Diana & Arya

Diana & Arya
empat puluh


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan pria berbaju hitam kemarin Diana menjadi melamun dan itu diliat oleh Arya dari kamarnya.


"Arya ada temen kamu!!." teriak mama dari luar kamar, Arya segera keluar dan melihat siapa yang datang.


Setelah berada diruang tamu bukan Kocil atau Coki yang ia lihat namun Vian papa Diana yang tengah duduk sembari mengecap teh.


"Hallo, om. "sapa Arya mendudukan diri disamping Vian.


"Hallo, Arya. Maaf pakek kata "temen". "ucqp Vian memperbaiki duduknya.


"Gak papa kok om, ada apa ya om? "tanya Arya merasa heran jika Vina datang tanpa tujuan kerumah Arya.


Vian yang mendengar pertanyaan Arya tersenyum lalu kembali mengecap teh sedangkan Arya menunggu jawaban dari pertanyaan nya.


"Kemarin kasusnya sudah selesai jadi tinggal kita lihat, tapi om nanti siang ada pekerjaan penting. Om ingin kamu yang lihat dan kamu juga yang menanganinya entah mau kamu apakan pelakunya nanti. "jelas Vian,


Arya menganggukkan kepala tanda mengerti bahkan dari dalam hatinya Arya sangat ingin menembak mati orang itu, sungguh kesal nya dia.


"Baik om. "


Setelah membahas hal itu Vian juga bertanya tentang Diana hingga akhirnya ia kembali kekediaman, Arya merasa hari ini dia akan segera bertemu dengan Diana karena kasusnya sudah selesai.


Hanya dalam dua hari saja kasusnya sudah selesai, hebat sekali teman om Vian. Batin Arya senang bertambah dengan rasa kesalnya pada sang pelaku.


Waktu berjalan dengan cepat hingga kini jam menunjukan pukul dua belas lebih satu, waktunya Arya berangkat namun sebelum itu ia menunggu lebih siang lagi agar panas mentari tidak terlalu mengganggu nya.


"Hei.... Arya. "sapa Kocil yang datang tiba-tiba lalu duduk disamping Arya tanpa dipersilahkan.


"Ngapain kesini? ." tanya Arya dingin.


"Yaelah gue cuma mau main aja. Wih... Rapi amat lo mau kemana? "tanya Kocil melihat Arya dari kaki hingga ujung ramput tak lupa dengan wajah Arya yang terdapat kacamata hitam bertengger disana.


"Mau senang-senang. "jawab Arya menyudahi makan siang nya, lalu berdiri hendak pergi namun Kocil mencegah Arya.

__ADS_1


"Kemana?? Gue ikut. "pinta Kocil memelas sembari memegang tangan Arya.


Tanpa menjawab Arya pergi berlalu menuju Garasi nya, Kocil yang belum mendapat jawaban terus mengikuti Arya hingga kedalam mobil.


"Gue ikut kan?. " tanya Kocil belum puas dengan dirinya yang sudah berada didalam mobil Arya.


Seperti biasa Arya tak menjawab ucapan Kocil ia hanya menginjak gas melewati gerbang rumahnya yang telah menganga lebar, Kocil hanya diam menurut karena ia tahu bahwa dia nanti akan mendapat jawaban nya.


Mobil Arya berhenti tepat kantor polisi terbesar dikota Jakarta, Arya dan Kocil pun turun lalu memasuki kantor tersebut menuju ruangan yang pernah Arya kunjungi dua hari yang lalu.


"Mau ngapain lo kesini Ar..?. "tanya Kocil terus berjalan mengikuti Arya dari belakang.


"Ngurus kasus. " jawab Arya tak menghentikan langkah kaki.


Tak butuh waktu lama Arya dan Kocil sampai pada ruangan yang jauh dari kermaian Arya pikir itu ruangan penting saat itu jadi ia ingin memasukinya.


"Cil... Lo tunggu disini aja gue gak lama. "ucap Arya memasuki ruangan itu yang didalam nya sudah berdiri seorang pengacara yang Arya tebak sewaan om Vian.


Mereka berdua pun membalas senyuman Arya sembari mepersilahkan Arya untuk duduk, Arya menduduki kursi yang hanya terdapat satu buah dan itu pun langsung berhadapan dengan pemilik ruangan ini.


"Apa anda tuan Arya?. "Tanya Pak Husri, Arya menganggukan kepalanya sembari terus menatap orang didepan nya dan mata nya jatuh pada nic name milik Pak Husri.


"Saya ingin menunjukan rekaman video yang berada disekolah kalian waktu itu. "Pak Husri menunjukan rekaman video dikomputernya, seketika Arya membelalakkan mata tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Pak bolehkah saya meminta video ini? " tanya Arya yang memiliki rencana sendiri tanpa langsung bermain kantor polisi.


"Tentu., " dan Arya memberikan ppnsel nya agar tersimpan didalam sana, setelah selesai Arya pamit disertai pengacara yang sudah sedari tadi menunggu perintah dari Arya namun tak sama sekali.


"Tuan anda tidak langsung memasukan nya kepenjara?. "tanya nya seperti mengerti dengan rencana Arya untuk bermain main terlebih dahulu.


"Ya, kamu pergi saja. "


Arya mencari keberadaan Kocil, ingin sekali Arya mengajak Kocil bermain main dengan jal**g itu. Arya melihat Kocil berbaring dikursi tunggu pengunjung dengan wajah melasnya.

__ADS_1


Ck.... Ngapain tuh Kocil. Batin Arya mendekati Kocil niat untuk mengerjai muncul dipikiran Arya.


Dengan santai nya Arya berjalan berlalu manjauhi Kocil lalu melajukan mobil meninggalkan Kocil sendirian dikantor polisi. Kali ini tujuan Arya kerumah Diana ia ingin meminta izin menjemput Diana serta menunjukan video yang baru saja ia minta dari Pak Husri.


Sesampainya pada gerbang bernuansa hitam yang menjulang tinggi Arya membunyikan klakson mobil agar pak satpam membukaan gerbang.


"makasih, pak. "ucap Arya pada pak satpam sembari memasukan mobil dalam garasi milik rumah Diana.


Berjalan hingga berada didepan pintu besar Arya kemudian mengetuk pintu dengan santai sembari menunggu terbuka lah pintu itu.


Grekk.....


"Nak Arya." seorang paruh baya keluar dengan pintu terbuka lebar hanya untuk Arya masuk.


"Hai, tante." sapa Arya dengan senyum yang tersemat diwajah.


"Masuk. Nak" ajak Mama Diana namun langsung Arya tolak. "Tidak usah tante, Arya gak lama disini. Arya cuma mau minta izin buat jemput Diana dan ngajak Diana jalan-jalan sebentar boleh gak?. "


"Tentu saja boleh, kan nak Arya yang sudah membantu menemukan Diana." Mama menatap dengan tersenyum, ingin sekali rasanya ia memiliki menantu seperti Arya ini namun ia tahu jika Arya telah dijodohkan oleh orang tuanya.


"Gue ikut!!. "teriak Talka dari belakang mama nya, ia ingin menjemput mbh Minah bukan Diana karena Talka tahu sifat mbh Minah seperti apa.


"oke, kak kita berangkat sekarang ya!!." seru Arya berjalan menuju tempat mobil nya berada dengan Talka dibelakanga nya.


Arya melihat Talka mengeluarkan mobil dari dalam garasi hingga niat Arya untuk satu mobil dengan Talka masak cuma mau jemput Diana harus pakek dua mobil sekaligus, bisa jadi trending ntar.


"Kak, bareng aja!!." Ajak Arya yang belum memasuki mobil sedangkan Talka lebih dulu didalam mobil. "Gak, gue ntar mau jemput mbh Minah bukan Diana!!." jawab Talka lalu melajukan mobil berlalu dihadapan Arya yang masih bingung, kenapa juga Talka jemput mbh Minah sedangkan disini Diana lah yang menjadi objek.


Taka ingin tinggal diam Arya juga melajukan mobil mengikuti arah Talka membelah jalanan siang hari, Arya didalam mobil terlihat senang sekali entah kenapa ia sudah tidak sabar untuk bertemu Diana. Rasa rindu yang sudah menggunung ini akan terobati hari ini juga itu lah yang Arya senangkan.


Bersambung......


👉Bagi LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORIT, dan Rate bintang lima yah.

__ADS_1


__ADS_2