Diana & Arya

Diana & Arya
dua


__ADS_3

" Jangan gitu lo na, lo kan sahabat gue yang paling the best " ucap Rellia bermaksud membujuk Diana agar ia bisa berlama lama di tempat duduk itu.


" Mau ngoyot lo di situ " kesal Diana


*


*


*


" Iya iya bentar ni gue lagi jalan " ucap Rellia kalah bagaimana bisa ia melawan nona Diana Putri.


" Bye pak guru tampan " genit Rellia saat melewati meja guru yang berada di samping pintu kelas.


" Cepetan lah " ucap Diana kembali membuat langkah Rellia yang tadi nya seperti siput kini berubah menjadi turbo mengahampiri Diana.


Pak guru tampan yang melihat tingkah diana yang tidak sabaran membuat nya memgembangkan senyum nya.


" Aduh pak, jan senyum lah nanti saya diabetes lho pak " ucap Rellia yang masih belum melepaskan pandangan nya dari pak guru itu hingga ia melihat senyum yang mengembang di bibir nya saat melihat tingkah diana.


" Kalau gak mau diabetes gak usah di lihat " ucap Diana lalu menarik tangan Rellia menyusuri koridor sekolah hingga mereka berhenti di kantin.


Mereka melihat semua meja telah penuh hingga emosi diana meluap kerena Rellia yang terlalu lama membuat diana terlambat mencari temlat duduk, seharusnya ia sudah duduk dengan santai sambil menyantap makanan kesukaan nya jika berkunjung di kantin ini.


" Yah, lo sih Rell gak cepetan " ucap Diana menyalahkan Rellia.


" Kenapa lo gak tinggal gue aja tadi buat cari meja " ucap Rellia yang tak mau kalah dengan diana.


" Ya itu nama nya bukan best friend forever dong " ucap Diana membuat mulut Rellia terbungkam.


'Bagaimana sih lo Rel lo kan tau jika lo gak bisa lawan diana jika masalah ucapan ' ucap Rellia dalam hati.


" Nah tu kosong, buruan " Diana menarik tangan Rellia kembali ke arah meja kosong yang telah terlihat oleh mata Diana. Namun belum sampai mereka sampai pemilik meja tadi kembali menduduki nya, gunung meletup mulai lah diana marah marah kembali pada Rellia yang tidak cepat-cepat hingga tempat duduk nya kembali terduduki sebelum Diana. jelas jelas tadi diana menarik tangan Rellia mana mungkin Rellia lambat jika diana menarik nya dengan langkah cepat.


" Huh.. na kita udah muter muter cari tempat duduk gak ada " ucap Rellia yang kini terengah engah karena ia lelah berjalan mengikuti Diana kemana mana juga Diana menarik tangan Rellia sambil berjalan cepat membuat rellia lelah.


" Kenapa kita gak makan di taman aja sih nan " lanjut Rellia memberikan saran pada Diana.

__ADS_1


" Owh, iya ya kok gue gak kepikiran ya " ucap Diana dengan senyum mengembang di bibir mungil nya.


Mereka pun memutuskan untuk makan di taman dan kini mereka tengaj memesan makanan yang akan mereka makan,Diana ke penjual bakso langanan nya dan Rellia ke penjual mie ayam favorit nya. hingga semua makanan selesai terpesan kan mereka menuju ke taman.


Sesampainya mereka di taman mereka di sambut dengan angin sejuk yang menerpa kulit mereka memberikan sensasi sejuk.


" Ayo makan- " ucap Diana tertahan saat ia mendengar suara bel masuk berbunyi membuat bakso yang ia sendok terjatuh kembali.


" Udah masuk deh " ucap nya sedih sambil menatap bakso yang terjatuh kembali ke dalam mangkuk saat ia menyendok nya tadi.


" Kita makan dulu aja na nanti kalau guru nya udah datang kita bilang ke guru nya " bujuk Rellia,ia tau jika Diana tidak bisa bertahan tanpa makan karena itu udah kebiasaan nya.


Diana tersenyum senang napsu makan mya meningkat kembali setalh mendengar bujukan Rellia. diana memasukan dua bakso sekaligus ke dalam mulut nya hingga ia kesulitan mengunyah kedua bakso tersebut.


" Makan nya pelan pelan napa na, gak ada yang mau makan punya lo juga kali " ucap Rellia, yang lalu ia memasukan mie ayam ke dalam mulut nya dengan jumlah yang banyak.


" Hahaha, ngo nguja. ( hahaha, lo juga ) " ucap Diana yang tidak jelas arti nya.


Mereka makan dengan lahap hingga mereka tidak mengetahui jika mereka berdua tengah di perhatikan oleh seseorang yang berdiri tak jauh dari mereka berdua.


tok... tok...


" Masuk "


" Loh kamu Diana, Rellia dari mana? " tanya bu guru yang mengajar di kelas ini, guru matematika guru yang paling galak di kelas ini.


'Mampus gue ' batin Diana berkucuran keringat dingin yang mengalir di dahi nya.


" Dari makan bu, tadi gak sempet makan tempat duduk nya penuh " jawab Diana


' Aduh na kenapa harus lo sih yang jawab biar gue aja kali '


" Kalian berdua keluar dan bersihkan lapangan sekolah, cepat!! " perintah nya dengan marah nya.


" Ya, bu " jawab mereka serempak. Lalu berjalan beriringan menuju lapangan yang besar nya tak terhingga bakal sampai pulang mereka selesai kira-kira.


" Eh, na kenapa yang jawab harus lo sih tadi " kesal Rellia pada Diana mana mungkin diana menjawab dengan benar tadi saja ia hanya memberikan penjelasan nya hanya setengah membuat mereka beruda harus di hukum.

__ADS_1


" Tadi gue nungguin lo ngomong gak cepet cepet sih yaudah gue aja yang ngomong " jelas Diana dengan santai nya namun setelah mereka sampai di lapangan sekolah diana terjatuh dengan kaki melipat.


" Eh,na lo napa? " tanya Rellia yang tak mengerti apa yang terjadi dengan Diana hingga tiba-tiba terjatuh.


" Ini beneran lapangan nya ya, Rell? " tanya Diana merasa tidak benar, memang diana tidak pernah ke lapangan karena jarak nya yang jauh dari sekolah jadi wajar ia tidak pernah tau orang dia hanya muter muter koridor aja.


" Iya, na ini lapangan nya " ucap Rellia masih belum paham


" Bohong kamu Rell pasti ini tempat sapi makan ya " ucap Diana merasa tidak puas dengan jawaban Rellia.


" Owh, gue paham lo gak kuat kan nyapu lapangan ini kan " tebak Rellia yang di jawab anggukan Diana lemas.


" Alah gak usah lebay, ayo berdiri " ucap Rellia sembari manarik tangan Diana agar bediri lalu memberikan sapu lidi pada tangan diana.


" Sakarang nih " tanya Diana dengan sedikit memelas pada Rellia


" Iya, sekarang cepetan " ucap Rellia lalu mendapatkan tatapan mematikan dari diana.


" Kenapa lo na ? " tanya Rellia tanpa rasa salah


" Kenapa ? lo tanya hah, lo ngapain di situ dan gue di suruh nyapu, sendiri!! " ucap Diana kesal nya sambil mengangkat tinggi-tinggi sapu nya lalu mengarahkan pada kepala Rellia.


Belum sempat sapu itu mendarat tangan sesorang lebih dulu mengengam erat sapu itu,Diana menarik narik sapu itu agar terlepas namun sia- sia akhir nya ia melepaskan sapu itu dari genggaman nya lalu beralih ke sapu yang masih tersisa di bawah pohon rindang.


' Aduh pangeran nolongin gue, awas lo Diana gue gebuk lo nanti '


" Makasih pak tampan " ucap Rellia mulai kecentilan dengan pak guru tampan yang telah menolong nya dari amukan singa tadi.


" Diana lain kali kamu gak boleh kayak gitu " ucap nya menasehati Diana akan hal yang baru saja diana akan lakukan.


' Emang gue pikirin ' ucap Diana kesal dalam hati kali ini ia hanya bisa mengomel dalam hati nanti setelah pak guru itu pergi ia akan membalas pada Rellia.


Bersambung......


terima kasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.


vote, komen, and like.

__ADS_1


__ADS_2