga ah." ucap Arya segera mengeluarkan benda pipih dari dalam saku celananya.


Tut...


Tut...


Tut...


Sambungan tersambung, dari seberang sana terdengar suara seorang gadis membangunkan kakaknya dengan sedikit berteriak.


"hallo" Arya memulai pembicaraan dengan sang pemilik ponsel namun tak mendapat jawaban apapun hanya mendengar seorang gadis terdengar kesal dibalik telepon.


"hallo"ulang Arya.


"hallo, kak. Ini kak Azri nya gak mau bangun jadi Cicy yang angkat. Ada apa ya kak?? "ucap nya sedikit kesal.

__ADS_1


"owh, yaudah kak Arya mau main kerumah kak Azri aja. Cicy mau kakak bawain apa mumpung ini masih dijalan "tawar Arya pada Cicy adik Kocil.


"bubur kacang ijo!!. "teriaknya kegirangan bersamaan dengan suara seseorang bergumam.


"oke, pesanan akan segera datang" ucapnya tersenyum lalu terputuslah sambungan telepon.


"dasar Kocil kebo!! "


Melajukan mobil dengan kecepatan sedang sembari terus mencari sosok pedagang bubur kacang ijo yang biasanya berada dipinggir jalan. Lama mengelilingi semua tempat akhirnya Arya menemukan penjual bubur yang terlihat ramai pembeli.


Langsung saja Arya memarkirkan mobil agak jauh dari ramainya pembeli, segera saja Arya mengantri sembari bermain ponsel tak sengaja Arya menabrak seorang gadis didepan antrian nya karena tak fokus.


"maaf"


Gadis didepan Arya merasa tidak asing dengan suara milik Arya lalu berbalik dan bertemulah kedua manik milik Arya bersama dengan milik gadis itu.


"eh.. Dina ngapain kamu disini?" tanya Arya memalingkan wajah.


Yaelah Ar..., mesti Dina mau beli bubur lah Ngerti ngantri dipenjual bubur juga pekak nya. Batin Arya


"beli bubur, kamu ngapain disini mau beli bubur juga?? "tanya Dina berbasa basi pada Arya.


"iya"singkat Arya kembali menatap layar ponsel nya.


Tanpa menjawab juga Dina berbalik kembali fokus pada antrian nya, kadang ia sedikit mendelik mencuri pandangan Arya yang masih saja fokus pada layar ponsel.


Saat giliran Dina tiba ia segera berbalik dan memesan sesuai kebutuhan nya mau berapa, dan begitu juga dengan saat giliran Arya dia membeli lima bungkus bubur kacang ijo sekalian Arya, papa kocil, mama kocil, dan Cicy.


Selesai membeli Arya segera kembali ke mobilnya tanpa melihat kearah Dina yang sengaja menunggu Arya namun Aryanya tidak peka atau terlalu cuek terhadap lingkungan sekitarnya, jadi yah tak tahu.


Sekitar beberapa menit Arya sampai pada rumah Kocil yang sama besarnya dengan milik Arya, Arya menekan bel rumah seraya bibir memanggil nama Azri.


"Azri... Kocil Arzi kebo!! "teriak Arya yang masih saja tak mendapat jawaban, Tiba-tiba.


Ceklek...


Pintu terbuka terlihat Kocil mengenakan pakaian bergambar jerapah dengan rambut yang masih acak acakan.


"lama amat sih lo, buka pintu doang sampek gue ngoyot nih disini!!. "ucap Arya berjalan memasuki rumah Kocil sedangkan sang pemilik rumah ditinggal didepan pintu.


"ck... Pemilik rumah terabaikan" ucap Kocil melempar tubuhnya disofa yang lumayan besar jika untuk tidur.


"mana adik lo, nih gue bawain bubur kacang ijo." ucap Arya celingukan sembari membuka kantong plastik ditangan nya.


"bubur kacang ijo, i'm datang!! "suara Cicy menggema diruang tamu itu bahkan Kocil menutup lubang telinga dengan jari sedangkan Arya hanya santai karena ia telah menyiapkan penutup telinga sebelum masuk.

__ADS_1


"kak Arya!! Bubur nya mana?? "tanya Cicy melihat meja yang tadinya ada semangkok bubur kini tidak ada.


"in.... Lho...kemana ngilang nya tuh bubur? "


Bukan hanya Cicy yang bingung Arya juga sama ia yang tadinya telah menyiapkan mangkok dan juga bubur didalamnya untuk Cicy lalu menaruh nya diatas meja, tapi sekarang buburnya hilang.


"Abang.... Buburnya kok dimakan!!!. "teriak Cicy kesal melihat abang nya membawa satu mangkok yang sudah kosong tanpa isi.


"enak aja lo nuduh abang kek gitu, dari tadi abang duduk disitu sambil makan sup. "ucap Kocil gugup mengucapkan kata 'Sup'.


"mana ada, sup ada ketan nya" ucap Cicy kembali setelah mendapati sisa ketan dimangkok Abang nya.


Kocil gelagapan mendengar adiknya mengetahui kebohongan nya.


"ck... Cil lo bohong ya?" tanya Arya selidik.


Arya menyembunyikan tawanya saat Kocil terlihat gugup karema kebohongan nya terbongkar.


"Abang ih... Itu kan bubur Cicy!! "Cicy berkata sembari memukul Abangnya.


"kan masih ada noh banyak" bela Kocil sembari tqngan menunjuk plastik berwarna hitam.


"itu kan disiapkan kak Arya spesial buat Cicy ya gak kak. "tanya Cicy pada Arya.


"iya, itu buat Cicy yang paling cantik "ucap Arya dengan memanjangkan kata 'paling cantik'.


Tiba-tiba ponsel Arya berdering dalam sakunya, Arya pun mengeluarkan benda pipih tersebut lalu menempelkan pada telinganya. Arya sedikit menjauh dari keributan adik kakak itu lalu berbicara.


"hallo"


"(.....)"


"oke, om Arya bantu"


"(.....)"


"siap, om"


Tut...


Tut...


Tut...


Panggilan terputus, setelah itu pamit pada Kocil juga Cicy menuju kantor polisi sebagai korban karena Vian papa Diana memintanya.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2