
Sore hari tiba dengan sangat cepat di mana Diana menjalani aktivitas baru nya di sekolah nya ya latihan pengisi acara berpasangan. Kini Diana tidak mau terlambat diri nya sudah siap dengan pakaian yang telah di beritahu oleh pak fajri menggunakan pakaian bebas asal tidak asal asalan.
Kini Diana hanya tinggal menunggu Arya yang akan menjemput nya namun sudah lebih dari pukul 4 sore Arya belum juga menjemput Diana sampai sekarang.
Pov Arya
" pak kayak nya Diana gak datang deh " ujar ku pada pak fajri yang kini masih menunggu Diana datang
" emang Diana kayak kamu yang suka main game sampai tidur " ucap pak fajri mulai kembali membanding banding kan mereka berdua
" serah deh pak " ucap ku lalu beralih ke ponsel yang berada di gengaman ku, ku buka aplikasi whatsapp dan di sana terdapat banyak sekali pesan dari Diana seketika Aku teringat jika saat di kantin siang tadi aku akan menjemput Diana tapi sampai sekarang aku tidak menjemput nya bahkan aku sudah sampai di sekolahan pukul 4 sore tadi
" pak saya cari Diana dulu ya pakb" pamit ku pada Pak fajri,
" hemm, cepat cari sampai ketemu juga drngan penghulu nya " ucap pak fajri bercanda
" bapak bisa aja saya pergi dulu " ucap ku lalu beralih ke motor yang biasa ku naiki saat ke sekolah juga dengan hari ini
Membelah jalan yang ku lakukan sekarang mencari alamat rumah Diana dengan cepat tak mau terkena masalah kembali karena kelupaan ku yang sudah terkalut.
Dengan perlahan ku menekan tombol di rumah Diana dengan perasaan was was aku menunggu terbuka nya pintu dan terbukalah pintu dengang terlihat lah seorang gadis cantik dengan baju polos dan celana panjang dengan wajah cemberut.
" lama amat sih lo ketiduran lagi ya " ucap nya tak lain orang yang ku cari Diana orang yang berada di hadapan ku sekarang
" buruan lo udah di tunggu pak fajri di sekolah " ucap ku dengan cepat meraih helm yang ada di motor ku sengaja ku bawa motor ku ke dekat pintu rumah agar cepat membawa Diana ke sekolah
" kok bisa lo tau " tanya Diana yang sekarang menaiki motor ku yang tinggi membuat Diana susah menaiki nya. Aku mengendong Diana lalu mendudukan nya di atas motor dengan hati hati lalu giliran aku maniki motor dan bersiap melaju ke sekolah
selama perjalanan aku mendaptkan omelan dari Diana yang sungguh meyebalkan namun aku hanya bisa mendengaran dengan penuh rasa kesal pada Diana hingga sampai di sekolahan Diana masih saja terus marah marah pada Arya.
" ni pak Diana nya " ucap ku pada pak fajri yang kini melihat kami berdua dengan tatapan aneh
" kenapa gak bawa penghulu nya " tanya pak fajri
" emang kenapa pak? " tanya Diana bingung kepada pertanyaan pak fajri yang ngawur
" kita jadi latihan gak pak " tanya ku, walau aku tau waktu nya telah terbuang lama sekali namun aku ingin memastikan
" jadi dong " ucap pak fajri dengan semangat lalu ia berjalan meninggalkan mereka namun aku dan diana tau jika pak fajri menginginkan kita untuk mengikuti nya
" aduh pak masak kita latihan nya di sini sih kan pengap " protes Diana saat mereka semua telah sampai pada tempat yang jarang di lalui oleh murid murid yaitu gudang tempat debu berterbangan di mana mana.
" gpp, di sini kan sepi jadi gak ada yang akan denger suara kalian yang cempreng.
' kalau sura kita cempreng kenapa bapak ikut kan lomba ' kata ku dalam hati dengan kesal nya
" ayo kita mulai latihan jya keburu malam " ucap pak fajri
__ADS_1
pov Arya off
kini latihan telah selesai dan waktu nya Diana dan arya pulang ke rumah masing masing lalu beristirahat dengan santai sembari memakan makanan yang sangat enak saat berada di rumah yang membuat semua rindu akan masakan rumah.
Diana kini tepar di dalam kamar nya bahkan didinya belum sempat mengganti pakaian nya yang sudah bau keringat akibat pengap nya tempat latihan nya.
" mama Diana capek " ucap Diana dengan lemas nya membalik badan nya untuk membenarkan posisi nya yang tidak baik
" kalau capek istirahat " ucap seseorang yang terdengar tidak asing lagi suara terssbut di telinga Diana
" mama, kapan pulang nya " ucap Diana gembira saat mendapati mama nya berada di kamar nya
" baru saja, mama sangat kangen sama kamu " ucap mama Diana dengan membalas pelukan Diana yang sudah melingkar di pinggang mama nya
" Diana juga kangen sama mama " ucap Diana dengan manja nya itulah sifat nya yang tidak pernah berubah dari dulu sifat manja nya saat bersama mama dan papa nya
" papa ikut gak " tanya Diana yang masih setia dalam pelukan hangat mama nya yang sangat Diana rindu kan
" ikut, papa ada di bawah sama kakak mu " jelas mama sembari merenggangkan pelukan nya
" mama nanti balik ke desa ma " tanya Diana sedih
" tidak, mama akan tinggal di sini mungkin 2 minggunan " ucap mama yang menyadari raut wajah Diana yang berubah secara dadakan seperti tahu bulat.
" nanti mama tidur sama Diana ya " pinta Diana dengan wajah melas nya yang akan memperdayai mama nya
" oke, mama ke bawah dulu ikut papa "
" iya, sayang " ucap mama sambil mengulum senyum dengan tangan mengecup puncak rambut Diana
Mama pergi keluar dari kamar diana dengan senyum manis nya yang tak memudar, hari ini Diana sangat senang mama dan papa nya datang di waktu yang tepat di mana diana sedang bad mood dan jiga Diana hari ini sangat lelah.
" mandi dulu ah " ucap Diana langsung berlari ke kamar mandi
" pa, gimana Faresta mau kan " tanya mau mama pada papa saat mama telah duduk di samping papa
" emm, gimana ya ma " ucap papa ragu
" gimana? " tanya mama kembali untuk meminta jawaban
" faresta gak mau ma " jawab papa
" padahal mama ingin sekali faresta mau " ucap mama berharap namun harapan nya telah hilang dalam sekejap
" emang kenapa dengan kak faresta " tanya Diana yang tiba tiba duduk di samping papa nya dan bergelayut manja dengan sang papa
" jadi gini Diana "
__ADS_1
Fhals back
Papa dan mama sampai di rumah di mana Diana dan kakak kakak nya tinggal mereka berdua sudah mengabari semua namun tidak dengan Diana sengaj Diana tidak di beri tahu agar diri nya merasa senang dan terkejut nanti nya.
" papa mama udah sampai " ucap talka/faresta yang kini berada di depan pintu
" kamu gimana sih orang papa sama mana udah di sini ya artinya udah sampai lah " ucap papa dengan memukul kepala faresta pelan
" aduh pa " keluh talka/faresta kesakitan
" masuk yuk ma " ajak papa pada mama tanpa memperdulikan faresta/talka yang kesakitan, walaupun papa memukul talka/faresta pelan namun rasa sakit nya sama dengan kejatuhan buah durian di kepala faresta / talka
" faresta ayo masuk " ajak mama pada talka dengan suara lebut khas seorang ibu
Talka menuruti ucapan mama nya dengan memasuki rumah di mana ia di besar kan oleh orang yang tadi ber bicara dengan diri nya.
Mereka sampai pada ruang keluarga yang hanya ada mereka bertiga sedangkan Diana tengah di dalam kamar nya sehabis pulang dari latihan.
" mama ke kamar diana dulu " ucap mama segera beranjak dari tempat nya berdiri menuju kamar Diana setelah mendapatkan anggukan dari kedua orang yang bersama mama.
" ada apa sih pa? " tanya talka pada papa nya
" gini kamu mau kan nerusin perusahaan papa " ucap papa dengan meminta kwpada faresta
" pa resta udah bilang resta gak mau megang perusahaan, oke " tolak talka dengan mencoba mengatur emosi nya.
Memang benar faresta tidak mau memagang perusahaan papa nya karena faresta telah memiliki pendidikan yang telah ia perjuangkan untuk menggapai cita-cita nya faresta mengingunkan menjadi dokter karena itu juga diri nya kuliah di kedokteran bukan di ahli bisnis. Itu sulit untuk faresta jika ia tidak mengerti tentang perbisnisan namuj ia harus menjadi pembisnis sulit itu sungguh sulit untuk di jalani.
Sudah berkali kali papa dan mama faresta membujuk faresta dengan berbagai cara agar biasa mengantikan posisi kak Akhazia yang kini sedang memagang perusahaan papa nya, namun itu tidak cukup untuk papa.
Hal ini lah yang membuat faresta belajar dengan giat dengan alasan bisa menghindari bujuk membujuk yang akan terus di lakukan mama dan papa nya juga karena faresta ingin menjadi dokter impian nya.
" tapi faresta mama mau kamu jadi penerus perusahaan papa setelah kak Akhazia " bujuk papa pada talka yang masih mencoba menahan amarah nya gar tidak meledak dan berakhir mamarahi papa nya sendiri
" cukup pa faresta punya cita-cita yang harus faresta gapai bukan hanya menuruti kemauan papa sendiri, pa faresta punya perasaan jika papa terus membujuk faresta untuk menjadi penerus perusahaan papa faresta akan menganggap papa hanya ingin kesenangan papa tanpa memikirkan perasaan faresta dan juga cita cita resta !!" ucap talka mempertegas ucapan nya agar papa dan mama nya tidak melakukan hal itu terus kepada talka.
Papa hanya diam tanpa berbicara papa termenung dengan ucapanfaresta yang langsung menusuk ke hati papa yang kecil itu yang hanya muat dengan sang mama di hati.
" cukup pa, faresta gak akan nyakitin papa dan papa harus ingat faresta punya cita-cita yang harus faresta gapai " ucap talka lalu meninggalkan papa nya yang masih tertunduk lesu dan sedih .
fals back of
" jadi kak faresta gak mau nerusin perusahaan papa " ucap Diana
" iya, mama dan papa ingin ada yang menerusin " ucap mama
" yaudah biar Diana aja yang nerusin " ucap Diana mencoba membangkitkan semangat di jiwa papa dan mama nya yang rapuh akibat ucapan yang Talka ucap kan pada papa Dan Di ceritakan pada mama.
__ADS_1
bersambung........
jangan lupa. like, komen, and, vote