Diana & Arya

Diana & Arya
sembilan


__ADS_3

acara telah selesai dengan rasa dag dig dug yang bersarang di dada diana, diri nya masih gugup saat ia berteriak menggunakan mic dan juga diana kesal kenapa harus Arya yang menjadi pasangan pengisi acara nya bukan Rellia saja.


di saat diana turun dari tangga dirinya sudah di serbu para fans Arya yang kecentilan, Diana yang turun duluan harus terkena tamparan dari tangan kotor para cewek yang berebutan untuk menemui Arya yang di belakang diana.


' kenapa hari ini sungguh sial bagi ku '


" na... " teriak Rellia dari belakang fans Arya


" eh, lo " kata Arya dengan merangkul diana dari belakang


" ih... apaan sih lo "


" udah diem aja " ucap Arya


diana pasrah di perlakukan oleh Arya semau arya sendiri, Diana mengerti arya seperti itu hanya ingin menghindar dari cewek cewek itu mungkin Arya tidak menyukai yang seperti itu. Arya suka gue kali ya, ucap diana dalam hati dengan PD nya.


" lo jangan baper ya, gue kayak tadi hanya mau hindar dari monster gila aja " ucap Arya memberitahu diana.


" ya ya gue tau " ucap diana lalu berjalan pergi menuju dimana rellia berada saat memanggilnya tadi.


" eh, tunggu. btw makasih " ucap nya sebelum diana berjalan semakin menjauh


diana mendengar ucapan Arya semakin di buat melayang tinggi diana tidak takut jatuh nanti Arya lah yang akan menangkap nya.


" hei, lo gila na... setelah jadi pengisi suara " tegur Rellia yang melihat diana berjalan mendekati nya dengan senyum senyum sendiri membuat Rellia merinding.


" tuh kan gila beneran deh lo na " ucap Rellia kembali saat diana tidak mengubris ucapan nya.


" NA..!! " teriak rellia tepat di telinga diana saat dian mendekati nya.


" ARYA GANTENG!!! " teriak diana dengan keras hingga orang yang berlalu lalang di dekat nya mendengar nya lalu menertawakan diana.


" hih, rellia ganguin aja " kesal diana dengan tangan menarik rellia ke tempat yang sepi.


" lo kenapa sih na? " tanya rellia


" oo... apa jangan jangan lo suka ya sama si anak baru itu " tebak rellia dengan memincingkan mata nya dengan penuh selidik

__ADS_1


" apaan " ucap diana masih belum fokus dengan rellia


" bener kan lo suka sama Arya si anak baru itu " ucap rellia kembali dengan menyenggol siku diana dengan jahil


" hih, sok tau aja " ucap diana dengan pipi yang bersemu merah pertanda diri nya sangat malu dengan pertanyaan rellia


" tenang gue gak akan rebut kok, gue kan udah punya pak tampan " ucap rellia dengan sedikit menghayal


" ya ya, kita pulang gue dah capek " ucap diana kembali seperti biasa dirinya tidak suka dengan cowok namun aneh nya ia sangat dekat dengan satu cowok yang memiliki nama Arya Damian Evano.


sesampainya Diana di rumah ia memasuki rumah dengan senyum yang sama saat diri nya di tegur Rellia, senyum menghayal.


" pulang senyum senyum dah kayak orang gila aja lo " ucap Talka yang berada di dekat pintu masuk rumah rencana nya sih mau ngagetin diana karena diana udah kayak orang gila takut nya tambah gila nanti.


" aelah gak di dengerin gue " ucap talka lalu beranjak dari tempat nya berdiri dengan mengikuti kemana diana berjalan.


" ni anak beneran gila apa udah senyum senyum sendiri, jalan aja masih remidi " ucap talka geleng geleng kepala setidak nya kalau orang gila, gaya jalan nya seperti model papan kayu gitu.


Diana menaiki tangga dengan perlahan masih dengan talka di belakang nya, sampai di pintu kamar diana telah tersadar jika diri nya sudah terlalu larut memikirkan Arya orang yang baru diana kenal.


" kenapa gue mikirin Arya terus sih " ucap diana lalu memasuki kamar tanpa menyadari jika ucapan nya terdengar oleh talka seorang.


di rumah Evano


" ma,pa " panggil Arya di dapur yang tengah mengambil air dingin di lemari es karena sedari tadi berteriak tidak jelas di atas panggung membuat tenggorokan nya kering.


" apa sih arya, teriak teriak gak takut apa tenggorokan itu jadi tandus " tegur kakak sepupu arya yang hari ini tengah bermain di rumah nya.


" semua orang pada kemana " tanya arya


" tante lagi arisan terus om lagi ketemu klien " jawab nya


tanpa menjawab arya pergi ke kamar nya karena memang arya tidak dekat dengan kakak sepupu nya. Sesampainya arya di kamar diri nya malah asik main game hingga lupa akan tugas yang pak fajri berikan kepada nya.


Di sore hari Arya yang tertidur di depan layar game nya terbangun dan berjalan ke kamar mandi dengan sempoyongan akibat belum terkumpul nya semua ke sadaran nya.


" arya.... Arya di depan ada pak fajri kata nya ada perlu sama kamu " teriak sepupu arya dari luar kamar namun masih tetap arya mendengar nya bahkan dirinya kini sudah selesai mandi dan tengah memakai pakaian saat mendengar nama pak fajri di sebut.

__ADS_1


'Mati lah aku' ucap arya dalam hati mengutuki diri nya sendiri akibat ke lupaan diri nya saat ada tugas dari pak fajri yang paling tampan.


" hallo, pak " sapa Arya dengan hati yang tak berhenti nya berdoa supaya pak fajri tidak menghukum nya namun memperlakukan diri nya seperti kucing peliharaan pak fajri sendiri.


" hallo, aray gimana kabar nya " tanya pak fajri


" baik pak, gimana kabar bapak " tanya arya balik walau sebenar nya diri nya enggan melakukan nya.


" baik, jadi gini nak aray kamu kan dapat tugas dari bapak buat latihan menjadi pengisi suara bersama diana di sekolahan tapi kamu lupa jadi bapak datang ke sini " jelas pak fajri, membuat keringat dingin mengucur di kening Arya tanpa di suruh.


" bapak gak hukum kamu tapi bapak- " lanjut pak fajri yang terpotong akibat gembira nya arya saat diri nya tidak di hukum membuat pak fajri melirik sinis ke arah arya.


" maaf pak, silahkan di lanjut " ucap arya malu dan juga takut karena terkena lirikan sinis dari pak fajri


" tapi bapak minta tolong anterin bapak ke rumah nya diana ya " ucap pak fajri yang langsung mendapatkan penolakan dari arya.


" gak bisa pak arya ada acara keluarga sebentar lagi " ucap arya berbohong namun terdengar hingga ke telinga kakak sepupu nya yang langsung menghancurkan rencana nya untuk menolak.


" arya tidak ada acara apapun pak hari ini " ucap kakak sepupu arya dengan sopan pada pak fajri


" arya tolong bantu bapak " pinta pak fajri


" arya pak guru mu meminta tolong jadi jangan di tunda lagi ayo bantu pak fajri " ucap kakak sspupu arya


' masalah nya gue harus ke rumah si cewek itu sama pak fajri nanti di kira gue mau nglamar lagi, ogah banget gue ' kata hati arya


Namun arya tak bisa menolak arya pun menerima permintaan tolong pak fajri dari pada kena hukuman yang berat walau ini saja sudah sungguh berat.


Arya menaiki motor dengan membonceng pak fajri karena pak fajri ke rumah nya menggunakan taksi.


Di rumah diana


Diana kini tengah berendam air hangat di kamar mandi nya agar lelah yangenyelimuti tubuh nya menghilang di gantikan rasa segar.


bersambung.....


terima kasih sudah membaca jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian.

__ADS_1


vote, like and komen


__ADS_2