
Setelah selesai dengan acara makan ku aku menyusuri koridor sekolah dan berhenti di sebuah taman di sana aku seperti melihat bayangan Diana lalu hilang sebelum ke dekati.
Bayangan itu berubah menjadi gadis yang paling membuat jijik diriku yah siapa lagi kalau bukan Ines calon tunangan ku.walau calon tunangan ku tapi aku tak pernah menaruh perasaan kepada nya karena hanya Diana lah yang berada di hatiku dan tetap di hatiku.
Melamun sembari menatap Ines bersama teman bukan hanya teman sih kayak nya dia menyukai Ines namun Ines terlalu cuek kepada pria itu hingga menjadi tidak peka akan apa yang pria itu berikan pada Ines.
Kalau aku di tanya sih aku yes..yes aja gak masalah kok jika Ines punya pacar sendiri toh aku pun juga lagi nunggu Diana balik dan menembak nya tidak menggunakan pistol loh.. Ntar yang ada Diana mati di tembak pakek pistol aku kan jadi sedih. Hahaha.
Setelah cukup lama melamun aku pun kembali ke kelas saat bel masuk telah berbunyi,berjalan dengan santai sembari mata menyapu seluruh linkungan sekolah ini ada yang berbeda di sekolah ini bahkan di sekolah yang dulu aku berada tak seperti ini, disini banyak pohon pohon yang membuat udara segar apalagi kalau berangkat pagi, huhh... Tak bisa ku sembunyikan rasa nya jika menghirup udara segar ini.
Karena jarang berlibur jadi aku gak sering keluar rumah hingga jarang mendapat udara segar, kota adalah penyebab pertama udara tak segar walau masih saja banyak pohon berada di pinggir jalan namun hal itu masih belum bisa di katakan udara segar karena udara yang bercampur dengan asap kendaran.
" hei....!!, ngelamun aja ntar kesambet lo" ucap seorang di belakang sembari tangan nya menapuk pundak ku, sudah ku tebak pasti si kocil nih karena aku yang tak kembali-kembali ke kelas.
" kesambet apa??! " tanya ku malas berdebat dengan nya.
" dedemit lah masak mb kunti!" teriak keras kocil membaut siswa yang bulum masuk ke kelas menatap kocil aneh lalu tertawa dengan berbisik bisik.
" sama aja cil" jawab ku tau typo kocil yang kebangetan masak dedemit sama kunti beda, yah emang beda sih tapi kan mereka sama sama mahkluk gak bisa di liat.
" beda lah,Ar..... " ucap nya terhenti saat tangan ku dengan cepat membekap mulut nya yang ingin berkoar koar di bel yang sudah masuk ini, ketemu BK mampus aku.
" emm... " ronta kocil kehabisan nafas yah emang aku bekap nya kuat biar dia gak cerocos mulu kek anak gadis lagi gosip.
" kalian ngapain masih di sini?!! " tanya seseorang mengejutkan aku dan kocil tak mungkin ku tidak mengenali orang di belakang ku ini orang yang ku takuti di setiap sekolah yah pak BK.
" emm... Pak kami habis dari tolilet!! " jawab kocil setelah tadi ku lepaskan bekapan ku.
Haduh cil pakek typo segala tuh mulut. Batin ku mampus
__ADS_1
" apa Arzi kamu habis dari mana?! " tanya nya sekali lagi meminta penjelasan dari kami berdua.
" dari toilet pak " jawab ku segera dari pada kocil yang jawab typo lagi.
" bener?!! " tanya nya sekali lagi dengan mengintrogasi kami berdua menaruh curiga karena kocil sempat typo tadi.
" salah pak!!" jawab kocil keras hingga membuat murid melirik ke arah kami lalu tertawa terbahak bahak bahkan sampek ada yang batuk-batuk, gila bener tuh si kocil pakek ngaku lagi.
" apa Ar? " tanya kocil seketika linglung di buat nya seperti tak mengerti apa yang barusan ia katakan, kena amnesia dadakan kali yah udah rusak nih otak kocil. Pikir ku menatap nya.
" kalian berdua bersihin lapangan basket!!! " teriak pak BK pada kami berdua, marah pak BK marah pakek di hukum aku mana bisa seorang Arya ini di hukum.
" tapi pak.... " ucap ku terhenti seketika ketika pak BK sudah lebih dulu menyaut ucapan ku seolah mengerti apa yang akan ku ucapan karena itu sebuah penolakan.
" mau ngelawan kamu!!" ucap nya menatap ke arah ku dengan marah, sebenar nya ia tak marah hanya saja ia berusaha membuat ku dan kocil menjadi pribadi yang disiplin.
Tanpa menjawab lagi aku segera menarik kocil menuju lapangan basket dengan melewati koridor sekolah, nampak kocil menatap ku meminta penjelasan soal tadi karena kocil tak tau apa-apa. Kek nya bener deh... Kau kocil tuh amnesia mendadak tapi gak cepet inget nya. Batin Arya berkata
" loh emang gue typo apa Ar?? "tanya nya bingung ku lihat dari wajah nya.
" lo tuh bilang toilet aja jadi 'tolilet' " ucap ku memberi tau kocil, kocil tertawa mendengar nya sudah tau kalau aku anti dengan BK masih saja menyeretku masuk. Kocil memang tau aku paling gak suka dengan BK karena akan panjang urusan nya jika masuk ke ruang itu.
" cil lo yang bersihin " ucap ku lalu duduk di kursi penonton di dekat lapangan basket.
" lah lo?? "
" lah kan gara-gara lo gue di hukum ya tanggung jawab lah " ucap ku menatap nya
" jahat lo Ar, masak gue bersihin sendirian, " ucap nya mulai lagi, puppy eyes gaes kebiasaan kocil tuh.
__ADS_1
Terpaksa aku membantu kocil karena dia merajuk bisa-bisa gak pulang ntar aku gara-gara kocil ngambek mana aku gak bawa uang jika di tinggal kocil aku jalan kaki dan jadi pegal semua tuh kaki ku.
Selesai membersihkan lapangan basket aku dan kocil mampir dulu ke kantin karena haus di sana telah sepi siswa mungkin udah pulang sekolah dan sisa aku dan kocil saja.
Tiba-tiba seseorang memberikan sebotol minuman kemasan dingin karena terlihat dari embun membasai botol tersebut.
" minum dulu " ucap nya lalu duduk di depan ku, menatap ku lekat lekat juga ku pandang wajah nya.
Astaga. Tiba-tiba jantungku berhenti berdetak nafas ku terhenti melihat orang di depan ku mirip sekali dengan Diana cuma berbeda gaya nya saja.
" Di... Diana?? " ucap ku bertanya memastikan ini bukan mimpi atau hanya ilusi ku saja.
" bukan aku bukan Diana, aku Dina " ucap nya perkenalkan diri.
" bukan Diana? " tanya ku lagi, ah.. Bodoh sekali aku ini mana mungkin Diana di sini sedangkan Diana saja masih di desa kata Rellia. Bantin ku berkecambuk menatap wajah Dina orang di depan ku kini.
" bukan" jawab nya
" wahh, ada Dina" sapa kocil lalu duduk di samping Dina tanpa permisi, bener bener deh tu si kocil.
Bersambung......
Jangan lupa
Like 👍
Komen📜
Vote😉
__ADS_1
And🐾
Favorit💙