
Mata Diana tak berpaling dari satu tempat yang menurutnya indah juga sangat cocok dengan perasaan nya yang kesal ini, tanpa basa basi Diana langsung berlari menuju tempat itu sebelum tuyul menyebalkan melihat dirinya.
"wah... Indah. " ucap Diana kagum dengan danau didepan nya dengan pohon meneduhkan disamping danau itu sungguh tempat yang indah bukan hanya bisa mencari ikan namun juga bisa menenangkan hati dalam keadaan buruk.
Tiba-tiba Diana teringat dengan novel nya yang sudah satu bulan ini tak ia lanjutkan padahal ia ingin membuat danau seperti ini didalam novel nya.
"Aaaa... Kenapa juga gua tersesat gak bawa hp sama buku novel gua sih!! "teriak kesal Diana.
Setelah puas berteriak Diana merebahkan diri diatas rumput hijau yang nyaman sekali jika terpijak kaki seperti terapi walau Diana tak pernah merasakan apa itu rasa diterapi.
"Ah... Sungguh tempat yang indah, kalau saja aku bisa membawa mama,papa,kak Talka, Rellia dan juga Arya. Pasti sangat menyenangkan. "ucap Diana sendu menatap langit yang cerah tanpa awan hitam menutupinya, berharap ada sebuah keajaiban ia bisa kembali pada keluarga nya seperti sedia kala.
" Sial. Siapa yang membuat kecelakaan itu!! "marah Diana jika kecelakaan itu tidak terjadi mungkin Diana tengah berbaring dikasur nya sembari curhat dengan mama yang saat ini Diana rindukan.
"tidak ada kecelakaan tanpa sebab, lalu apa sebab kecelakaan waktu itu?? Pak Fajri tak mengantuk bahkan kami bertiga berbincang aku juga mendengar bahwa pak Fajri adalah mantan supir, lalu kenapa pak Fajri tak bisa melakukan apa-apa?? Aku juga melihat raut wajah pak Fajri yang terkejut ketika dia berusaha mengendalikan mobil dengan sempurna??. " Diana mengingat kembali pasca sebelum kecelakaan itu terjadi sesekali Diana mengerutkan dahi tak mengerti dan juga merasa aneh dengan mobil yang waktu itu ditumpanginya.
"kenapa aku berpikir mobil nya aneh, seperti ada yang salah dengan mobil itu?? Ah.. Sudah lah ngapain juga dipikirin toh orang aku saja udah terdampar didesa ini. " ucap Diana tak kembali memikirkan hal itu lagi tapi rasa penasaran masih ada dipikiran nya.
Diana memutuskan untuk kembali kerumah mbh Minah setelah cukup lama berada ditempat indah itu yang Diana namai Aurellia, Diana meminjam nama Rellia ya siapa suruh namanya bagus jadi Diana pakai lagi pula cocok dengan danau yang ia temukan.
Tanpa Diana sadari sedari tadi Diana diperhatikan oleh seseorang berbaju hitam yang memegang kamera ditangan nya.
Dikamar milik Arya seorang laki-laki duduk didepan komputer yang tergambar jelas seorang gadis yang tengah mengucapkan suatu kata yang kini tengah Arya laki-laki didepan komputer, Arya tengah mendengarkan dengan seksama ucapan gadia itu bahkan Arya hingga tersenyum sendiri, entah apa yang lucu.
"benar, aku akan mencari orang yang telah membuatmu jauh dari ku Diana. " ucap Arya dengan senyum tersemat diwajah nya namun belum sempat senyum itu berkembang dengan sempurna Arya telah dibuat kesal dengan perbuatan orang yang berada dikomputer milik nya.
__ADS_1
"berani nya dia mau bersaing dengan seorang Arya Damian Elvano!! "marah Arya namun sebisa mungkin ia menahan nya sebelum dirinya mencari tau siapa yang telah membuat mobil yang ia tumpangi mengalami kecelakaan.
"Arya dibawah ada nak Arzi!! "teriak mama Arya dari luar kamar yang lalu dijawab Arya, Arya menuruni anak tangga sembari memperhatikan kocil yang duduk menatap nya dari atas tangga.
"ada apa?? "tanya Arya pada kocil.
"Ar.. Kecafe yuk sekalian sama Dina. " ajak kocil bersemangat namun tidak dengan Arya yang hanya diam menatap wajah kocil yang nampak senang.
"lo suka sama Dina cil?? "tanya Arya menebak memang sih kocil akhir akhir ini sangat dekat dengan Dina bahkan sering pulang bersama.
"heh... Emang gue apaan yang suka dua cewek, gue gak lupa kali sama Rellia my honey!! "ucap Kocil menatap Arya kesal bagaimana bisa Arya langsung menyimpulkan seperti itu bahkan pada sahabatnya sendiri.
"ya, bisa aja kan akhir-akhir ini lo kan lagi deket ruh sama Dina. " ucap Arya tanpa menghiraukan tatapan Kocil kesal terhadap ucapan sebelumnya.
"gue sama Dina cuma temen gak lebih dari itu "jelas Kocil namun Arya masih tak percaya, Arya meninggalkan kocil sendirian diruang tamu yang nampak sepi setelah mama nya pergi keluar.
Arya tak menghiraukan kocil yang mengikuti kemana pun ia berjalan sesampainya dikamar Arya kembali duduk didepan layar komputer yang masih saja menampakan Diana gadis yang sedari tadi Arya lihat melalui kamera mata-mata yang Arya kirim.
"eh.. Ar, sapa tuh kek pernah liat gue??. " tanya kocil ikut Arya melihat layar komputer.
"baji***, berani nya dia membuat Diana kesal!!!. " teriak marah Arya sembari terus menatap layar komputernya.
"Itu.. Itu.. Diana Ar?? "ucap Kocil tak percaya bahwa Arya memiliki video dikomputernya.
"ya, itu Diana dan ini aku yang mengawasi Diana lewat kamera yang aku berikan pada mata-mata yang aku kirim. "jelas Arya dengan kesal.
__ADS_1
"sabar Ar... Sabar cinta memang berat. " ucap Kocil menasehati Arya.
"sabar lo bilang cil, gue sabar cih... Sabar buat nunggu namun Diana tenang gue bisa tapi kalau sabar buat nunggu tapi Diana disana diganggu terus gue gak bisa sabar cil. Gue pengen jemput tapi gue janji pada diri gue kalau kasus mobil waktu itu selesai gue baru jemput Diana. " ucap Arya dengan nafas memburu karena amarah yang membara.
"wah... Wah sahabat gue marah hanya karena cewek, hebat bener Diana buat sahabat gue marah kek gini ya. " ucap kocil kagum dengan Diana.
"cil, gue ngomong panjang lebar dan lo "wah... Wah sahabat gue marah." apaan ck. Gue punya sahabat gak bisa ngertiin apa kalau begitu gue gak usah punya sahabat!! "marah Arya meledak ledak membuat kocil terkejut tujuh turunan.
"sorry Ar... Gue kan cuma iseng elo sih langsung masukin kehati jadi bless... Bless... Bless..... Duarr... Meledak kan. " ucap kocil seperti anak kecil yang tengah cerita dengan ibunya.
"keluar cil, gue lagi sibuk!! "ucap Arya tanpa melihat kocil yang melongo mendengar ucapan nya.
Tanpa membantah Kocil keluar dari kamar Arya sebelum Arya meledak lagi entah apa yang ada dipikiran Arya hingga sahabat SMP nya diusir dari kamar nya yang dulu sering ia gunakan untuk main game dengan Kocil serta Coki.
"hais.. Arya marah beneran, Gimana kalau sampek beneran putus sahabatan??. "bingung Kocil sembari terua berjalan tanpa berhenti sekali pun.
Didalam kamar Arya masih saja seperti awal tadi terpapang jelas diwajah nya jika ia dangat lah marah, Arya bingung bagaimana cara agar bisa Segera menjemput Diana ia bingung harus mulai dari mana dirinya bukanlah anak pandai disekolah hingga bingung dan juga kesal pada dirinya yang terlanjur membuat janji dengan hatinya.
"Diana maaf kamu harus menunggu ku datang menjemputmu, maafkan kebodohanku yang tak bisa menjemputmu hari ini juga. Maafkan aku Diana "gumam kecil Arya disertai air mata yang mengalir dari kedua mata milik Arya.
Disaat ia menemui sosok yang membuat ia jatuh cinta untuk kedua kali nya ia malah menjumpa cobaan yang begitu berat setelah sosok yang paling Arya cintai pergi jauh meninggalkan nya kini Arya mendapat pengganti yang sangat spesial sangking banyak nya pertanyaan yang belum terjawabkan, namun Arya tau jika ia berusaha dan tak menyerah pertanyaan itu akan terjawab dengan sendiri nya.
bersambung.......
Terima kasih, jangan lupa Like, Vote, Komen and Favorit.
__ADS_1
🙏 Thanks, supprot nya 🙏