Diana & Arya

Diana & Arya
tiga puluh


__ADS_3

Mbh minah menyerngitkan dahi nya lalu bertanya.


" kemana? " tanya mbh minah, salah Diana tidak memberikan alasan saat pamit tadi dapat pertanyaan deh.


" cari makan mbh sama hirup udara malam " jawab Diana tersenyum ke arah mbh minah.


Mbh minah menjawab dengan anggukan kecil lalu menutup mata, seperti nya mbh minah kelelahan hingga ngantuk menyerang nya, Diana berjalan perlahan hingga membuka pintu dengan hati-hati agar tidak menganggu mbh minah yang istirahat.


" mau kemana? " tanya seseorang di belakang Diana menatap Diana keluar dari ruang rawat mbh minah.


" kepo! " jawab Diana berlalu meninggalkan pria di belakang nya yang kebingungan dengan ucapan Diana yang asing.


Diana mencari sebuah warung atau tempat makan lainnya yang penting terdapat makanan di tempat itu, mendudukan diri di tempat yang telah di sediakan lalu memesan makanan yanga ada di tempat kini Diana berada.


" bu..!! "panggil Diana pada menjual di tempat itu.


" ya, nduk pesan apa? " tanya nya menghadap Diana karena memilik warung itu melihat Diana yang seperti nya orang kota ia mengganti bahasa nya agar mengerti.


" ada apa aja bu? " tanya Diana


" banyak nduk, ada nasi goreng, ayam goreng, bebek goreng, nasi kuning, masakan padang......." jelasnya panjang lebar menjelaskan semua makanan yang ada di warung itu.


" pesan apa? " tanya wanita paruh baya itu.


" nasi goreng aja, yang pedes ya bu.."ucap Diana dengan senyum tersirat di bibir nya.


" ya, " jawab nya lalu pergi setelah memberikan senyum ramah ke arah Diana.


Sembari menunggu pesanan nya Diana melihat sekeliling dan tanpa ia sadari tempat yang kini di tempati telah ramai membeli dari berbabagai bahasa terdengar di telinga nya.


Tiba-tiba seseorang duduk di samping Diana tanpa seizin nya, dengan tatapan kesal yang tertampang jelas di wajah cantik nya.


" siapa yang suruh lo duduk " ucap Diana dengan kekesalan yang enggan menatap pemilik tubuh itu.


" aku " jawab nya santai lalu memesan makanan yang sama dengan apa yang di pesan Diana.


" ikut ikut " gumam Diana mencibir.


" biar sama " jawab nya mendengar gumaman Diana.


Tak berapa lama pesanan Diana datang sedangkan orang yang di samping nya masih belum datang, dengan cepat Diana melahab nya agar sesegera pergi dari tempat ini.


Namun, belum sampai habis Diana telah kehilangan mood makan nya karena orang di samping nya menatap Diana membuat rasa mual muncul.


" ngapain sih lo?! " ucap Diana kesal sambil menyudahi acara makan nya.


" kok udah? " tanya nya belum puas melihat wajah Diana hingga sang pemilik kesal.

__ADS_1


" bodo!! " jawab Diana kesal sembari beranjak dari duduk nya menuju tempat pembayaran, pria di samping nya ingin ikut karena pesanan nya telah tiba.


Merasa bebas Diana segera menyelesaikan pembayaran nya lalu pergi ke taman rumah sakit itu, Diana tak mengetahui jika rumah sakit itu milik keluarga Arvin karena Arvin juga tak memberi tahu bahkan mbh minah pun tak tau.


Sesampainya di taman mata Diana berbinar milihat keindahan taman yang terdapat air mancur berada di tengah tengah taman itu menambah keindahan taman itu juga dengan bunga bunga yang mekar dan memiliki bau harum.


" taman yang indah " gumam Diana senang baru kali ini Diana melihat taman yang bersih dan sejuk udara nya tanpa polusi kotor.


Duduk santai sembari menghirup udara yang segar Diana melihat lampu kelap kelip menyala menghiasi pohon yang menjulang Tinggi.


" hallo " sapa seseorang sembari duduk di samping Diana, wajah Diana berubah menjadi kesal kembali.


" ngapain ngikutin gua " ucap Diana kesal tanpa memperhatikan oranf yang duduk di samping nya.


" saya tidak ngikutin kamu " jawab nya kebingungan karena ia baru saja mendapati Diana duduk di taman sini.


" hah, lo bilang gak ngikutin gu... " ucap nya terpotong saat mata nya menatap seorang pria di samping nya.


Tatap nya Kebingungan dengan ucapan Diana.


" lo siapa? " tanya Diana salah orang ia pikir orang yang duduk di samping nya adalah Arvin yang tadi di warung makan.


" saya Gavin, kamu siapa? " tanya Gavin mengulurkan tangan nya.


" Diana salam kenal " ucap Diana menyambut tangan nya dengan senyum tersirat di bibir nya.


" ya, aku Diana " ucap Diana menatap Gavin bingung.


" kenal aku gak? " tanya Gavin


" kenal " jawab Diana


Wajah Gavin berubah senang.


" siapa saya? "


" Gavin " jawab Diana bingung, nama sendiri tanya. Batin Diana


" ya, saya tau nama saya Gavin. Apakah kamu pernah bertemu dengan saya? " tanya Gavin


Diana tampak berfikir sejenak mencari memori yang bertumpuk tumpuk di otak Diana dahi nya menyerngitkan.


Lalu menjawab" tidak" jawab Diana memang benar karena baru kali ini dia bertemu Gavin namun tampak nya Gavin mengenal nya hingga bertanya seperti itu.


Gavin hanya ber-oh-ria menanggapi jawaban Diana, tiba-tiba seorang pria datang memanggil Diana," Diana" panggil nya lalu menatap Gavin yang duduk di samping Diana dengan tatapan tidak suka.


" hmm, ada apa? " tanya Diana kesal bagaimana tidak, melihat pria di sepan nya membuat mood nya rusak apa lagi acara makan nya tadi sungguh perusak siapa lagi kalau bukan Arvin tetangga mbh minah.

__ADS_1


" mbh minah cari kamu " ucap Arvin menyampaikan tujuan nya Mencari Diana.


" astaga!!, lupa gua kan mau mbh minah mana ini udah malam lagi" batin Diana berkata dengan sumpah serapah.


Diana pamit pada Gavin juga dengan Arvin untuk kembali ke rumah sakit di mana mbh minah berada setelah pamit kini tinggal dua orang pria yang saling bertatapan dengan tidak suka.


" ngapain lo duduk sama Diana?!" tanya Arvin tidak suka akan Gavin yang duduk di samping Diana apa lagi dengan akrap nya.


" suka-suka gua lah " jawab nya lalu pergi meninggalkan Arvin yang kesal menatap punggung Gavin.


Setelah itu Arvin juga segera balik ke rumah sakit karena waktu yang sudah malam dirinya harus menjaga Diana juga mbh minah yang kini di rawat.


----------


Di kamar rawat


Diana tengah meluapkan kekesalan nya dengan bercerita pada mbh minah, mbh minah mendengar cerita Diana menganggap nya sebagai nina bobo nya karena itu sangat menghangatkan jiwa nya.


" mbh minah tidur dulu ya, Diana juga mau tidur " Ucap Diana lembut dengan tangan bergerak menyelimuti tubuh mbh minah sampai leher.


Mbh minah pun menurut dengan mulai menutup mata hingga terlelap karena memang sudah lewat jam tidur nya karena acara bercerita nya Diana,


mbh minah tak ingin terlelap sebelum cerita itu selesai hingga membuat nya agar terjaga.


Diana mulai menata kasur lipat yang tadi nya telah di Bawa oleh supir Arvin, setelah selesai Diana membaringkan tubuh nya hingga menatap langit langit ruang itu yang bernuansa putih tanpa warna, sebenarnya Diana tidak suka dengan


rumah sakit karena bau obat obatan serta banyak nya penyakit namun jika harus menjaga mbh minah Diana menutupi rasa tidak suka nya


dengan sering sering ke taman menghirup udara segar agar hidung nya bersih dari bau obat walau taman saja masih tercium bau rumah sakit.


Tak perlu waktu lama Diana juga terlelap dalam pikiran nya akan kerinduan suasana rumah nya serta bertemu dengan sahabat nya dirinya tak tau berada


pada desa apa? Dan di kota apa? Serta bagaimana dirinya kembali? Pikiran itu membuat Diana kadang merasa sedih juga senang.


Malam itu malam pertama Diana tidur di rumah sakit menjaga seseorang yang telah ia anggap sebagai orang tersayang nya lagi pula mbh minah telah menolong nya


jadi tidak ada salah nya jika Diana membalas walau hanya menemani di rumah sakit.


Bersambung.......


Jangan lupa tinggal kan jejak kalian.


Like


Komen


Vote

__ADS_1


And favorit yah. Papay jumpa lagi di bab selanjutnya 😘


__ADS_2