
" tunggu " lirih nya dengan lemah nya, orang itu memiliki banyak luka gores di seluruh badan nya.
Papa Diana tidak asing dengan sosok itu laki-laki berambut hitam memiliki kulit putih bersih namun karena banyak bekas luka membuat wajah tampan nya tertutupi.
" nak Arya " ucap papa Diana terkejut sudah 3 minggu Arya koma papa Diana mengetahui hal itu karena papa Arya adalah teman perusahaan yang sudah lama menjalin hubungan dengan perusahaan papa Arya.
" saya juga mau mencari Diana " ucap Arya dengan suara lirih yang membuat yang mendengar nya akan merasa hatinya teriris.
" tapi nak arya " ucap papa Diana terhenti tak kala Arya memotong ucapan nya dengan cepat
" om, Diana hilang karena Arya juga " ucap Arya menjelaskan apa yang terjadi hingga membuat Diana menghilang dari kecelakaan yang menimpa mereka berdua
" nak Arya baru saja sembuh belum bisa mencari Diana " ucap mama Diana yang mengerti akan kebimbangan papa Diana saat mendengarkan ucapan Arya
" tapi tante saat Arya mau nolong Diana, mata Arya sudah tertutup sebelum Arya menolong Diana " jelas Arya dengan air mata yang sudah membasahi pipi Arya
Semua orang menatap Arya dengan perasaan iba akan hal yang Arya ceritakan, mama Diana mendekati Arya lalu memeluk Arya dengan pelukan hangat dari seorang ibu.
" tidak apa nak, Diana memang harus mendapatkan hal itu " ucap mama Diana menenangkan Arya yang terus terisak di dalam pelukan mama Diana
" biarkan Arya istirahat di kamar tamu saja " ucap papa yang mengetahui Arya kelelahan karena baru saja terbangun dari koma nya
Arya di tuntun mama Diana menuju kamar tamu.
Fals back of
Diana
" aduh " keluh ku saat merasakan sakit di kepala ku ini
" ojo usek sek ( jangan bergerak dulu) " suara paruh baya mendekati ku yang terbaring di tempat kasur atau sofa, entah lah aku tidak tau tapi rasa nya berbeda dengan kedua benda yang sering ku buat duduk
Aku menurut dan kembali terbaring di benda yang gunakan untuk berbaring ini, keras dan sungguh ini tidak nyaman.
" kowe agi wae mari ( kamu baru sembuh) " ucap suara itu kembali dengan menempelkan sesuatu di area badan ku, rasanya perih
" aduh... Sakit banget kasih apasih itu " ucap ku mengeluh namun juga kesalmasak main tempel-tempel aja mana perih lagi rasa nya
" iki obat ( ini obat ) " ucap nya dengan terus menempel kan yang kata nya obat di tempat yang pasti perih jika di tempel kan benda itu
" bisa pelan-pelan gak sih " ucap ku kesal, tempel obat saja seperti bikin goreng saja di pencet pencet
__ADS_1
" iki wes alon ( ini sudah pelan) " jawab nya yang membuat Diana tambah kesal, qpa coba yang di ucapkan si pemilik suara itu iki wes alon maksud nya apa Diana tidak mengerti bahasa itu
" bisa bahasa Indonesia aja gak, gue gak tau artinya " ucap ku memberitahu kebingungan ku dengan ucapan yang di lontarkan
" iki wes bohoso ne kulo, nek jenengan ajeng ngerti artine kulo sanget ngajari ( ini sudah bahasa nya aku, kalau kamu pengin tau artinya aku bisa ajari) " ucqp nya tambah membuat ku bingung, mana panjang lagi kata nya mau di replay juga gak bisa
" gue di mana sih? " tanya ku agar memperjelas di mana aku berada sampai bisa bertemu dengan suara paruh baya yang bikin pusing saja
" nak, Diana enek neng ngomahe kulo ( nak, Diana ada di rumah saya) " jawab nya
" nama lo siapa? "
" asma kulo Aminah, celukane mbh Minah ( nama saya Aminah, pangggilan nya mbah Minah ) " ucap mbh Minah memperkenalkan diri
" owh, mbh minah orang jawa ya mbh " tebak ku sedikit mengerti ya karena nenek ku juga dari jawa
" iyo ( iya) " jawab mbh Minah lalu pergi dengan kayu yang berada di tangan nya
Diana sedikit tidak bisa melihat dengan jelas karena di tempat ini atau rumah mbh Minah tidak terlalu terang hanya menggunakan lampu kecil yang sudah banyak sarang laba-laba yang menempel.
" duh, gue kebelet lagi " keluh ku saat merasa air kencing akan segera keluar
" soko kono belok kiwo ( dari situ belok kiri) " jelas mbh minah yang mau tidak mau aku menuruti, walau tidak tau arti dari ucapan nya kiwo kiwo entah kata apa lagi yang aku dengarkan sungguh membingungkan
Aku berjalan mencari sebuah kamar mandi namun aku tidak menemukan kamar mandi bahkan kini aku berada di kebun mbh minah juga gak ada kamar mandi nya, aku berniat memanggil mbh minah kembali sebelum itu aku melihat sebuah gubuk kecil akan tetapi ada ember yang berisi air di dalam nya
Aku pikir itu kamar mandi, aku pun memasuki kamar mandi itu. Setelah selesai menuntaskan tujuan ku aku hendak kembali ke rumah mbh minah sebelum membuka pintu aku mendengar suara langkah kaki menuju kamar mandi yang ku gunakan.
' pasti mbh minah '
Pikir mu mbh minah yang menuju ke sini namun suara langkah kaki itu terlalu bertenaga tidak mungkin mbh minah kakau mbh minah aja udah tua udah di panggil mbh juga.
Kreeittt....
Suara pintu kamar mandi yang ku gunakan terbuka terlihat lah seorang laki-laki yang menggendong sebuah bebek mainan dengan mata melihat ku aneh.
" apa lo liat liat " ucap ku risih karena terus di liat oleh laki-laki yang berada di depan ku.
Tanpa mengucap apapun aku pergi melewati dia dengan angkuh nya, dia tidak diam saja laki-laki itu bertanya kepada ku.
" kowe sopo? ( kamu siapa) " tanya nya pada ku, walau ku tidak tau artinya aku seperti tidak asing dengan kata-taka jawa seperti nya aku pernah mendengar juga waktu kecil tapi aku sudah lupa akan kata-kata itu
__ADS_1
Aku tidak punya niat untuk menjawab nya, untuk apa juga aku menjawab pada laki-laki banci kayak dia liat saja sudah bikin merinding apa lagi berbicara pada nya, tadi saja aku khilaf.
Berjalan menyusuri kebun tersebut kembaki hingga ku menemukan rumah mbh minah namun kali ini berbeda tadi sebelum aku meninggalkan rumah ini pintu nya belum tertutup tapi ini sudah tertutup rapat.
Apa mbh minah sudah tidur, masak dia bisa lupa aku yang tadi di rumah nya, memang ya kalau sudah tua pasti sudah pikun kasian lah aku ini.
Tok..... Tok....
Suara ku mengetuk pintu walau tidak terlalu kuat ku mengetuk karena pintu nya sudah keropos tapi suara nya masih terdengar keras
" mlebu wae ora di kunci ( masuk aja gak di kunci) " ucap mbh minah yang seperti nya belum tidur waktu nya juga belum waktu tidur karena masih sore menjelang malam.
Aku mencoba membuka pintu nya dan benar saja tidak di kunci, aku memasuki rumah itu kembali sebelum malam tiba. Aku sampai pada tempat ku berbaring tadi juga di sana mbh minah tengah memotong sesutu lalu di masukan ke dalam wadah yang berlubang lubang.
" mbh kenapa pintu nya sudah di tutup? " tanya ku pada mbh minah
" ben ora ono Umusibiyah ( biar tidak ada Umusibiyah ) " jawab nya tanpa menoleh ke arah ku
" Umusibiyah itu apa? " tanya ku kembali,sedikit penasaran sih kan beda waktu di kota tidak ada yang melarang jika mau keluar di waktu sore menjalang malam.
" Umusibiyah iku hantu sing njikuk anak-anak sing metu soko ngomah pas ameh maghrib ( Umusibiyah itu hantu yang mengambil anak-anak yang keluar dari rumah saat sebentar lagi maghrib) "
" owh, anak-anak "
" opo kowe wes gede tek ngomong anak-anak ( apa kamu sudah besar kok ngomong anak-anak) " ucap mbh minah menatap ku dengan tajam nya
" ora gor anak-anak tok ibu hamil, remaja koyo kowe ( bukan hanya anak-anak doang ibu hamil, remaja seperti kamu) " jelas mbh minah dengan tangan berhenti memotong sayur itu lalu pergi meninggalkan ku sendirian, mungkin mbh minah mau masak.
Bersambung......
Jangan lupa.
Like
Komen
And
Vote
Juga favorit ya.
__ADS_1