
Gadis itu berlari meninggalkan kamar mandi karena sudah babak belur, "Aku akan membuat mu menyesal Diana." gumam nya sebelum pergi.
"Yah, kok lari sih gua kan belum puas mukul nya. "ucap Diana melihat gadis itu kabur, rasa senang nya telah memukul seseorang membuat Diana senyum-senyum sendiri seperti orang gila.
"Kemana ya? Kekantin aja lah mau jajan gua. "ucap Diana yang berjalan keluar dari kamar mandi menuju kantin sekolah, mana mungkin Diana kembali ke kelas jika pak guru sendiri yang menyuruh Diana keluar.
Sesampainya di kantin ternyata bukan hanya Diana saja yang berada disana namun juga ada seorang gadis yang memiliki wajah mirip dengan dirinya, kalau gak salah sih nama nya Dina.
"Bu, jus jambu nya 1." ucap Diana pada penjual jus.
"Loh, neng Diana kok disini emang gak belajar?. "tanya Bu Yuyun, penjual jus yang sudah sangat mengenal Diana meski sudah 1 bulan tidak melihat Diana.
"Hehe, dihukum bu. "jawab Diana memamerkan deretan giginya yang kecil-kecil namun lucu.
"Kok bisa dihukum? Emang neng Diana ngapain?. "tanya bu Yuyun sembari menyiapkan pesanan Diana sekalian mengajak Diana ngobrol biar gak vosan nunggu pesanan nya.
"Gak sengaja bikin siswi terluka. "ucap Diana sambil mengambil satu gorengan yang masih hangat didalam wadah.
"Ini neng. " Bu Yuyun memberikan segelas jus jambu kepada Diana, dan Diana pun mengambil.
"Makasi, bu. "ucap Diana sembari memberikan selembar uang pada bu Yuyun.
Diana membawa segelas jus jambu sembari berjalan dengan celingukan mencari sosok gadis yang mirip dengan dirinya tadi, Diana pikir dia hanya sebentar lalu kembali kekelas.
"Cari gue ya?. "ucap Seseorang tepat ditelinga Diana, hampir saja gelas yang Diana pegang terjatuh.
"Siapa sih, bikin jantungan aja. "kesal Diana berbalik melihat siapa yang berani mengejutkan nya.
"Gue, Dina. Ngomong-ngomong wajah kita kok bisa mirip yah? Apa jangan-jangan lo operasi plastik biar Arya suka sama lo?. "tanya nya beruntun, memojokan Diana. Yang dipojokan hanya santai sembari menikmati segelas jus jambu.
"Iya, kenapa gak suka?. "tanya Diana masih dengan santai nya menyetus sedotan plastik.
__ADS_1
"Bedebah!!! Si*lan!!." teriak Dina ingin menampar Diana namun belum sempat mengenai pipi mulus Diana tangan milik Diana lebih dulu melesat mengenai pipi Dina.
"Berani nya lo pakek wajah gue, si**a!!!." teriak Dina sembari memegangi pipi nya yang teras panas dan juga nyeri.
"Lo, cuma ngomong. Emang puny-... " ucapan terpotong saat dirinya mendengar bel istirahat berbunyi, dengan langkah cepat Diana meninggalkan kantin menuju parkiran sekolah.
"Gua pulang aja lah, males disini. "ucap Diana lalu mengeluarkan ponsel dari saku nya untuk memesan taksi online.
Setelah menunggu beberapa menit taksi yang Diana pesan kini sudah tiba, Diana memasuki taksi dan taksi pun melaju menurut alamat yang Diana tuju.
Dikantin
Arya dkk dan Rellia memang keluar lebih dulu untuk menuju kantin seperti yang Rellia bilang, "Jika Diana marah dia akan ke kantin lebih dulu. "seperti itulah ucapan Rellia sebelum nya.
Sesampainya dikantin wajah Arya,Rellia, Kocil, serta Coki Menggerut mencari sosok yang bernama Diana dikantin tersebut namun yang mereka jumpai bukan lah Diana melainkan Dina, gadis yang memiliki wajah seperti Diana.
"Lah Diana nya mana? Disini cuma ada Si Dina aja. " ucap Kocil celingukan mencari sang pemilik nama yang baru saja ia sebut, namanya Diana loh ya bukan Dina yang Kocil maksud, hehehe.
Arya berjalan meninggalkan teman-teman menuju kearah Dina yang kini terduduk sembari melipat kaki untuk menyembunyikan wajahnya dikaki.
Arya berjongkok menghadap Dina, "Dina lo kenapa?. "tanya Arya menatap bingung dengan Dina yang terduduk dilantai kantin.
Dengan gerakan cepat Dina mengangkat kepala nya menatap Arya didepan nya hingga merekahnya senyum senang dibibir.
"Lo kenapa, habis nangis? Siapa yang bikin lo nangis?. "tanya Arya mengusap lembut pipi Dina, Arya tak bisa kasar dengan Diana karena wajah mereka mirip Arya pikir jika menyakiti Dina berarti dirinya juga menyakiti Diana.
Astaga, Arya lo tuh orang nya gimana sih. Kesemua orang diperhatiin mana yang dipertahatiin cewek lagi, bisa gawat kalau ada Diana. Batin Arya geram ingin sekali rasanya menarik Arya lalu mengurung nya dikamar biar gak liar kek gini.
"Diana.... Diana bilang gue operasi plastik mirip wajah nya biar bisa deket dengan lo, tapi kan gue gak operasi plastik sama sekali...hiks... Hiks. " ucap Dina dengan sesekali menuangkan air mata buaya miliknya.
Gila, bener tuh Dina pakek nuduh Diana segala. Mana mungkin Diana bilang kek gitu. Batin Relia tidak terima sahabat nya dituduh tanpa bukti dan hanya pakai mulut saja.
__ADS_1
"Ini pipi lo bengkak?. "ucap Arya melihat pipi kiri Dina membengkak karena tadi Diana yang menampar akibat mulut sok tahu milik Dina itu.
"Diana nampar gue hiks... Arya ini sakit... Hiks. "ucap Dina pura-pura menangis agar mendapatkan rasa simpati Arya seperti apa yang ia inginkan.
"Kita ke UKS." ucap Arya membangunkan Dina dari duduk nya lalu menuntun menuju UKS.
Di lain tempat
Disana terlihat seorang gadis tengah tersenyum puas melihat akting Dina yang sungguh memuaskan untuk nya.
"Akting mu sungguh hebat Dina, tapi Arya hanya milik ku. Setelah Diana tersingkirkan giliran kau lah yang akan ku singkirkan, terima kasih atas jasamu. Hahaha!!. " ucap nya menyeringai lalu pergi dari tempat persembunyian nya.
Kembali ke Rellia dan Arya Dkk.
"Eh.. Kalian ngerasa aneh gak sih?. "tanya Rellia sembari duduk ditempat duduk dekat dengan tempat mereka bertiga berdiri.
Kocil ikut Rellia duduk disamping Rellia sedangkan Coki duduk didepan Rellia sembari menatap bingung Rellia atas pertanyaan.
"Aneh gimana Rell?. " tanya Coki penasaran, inilah Coki dengan rasa penasaran tujuh turunan gak habus habis, hihihi.
"Masak Diana bilang kek gitu keDina, aku aja yang jadi sahabat aja enggak tau. Diana juga gak main rahasia-rahasian . "ucap Rellia bingung akan perkataan Dina bahwa Diana menuduh Dina.
Rellia menutupi kebingungan dengan memesan makanan serta minuman agar otak nya kembali dingin, selesai memesan Rellia kembali dengan nampan ditangan nya yang sudah terisi makanan dan minuman pesanan nya.
Kocil menatap nampan yang di tangan Rellia dengan air liur menetes sangking lapar nya, suruh siapa debat terus mana udah dikantin gak pesen makan ya rugi dong.
Rellia duduk menjauh dari Kocil takut makanan nya diambil Kocil yang seperti singa lapar.
"Ngerasa janggal ama ucapan Dina, menurut gue sih ya gue yang sebagai sahabat nya Diana sangat ngerti gimana Diana itu. " ucap Rellia menspoiler Coki dan Kocil yang membuat bingung dengan ucapan Rellia.
Bersambung.......
__ADS_1
Makasih udah mau baca dan nunggu up.
Jangan lupa, Like, Komen, Vote, Rate bintang lima ya 😉