Diana & Arya

Diana & Arya
tujuh belas


__ADS_3

Pencarian Diana masih tetap di laksanakan dengan penuh semangat berharap Diana akan segera ketemu dan kembali ke keluarga yang amat merindukan sosok Diana yang ceria juga manja.


Arya memang ingin mencari Diana namun karena kondisi nya yang lemah belum kuat jika harus berjalan lama juga berdiri berlama lama seharusnya Arya sekarang berbaring di brangkar nya penuh harap Diana datang menjenguknya.


" nak, Arya istirahat dulu biar tante telepon mama kamu " ucap Mama Diana lembut lalu keluar kamar sesuai apa yang di ucapakan tadi mama Diana menelepon mama Arya untuk mengatakan jika Arya berada di kediaman nya sekarang


' na kenapa lo harus pergi ' batin Arya frustasi akan menghilangnya Diana di hutan


Jika Diana hanyut Arya berharap akan ada seseorang yang menolong nya dan merawat Diana dengan tulus hingga Arya menjemputnya sendiri


Arya mengetahui jika Diana akan hanyut di sungai itu karena Arya mendapatkan sebuah kalung yang berisi daun yang di tulisi menggunakan darah.


Fals back


Di kamar Arya


Arya tengah berbaring saat dokter sedang memeriksa kondisi nya sekarang, tidak berselang lama dokter pun pergi meninggalkan kamar Arya yang menyisakan Arya dan juga sang mama tercinta. Mama Muna istri dari bapak Evano Putra Abimanyu.


" Arya, sebelum Diana menghilang dia memberikan kalung yang memiliki isi di dalam nya, coba lah buka nak " ucap mama Muna dengan senyum manis tercetak di bibir yang di olesi lipstik.


Mama Muna memberikan kalung yang terbuat dari kayu yang kuat dna di dalam nya terdapat ruang yang cukup besar dan juga liontin yang memiliki ruang berbentuk segitiga.


Arya membuka liontin tersebut untuk mengambil sesuaru yang terdapat di dalam liontin itu, dengan mencoba membuka dengan sekuat tenaga dan akhir nya berhasil membuka hingga terlihat lah daun tumbuhan liar yang berada di hutan juga terdapt sebuah tulisan di dalam nya,


Tidak terlalu jelas tulisan nya karena di tulis dengan darah namun masih bisa di baca dengan penuh teliti.


Isi tulisan dari daun.....


Arya gue tau lo nyariin gue tapi lo gak usah khawati gue gpp sebelum mobil meledak gue udah perggi untuk menghindar dan gue berada di dekat sungai yang aliran nya deras jadi jika mobil meledak dan gue gak ada di sana bisa jadi gue hanyut Di sungai gue berharap ada seseorang yang berbaik hati menolong gue dan merawat gue dengan baik hingga lo jemput gue sendiri.


__ADS_1


Terima kasih lo udah berusaha mebolong gue sebelum lo pingsan, lo pasti bingung kenapa gue bisa tau. Ya mesti lah kan gue Diana putri, sebenarnya gue itu denger ucapan lo yang super kecil itu dan saat lo terjatuh gue membuka mata namun lo gak liat gue.


Makasih banget ya Arya Damian.


Evano


Itu lah tulisan yang tertulis di daun tersebut walau daun nya terbilang kecil dan juga karena tulisan Diana yang seperti semut masih muat di selembar daun itu.


" maafin gue na " lirih Arya dengan air mata yang membasahi daun yang berada di tangan Arya, baru kali ini mama melihat putra nya menangisi seorang gadis yang terbilang bar-bar dan juga nakal padahal banyak gadis yang berisifat anggun yang menunggu nya namun hanya satu gadis yang bernama Diana putri memenangkan hati putra dari bapak Evano, yang terkenal diangin dan cuek itu.


' semoga Diana tidak apa dan selamat dari kecelakaan ini ' doa mama Mona di dalam hati dengan senyum getir


Arya merencanakan diri nya akan ke rumah Diana dan mencari keberadaan Diana di sana setelah mama Muna pergi dari kamar nya, beberapa menit berlalu hingga pada saat nya makan siang mama Muna keluar dari kamar Arya untuk membeli makanan.


Itulah kesempatan Arya untuk keluar dari kamar ini dan menuju ke rumah Diana seorang diri, Arya menyibakan selimut yang membungkusnya dengan kasar lalu turun dengan gerakan hati-hati .


Ceklek...


" tuan muda mau kemana " ucap perawat itu ketika melihat Arya tak berada di brangkar nya.


" gue mau pergi, jangan ganggu " ucap Arya bersi keras untuk keluar dari kamar ini.


" tapi tuan baru saja bangun dari koma " ucap perawat sembari mencegah Arya untuk terus berjalan menuju pintu kamar


" minggir!! " ucap Arya kesal pada sang perawat yang mengangu nya


Arya memberontak sekuat tenaga agar bisa terlepas dari perawat itu, karena tubuh nya masih lamah Arya harus menggunakan tenaga ekstra untuk lepas.


Setelah beberapa menit memberontak Arya tak dapat juga terbebas akhir nya Arya memutuskan untuk menggunakan rencana yang telah terpikir oleh nya sebelum dengan memberontak nya.


Pingsan,Arya pingsan di dalam di lantai dengan lemas perawat pun segera mengangkat tubuh Arya yang lemas ke brangkar nya lalu memakaikan alat yang telah Arya lepas sebelum nya.

__ADS_1


Perawat pergi karena keadaan telah aman tidak menyebab kan kerusuhan sepeeti Arya yang memberontak tadi.


Karena sang perawat telah pergi Arya terbangun seperti rencana nya Arya akan diam-diam kelaur dari rumah sakit ini menggunakan baju perawat yang berada di setiap kamar pasien.


'sebelum mama kembali gue harus cepet '


Memakai seragam perawat drngan perlahan agar tidak menyentuh area luka yang masih basah, setelah selesai memakai pergi keluar tak lupa dengan masker yang akan menyamarkan identitas diri nya sebagai seorang pasien.


Sesampainya di luar rumah sakit taksi yang telah Arya pesan telah berada tepat di tempat Arya menyuruh nya berada, memasuki taksi dan melepaskan semua seragam perawat yang telah di pakai nya.


Taksi berjalan dengan kecepatan sedang hingga sampailah di rumah Diana yang ramai sekali dengan kendaraan membuat pikiran negative Arya tentabg Diana.


Namun dengan segera Arya menepisnya dan turun dati taksi setelah selesai dengan pembayaran nya, berada di depan pintu rumah Diana Arya mendengar suara yang menggema di rumah tersebut bahwa akan ada pencarian Diana hari ini.


Berarti pikiran negative Arya tidak benar, Arya berhjalan memasuki rumah dengan wajah yang lebam juga dengan kaki yang melangkah dengan tertatih tatih.


" berhenti!! " teriak Arya dengan tenaga nya yang masih tersisa


Semua orang menengok ke arah Arya dan menatap Arya dengan pandangan terganggu, namun tidqk dengan papa Diana juga dengan Rellia yang berada di sana mereka menatap Arya dengan sedih tak kala melihat luka yang lebam di wajah nya.


" nak Arya " ucap papa Diana terkujut melihat Arya berada di sini seorang diri tanpa mama dan papa nya yang mendampingin Arya.


" saya mau ikut mencari Diana " pinta Arya terus berjalan mendekati papa Diana yang berdiri tak jauh dari Arya.


bersambung........


like


komen


and

__ADS_1


vote


__ADS_2