
Sudah 3 hari para siswa kelas 3 melaksanakan kegiatan camping hingga kini hari terakhir bagi mereka dihutan ini. Diana, Ambar dan Rellia tengah berberes seperti para murid lain nya.
Semenjak Ambar menjadi sahabat Diana dan Rellia mereka bertambah bobrok dengan sifat Ambar yang ternyata blak-blakan. Sifat pendiem yang dimiliki Ambar sudah tak berlaku bagi Diana dan Rellia.
"Mbar lo dah selesai?. "tanya Diana saat melihat Ambar malah santai santai duduk dikarpet yang belum mereka gulung, Ambar mengoyangkan kaki nya yang pegal.
"Belum. "jawab Ambar singkat sambil melanjutkan aktifitas nya.
"Kenapa malah santai santai sih! Ini udah jam berapa?! Pak Didit bilang jam sembilan kita otw balik. "teriak Rellia merasa geram dengan sahabatnya namun Ambar malah menyengir saja.
"Nyengir! Nyengir kek kuda lo." ucap Diana melempar botol Aqua tepat diwajah Ambar yang malang.
Duk..
Aduh...
"Diana gak berperasaan sekali, seenak jidat melempar pada hamba mu ini!." ucap Ambar dengan wajah dibuat sedih.
"Gue lempar galon sekalian tuh muka. Cepat lanjutin!. "ucap Diana membuat Ambar mendengus kesal namun tetap ia laksanakan demi meyenangkan hati ibu negara yang sedang pms.
Tepat pukul sembilan semua siswa membuat barisan untuk absen kehadiran, tak berselang lama Diana merasa perut nya merasa seperti dibelit sesuatu dengan segera ia pamit dengan teman nya.
"Rell! Mbar! Gua ke tolilet dulu yah, jangan nungguin gua. Gua bakal duduk dibelakang!. "ujar Diana sambil berlari terbirit birit karena terburu buru.
"Diana kek orgil ya Rell!."ucap Ambar tertawa melihat Diana berlari jesana kemari padahal kamar mandi berada didepan mata.
" Emang orgil. "saut Rellia kemudian tertawa.
Semua siswa masuk pada bus mereka masing masing dan menempati kursi yang sama waktu berangkat.
"Diana mana Rell?. "tanya Arya yang melijat Rellia dan Ambar baru saja masuk kedalan Bus.
"Kebelet dia. "jawab Rellia segera duduk didekat Ambar tanpa memperhatikan Kocil yang tertunduk lesu melihat Rellia duduk dengan Ambar bukan dirinya.
"Gue cuma sebentar doang. "ucap Rellia yang melihat Kocil menunduk sedih melihat
Rellia duduk dengan Ambar.
__ADS_1
"Ehh! Rellia?. "ucap Kocil terkejut bukan main.
Deheman Rellia memcah kebingungan Kocil, ia tersenyum senang hingga tanpa sengaja ia menjatuhkan kepalanya dipundak Rellia.
Disisi lain, Arya yang mendengar jawaban Rellia segera keluar bus namun sebelum itu ia berpesan dengan Coki untuk tidak menunggu nya karena ia bisa saja duduk dibelakang.
Arya berlari menuju kamar mandi lalu mengecek satu persatu kamar mandi, namun semua kosong kecuali kamar mandi paling pojok sendiri.
"Ini pasti Diana. "gumam Arya bersender pada dinding kamar mandi yang terbuat dadi batu bata itu.
5 menit kemudian.....
Ini Diana ngapa sih? Lama bener dah. Batin Arya kesal, tanpa berpikir ia membuka pintu kamar mandi yang ternyata kosong.
Ia kemudian berkirim pesan dengan Coki untuk bertanya apakah Diana sudah kembali dan jawaban nya membuat Arya terkejut.
Diana belum kembali! Kemana dia?. Batin Arya berdecak kesal. Berlari mengelilingi seluruh area camping namun hasil nya tetap nihil, Diana tak ada dimana pun membuat Arya bertambah khawatir.
Arya melihat bus sudah melaju namun dirinya tidak mengejar ataupun apa ia tau bahwa Diana belum masuk bus, Arya trrus mencari hingga hari mulai gelap menerangan mulai tidak jelas dan disana hanya terlihat hutan yang gelap.
Arya berlari tanpa meluhat sekeliling yang mungkin saja ada hewan buas dan lain lain, tapi ia nekat untuk mencari pemiliki suara yang familiar itu berada.
Setelah berputar cukup lama Arya melihat api unggun menyala dan tak jauh dari api unggun itu terdapat tenda berwarna pink seperti tenda milik Diana. Arya berharap Diana ada disitu atau orang lain yang mampu membantunya mencari sosok Diana.
"Bodoh sekali mereka itu!. "ucap Seseorang mmebuat langkah Arya yang sudah didepan api unggun itu terhenti.
"Diana!. "teriak Arya karena kaget mendengar suara yang sangat ia kenal.
"Ehh!. "suara seorang yang terkejut, hingga sosok itu muncul didepan Arya. Diana terkejut karena melihat Arya berdiri didepan nya dengan wajah khawatir dan sekaligus bahagia.
"Diana! Gue kira lo ilang ternyata malah disinu!. "ucap Arya memeluk Diana dengan tiba-tiba.
Diana yang merasa sesak langsung saja menendang entah apa yang terkena tendangan nya.
Akhh...
Suara rintihan Arya yang mengampit kedua lututnya menyembunyikan benda pusakanya dalam kedua kaki tersebut.
__ADS_1
"Ehh! Sorry benda pusaka lo kena. "ucap Diana berasa bersalah ia segera membantu Arya berjalan dan menyuruh Arya masuk ditenda yang sudah ia dirikan.
Tak lama Diana datang dengan gelas ditangan nya. "Nih minum! Lo mesti haus cari gua. "
"Emang bener nyusahin orang tuh si Inez. "ucap Diana geram dan kesal
"Inez? Jadi Inez yang buang lo?. "tanya Arya meletakan gelad nya disamping.
"Hem! Emang bodoh dia masak mau bunuh gua kasih gua tenda terus lengkap lagi sama bahan makanan sama cemilan. Menag the best deh Inez sama Amel. "ucap Diana menunjukan kedua jempol nya pada Arya.
Emang gesrek nih Diana, udah dibuang dihutan malah seneng. Batin Arya menurunkan kedua jempol Diana yang masih terpajang didepan wajahnya.
"Lo mau makan apa?. "tanya Diana mengubrak abrik isi ransel nya yang masih utuh kelihatan nya.
"Emang lo ada apa aja?. "tanya Arya.
"Ada popmie, cemilan, sama mie sukses isi dua. Dan segala minuman. "ucap Diana mengeluarkan segala isi tas nya tak mau tertinggal, ****** ***** Diana juga ikit menampakan dirinya.
"Ini juga?. "tanya Arya gugup menunju benda keramat milik Diana.
Mata Diana melotot kaget ia langsung memasukan benda itu kembali kedalam tas tak lupa dnegan pipi Diana yang memerah dan memanas akibat malu.
"Ngapain diliat?. "tanya Diana sedikit membentak.
"I-tu-. "belum Sempat Arya melanjutkan perkataan nya Diana sudah lebih dulu memotong nya.
"Lo mau makan apa?. "tanya Diana dengan senyum manis dan suara yang kini lebih lembut dari yang tadi.
"Samain lo aja. "jawab Arya kemudian merebahkan tubuhnya yang lelah karena sehari mencari Diana.
Dengan cekatan Diana memasak air untuk mmebuat popmie sebagai makan malam simpel mereka. Diana lagi malas untuk nerkutik dengan alat dapur karena udara hutan jika malam dingin.
"Nih makan. "Ucap Diana menyodorkan popmie rasa ayam bawang persis dengan miliknya.
"Gua lagi malas masak, jadi cuma ada ini saja. Kalau gak mau sini biar gua makan!. "ujar Diana saat melihat Arya menatap popmie di depan nya.
"Gue mau kok. "saut Arya, dengan cepat ia memakan mie tersebut hingga tandas.
__ADS_1