
2 minggu kemudian.....
Tepat pada hari sabtu SMA Tria Gading akan memiliki kegiatan Camping, khusus nya untuk kelas 3 sebagai liburan sebelum ujian dilaksanakan.
Dikelas Diana suara hiruk piruk dari para siswa yang sudah tidak sabar melihat pemandangan gunung yang indah dan juga merasakan sejuk udara pegunungan. Namun tidak dengan Diana yang hanya diam tanpa ekpresi, dia sangat malas jika harus berpergian seperti ini apa lagi dipegunungan.
"Lo kenapa sih Na?. "Rellia menghampiri Diana yang hanya diam duduk pada kursi nya.
"Gpp. "jawab Diana singkat.
Hal itu membuat Rellia semakin bingung kenapa dengan Diana biasanya jika diajak berpergian sangat senang.
Rellia menghampiri Arya yang sedang mengobrol dengan teman sebangku nya.
"Ar! Itu Diana kenapa sih?. " Tanya Rellia menunjuk Diana yang bersender dengan tangan nya menghadap jendela.
Arya menghampiri Diana. "Hai Rellia!. "sapa Kocil duduk dibangku Arya.
"Apa?!. " Jawab Rellia tak peduli dengan Kocil yang terkejut.
Arya duduk disamping Diana, menatap Diana yang sama sekali tak mengetahui keberadaan Arya disamping nya.
"Lo kayak kagak semangat gitu?. "tanya Arya berhasil membuat Diana terkejut.
"Apa peduli lo?!. "jawab Diana ketus, semenjak dia membuang perasaan pada Arya. Diana menjadi judes dan ketus sama Arya bukan karena apa, Diana hanya tak ingin perasaan nya tumbuh lagi.
Saat Arya hendak mengucap suatu kata, terdengar suara guru meminta semua murid kelas 3 untuk segera berkumpul dilapangan.
Diana mengendong tas ransel nya keluar kelas menuju Lapangan yang disana sudah banyak murid berkumpul. "Ya, ampun. Gua bisa pulang gak sih, males gua disini!. " Gumam Diana menatap malas kesemua orang yang menatap nya.
Semua orang menaiki bus setelah guru memberitahu dan juga membagikan kartu tempat duduk. Dan sial nya Diana berada duduk disamping Arya.
Hidup gua sial amat yak!. Batin Diana mendudukan diri dengan malas disamping Arya.
"Kebetulan atau keberuntungan nih?. "goda Arya namun hanya ditatap Diana dengan dingin.
Sesuatu panas ada disamping kiri Diana, ya Inez berada disamping Diana ia merasa cemburu melihat Diana duduk sekursi dengan Arya. Ingin menjambak jambak rambut Diana, tapi karena tak mau terlihat jelek dimata Arya. Inez memilih diam dan menahan amarah nya.
Diana memasang headset ditelinga nya kemudian menutup mata menikamati lagu yang ia putar sendiri. Arya yang melihat itu menjadi penasaran, ia mengambil satu headset ditelinga Diana lalu memakai nya ditelinga nya.
"Lo gak cemburu Nez?. "tanya Amel sahabat Inez yang akan membantu membuat Rencana licik nya.
"Ya, cemburu. Tapi gue tahan. "bisik Inez agar tak ada yang mendengar nya, namun sosok dibelakang Inez mampu mendengar nya.
__ADS_1
Ya, Itu Rellia. Rellia berada dibelakang Inez dan mendengar bisikan Inez pada Amel.
"Oh.. Oo ada yang nanas. " gumam Rellia tersenyum senang.
"Apa Rell? Lo pengin nanas?." tanya Kocil yang sial nya duduk disamping Rellia.
"Udah deh, lo diem aja!. "ucap Rellia kesal.
Selama perjalanan hanya ada hiruk piruk murid lain sedangakan Arya dkk, Rellia, Diana mereka terlelap. Saat bus berhenti pada sebuah restoran untuk makan siang, Arya terbangung mendengar suara teriakan para siswa.
Ia memandangi wajah Imut Diana saat terlelap, sangat berbeda wajah Diana kini terlihat tenang.
"Ar! Turun yuk. " ajak Inez merasa panas melihat Arya senyum-senyum menatap wajah Diana.
"Turun duluan napa sih Nez!. "saut Rellia baru bangun dari tidur nya.
Dengan perasaan kesal Inez dan Amel turun duluan sedangkan Rellia menghampiri Arya yang tak berkedip sama sekali menatap wajah Diana.
"Udah natap nya, sana lo juga turun. Biar gue aja yang bangunin!. "ucap Rellia menepuk pundak Arya hingga tersadar dari lamunan.
Arya beranjak membangunkan Kocil lalu Coki untuk turun bersama nya. Rellia menepuk pelan pipi Diana sembari tapi si-empu nya tak kunjung bangun.
"Na! Lo kalo tidur kek mayat tau gak!. Bangun Diana!. "teriak Rellia ditelinga Diana karena kesal.
"Emm... Apa sih?. "ucap Diana mengucek mata nya, menatap Rellia dengan wajah kesal.
"Bangun juga lo, ini udah siang gue mau makan dan lo malah bikin gue susah!. " ucap Rellia menunjuk nunjuk kewajah Diana.
Diana menurunkan jari telunjuk Rellia yang berada dekat dengan wajah nya lalu beranjak nurun dari bus. "Emang anak gakda akhlak. "gumam Rellia ikut menuruni bus.
"Na! Lo mau kemana?. "tanya Rellia memegang pundak Diana.
Rellia heran krnapa Diana menuju arah berbeda, padahal para siswa makan dalam restoran nah ini malah belok nganan.
"Mau cuci muka. "jawab Diana
"Lo gak makan?. "tanya Rellia
"Ya, makan!."jawab Diana berlalu pergi meninggalkan Rellia yang masih setia menatap punggung Diana yang perlahan menghilang dibalik tembok.
Gue tungguin aja lah, perasaan gue kagak enak. Batin Rellia berjongkok menunggu Diana.
"Rell!. "
__ADS_1
"Aaaa.... Mamak!. "teriak Rellia terkejut.
"Woy! Bisa kagak sih gak usah ngagetin!." ucap Rellia menatap kesal Kocil.
"Ya, maaf. Lo kenapa jongkok disini?. " Tanya Kocil ikut jongkok disamping Rellia.
Sedangkan Arya dan Coki yang kini menatap Kocil dari kejauhan dengan sinis.
"Nah itu! Disuruh ngajak kesini malah PDKT." ujar Coki sinis.
"Cemburu lo?. "menatap Coki menginterogasi membuat Coki salting seketika.
"Kagak! Gue gak suka Rellia!. "ucap nya gugup mendapat tatapn elang dari Arya.
"Begitu?. "
"Iya. " jawab Coki kembali menatap Kocil yang masih berjalan kesini dengan sendiri.
"Lo disuruh ngajak kesini malah balik sendiri!. "ucap Coki memutar bola mata malas.
"Dia gak mau, katanya nungguin Diana cuci muka!. "jelas Kocil dengan wajah ditekuk.
"Kenapa dengan muka anda bapak Kocil?. "tanya Coki Layaknya wartawan.
"Gue dibentak Rellia. "jawab Kocil sendu.
"Kenapa?. " tanya Arya dan Coki bersama.
"Gue maksa dia buat kesini tapi malah bentak gue gini 'Gue nungguin Diana, perasaan gue gak enak. Kalo lo mau kesana, kesana duluan aja!. ' gitu." jelas Kocil menghela nafas kasar kemudian menjatuhkan kepala dimeja.
Perasaan gue juga sama, kagak enak. Moga aja gak ngapa-ngapa tuh Diana. Batin Arya menatap kamar mandi.
"Nah tuh Diana!. "seru Coki menunjuk Diana yang baru keluar dari kamar mandi menghampiri Rellia.
Arya dan Kocil menatap Rellia yang disana gadis berambut panjang sedang menghampiri.
"Lama bener lo Na! Berak?. "ucap Rellia mengandeng tangan Diana.
"Kagak, tadi ada rusuh dikamar mandi. "uhar Diana berjalan perlahan menuju Restoran yang sudah sepi murid dari sekolah mereka.
"Rusuh? Dikamar mandi!. "
"Udah lah, ayo makan gua udah laper!. "saut Diana manarik tangan Rellia menuju Restoran.
__ADS_1