Diana & Arya

Diana & Arya
dua puluh enam


__ADS_3

Rellia menjelaskan pada Diana jika Arya telah memiliki calon tunangan yang akan bertunangan minggu ini dan waktu itu sebentar lagi, awal nya Diana tak peduli namun setelah bertanya pada hati nya jika diri nya menyukai Arya.


Diana sungguh kesal pada hati nya ini kenapa juga harus menyukai Arya yang sudah mau tunangan masak aku harus menjadi pelakor, hihh gak mau lah. Batin Diana kesal


" Na, jan diem aja lo " ucap Rellia yang menyadari jika Diana kini tengah bergulat dengan hati nya yang begitu keras kepala nya menyukai Arya.


" ehh, apa Rell? " bingung Diana baru tersadar.


" gimana?, lo mau gua bantu gak buat bilang jika loh itu di rumah nya mbh minah biar Arya jemput lo " ucap Rellia mencoba membantu Diana namun sayang sekali Diana tak tertarik dengan bantuan Rellia dan berakhir menolak secara halus yang tak menyinggung.


Panggilan mereka terputus setelah bel sekolah tempat Rellia berada telah berbunyi dengan segera Rellia pamit kepada Diana lalu menutup telepon.


Termenung dengan pandangan kosong ini lah yang Diana rasakan tak ada semangat yang tadi nya muncul tak ada rasa mempunyai lagi di hati Diana.


Semua telah pergi Arya pergi,Rellia menjauh, kak talka juga jauh dari Diana semua nya menjauh dari Diana apakah Diana ini membuat semua orang terbebani jika itu benar maka sekarang Diana akan membuktikan jika dirinya bukan beban yang memberatkan kaki mereka untuk berjalan.


" Astaga, Diana lo lupa bahan sambal mbh minah " teriak Diana heboh karena kelupaan nya kambuh lagi, bagaimana ini apakah mbh minah tak jadi jualan sedangkan kini hari telah menjadi siang, sia-sia tadi Diana bangun pagi sekali yang akhir nya akan seperti ini.


Berlari lurus ke depan tanpa memperhatikan jalan hingga sebuah motor jadul berhenti di depan Diana membuat Diana yang berlari terkejut hingga terjatuh di tanah.


" woy, lo punya mata tidak!!" teriak Diana berdiri, ingin menampar mengemudi motor tersebut namun karena ternyata yang mengemudi itu adalah si banci.


" haduh, mimpi apa gua ketemu sama dia lagi " gumam Diana berbalik arah lalu berlari kecil mencoba menghindar dari manusia di depan nya tadi.


" gua boncengin " ucap nya terdengar samar namun masih nelas di telinga Diana.


" ogah!!" teriak Diana menolak


Kenapa tu bocah pakek bahasa Indonesia pasti mbh minah yang suruh. Batin Diana berkata


" mbh minah yang suruh " ucap nya kembali .


" emang gua pikirin " teriak Diana keras agar manusia di belakang nya mendengarnya dengan jelas tanpa harus Diana ulang kalimat lagi.


Bener kan mbh minah yang suruh, hihh kenapa sih mbh minah suruh dia kenapa gak suruh orang ganteng gitu. Batin Diana kesal.


Diana maaih terus berjalan dengan manusia tadi mengikuti Diana dari belakang berdepat masalah boncengan yang mbh minah suruh.


Arya pov.


" Ar, lo gak boleh gitu kita udah mau tunangan loh " ucap seorang gadis yang kini memagang erat lengan Arya.

__ADS_1


Namun malah Arya tak memperdulikan gadis itu karena ia tau maksud perhodohan ini, dan Arya tak akan menghianati cinta nya kepada sang Diana Putri.


" bisa gak sih, lo gak usah pegang lengan gue " ucap Arya dingin namun penuh akan perasaan jijik dan gatal dengan gadis yang merangkul lengan Arya.


" gak bisa dong Ar, gue kan sayang sama lo " ucap nya sok manja di lengan Arya, menambah rasa muak saja ucapan nya.


" tapi gue gak sayang sama lo!! " bentak Arya kasar melepaskan tangan gadis itu dari tangan nya lalu pergi meninggalkan nya.


" tunggu Arya ku sayang pasti lo akan suka dengan gue " ucap nya dengan senyum sinis nya.


" gila bener tuh cewek nempel nempel aja kek lintah " gumam Arya mengusap ngusap lengan nya bekas dari siluman lintah tadi.


" derita lo, karena perjodohan " ucap seseorang yang tanpa wujud terdengar di telinga Arya.


" setan siang bolong gini ada kah " ucap Arya merinding takut.


" gue bukan setan!! "bentak nya terdengar kesal pada ucapan Arya yang tanpa sopan santun di ucapkan.


" terus siapa gak ada wujud nya loh " ucap Arya tanpa sadar berbicara sama mahkluk yang belum jelas wujud nya.


" liat di samping pohon besar deket lo " ucap nya menuntun Arya untuk melihat wujud dari pemilik suara aneh ini.


" ogah ah, ntar yang muncul malah kepala gantung gantung lagi " setelah ucapan Arya terlontarkan suara jeritan ketakitan dari samping pohon terdengar tidak asing lagi bagi Arya.


" eh, cil lo lama-lama sama si lintah tu yah bikin gatal aja lo " ucap Arya merasa dirinya sudah tidak normal lagi.


" engga lah, gua ganteng. Kalau lintah tuh entah gak tau gue " ucap Kocil melepaskan pelukan nya dari badan Arya.


" lah gue juga gak tau cil " ucap Arya dengan wajah sedih teringat sesuatu di ingatan nya gadis manis tomboy kenapa dirinya pergi kenapa tak kembali lagi, Arya menunggu kedatangan nya.


" ngapa lo Ar, Diana lagi yah " ucap kocil sekarang paham karena Arya sudah memiliki kebiasaan baru yaitu mengenang masa nya bertemu dengan Diana.


" kenapa gak ada perkembangan dari Diana ya " ucap Arya merasa tak ada hal apa yang berkaitan dengan Diana muncul.


Apakah Diana bener bener telah menghilang dari dunia ini kenapa begitu cepat, Arya belum bisa menerima nya jika seperti itu sungguh tak bisa diri nya lakukan.


" apa kita pekek mata-mata aja ya cil biar cepat ketemu " ujar Arya bertanya pada kocil di samping nya.


" ya, gimana Ar gua mah terserah lo aja sih asal cepat ketemu " ucap kocil sama sekali tak memberi masukan pada ucapan Arya.


" tidak usah menggunakan mata-mata jika Diana baik-baik saja " ucap Rellia tiba-tiba muncul di depan Arya dan kocil.

__ADS_1


Kocil yang melihat Rellia berjalan menuju ke arah nya segera bersembunyi di belakang Arya karena kocil terlalu gugup untuk menatap kedua bola mata indah milik Rellia.


" lo tau Diana baik-baik saja dari mana " tanya Arya


" dia sendiri lah yang ngabarin gue " ucap Rellia sok pintar.


Huhh, bidadari gue pintar banget yah. Batin kocil di balik punggung Arya yang lebar.


" dari mana lo tau " tanya Arya kembali


" dia telepon gue katanya dia ada di-" seketika Rellia bungkam saat diri nya teringat jika kabar Diana tak boleh ada yang tau namun sudah terbongkar.


" di..... ? "tanya Arya


" Diana baik-baik saja, ho'o baik-baik saja " ucap Rellia tak menyambung sama sekali dan hal itu lah yang ada di pikiran Arya kata kata yang tak menyambung di lontarkan Rellia pasti sesuatu telah Rellia sembunyikan.


" lo nyembunyiin apa dari gue tentang Diana " tanya Arya menatap Rellia dengan selidik.


Matilah gue, kenapa juga tuh mulut bisa ngomong sendiri sih. Batin Rellia berkeringat dingin.


" gue kasih tau tapi lo jangan kasih tau ke siapa siapa ya " ucap Rellia takut, berjalan mendekat untuk menyampaikan masalah tadi pada Arya dengan berbisik.


Namun kocil telah mengahadap Rellia mencoba menutupi Arya dari Rellia agar tak jadi melakukan bisik bisik yang membuat kocil cemburu.


" minggir, gue urusan nya sama Arya bukan lo " ucap Rellia menyingkirkan badan kocil yang menutupi Arya.


" cil, bentar doang kok ntar lo bersihin mulut nya " pinta Arya memelas pada kocil agar minggir dari tengah tengah Arya dan Rellia.


" tapi Ar-"terpotonglah ucapan kocil dengan muka Arya semakin memelas menatap kocil.


" hmm, " dehem kocil sembari menyingkir dari tengah tengah mereka berdua walau tak rela kocil mengerti jika Arya mmebutuhkan informasi dari Rellia.


Mereka berbisik yang tak terdengar sedikit pun eh kocil yang mencoba menguping di tengah mereka berdua.


" oke, ntar gue bilangin loh ya " ucap Rellia lalu pergi untuk menyelesaikan tugas nya membersihkan kelas.


" oke, Rell " balas Arya dengan senyum senang tercetak di bibir nya.


" lo gak aneh aneh kan Ar. " tanya Kocil merasa ada yang tidak beres dengan mereka berdua.


" gak kok cil, yuk pulang " ajak Arya dengan gembira nya hingga ia mentraktir kedua sahabat nya nanti di tempat biasa mereka berkumpul.

__ADS_1


bersambung.........


__ADS_2