
Talka berjalan menghampiri Diana dengan menghela nafas, Diana bangkit dari tidur nya kemudian duduk dan bersender pada kepala ranjang.
"Tadi kenapa bikin masalah?." tanya Talka pada adiknya yang kini berada disamping nya.
Diana terdiam mengingat kejadian tadi pagi hingga membuat masalah datang pada dirinya, hati Diana sakit mengingat hal itu hingga tak terasa air mata jatuh pada kedua pipinya.
"Sakit kak!. " ucap Diana memegang dada nya yang terasa sesak entah dari mana rasa sesak dan sakit itu datang.
Talka langsung memeluk tubuh Diana yang bergemetar, Talka tau ini masalah hati yang menuntut kesalah pahaman namun dia hanya bisa diam sambil mengusap punggung Diana agar lebih tenang.
"Apakah Arya yang membuat mu menangis?!." tanya Talka menahan amarah, berani sekali Arya membuat adik kecil nya menangis bahkan harus mendapat masalah.
Anggukan kecil Diana mampu membuat Talka paham, sembari menunggu waktu tepat untuk memberi hukuman pada Arya Talka mencoba sedikit menghibur adiknya agar tak terlalu sedih.
"Tau gak, didalam ruang bk tadi. Ada yang liatin kakak terus sampai mata nya itu mau keluar, ya gara-gara kakak mu ini sungguh tampan mengalahkan oppa oppa korea. "ucap Talka memamerkan gaya ramput nya yang memiliki jengger ayam diatasnya.
"Hilih... Rambut kek jengger ayam aja bangga. "ejek Diana diakhiri dengan tawa nya, lega hati Talka melihat adik nya tertawa seperti itu.
Tawa Diana berhenti sambil pelukan yang perlahan ia lepaskan pada tubuh Talka, Diana menatap Talka dengan puppy eyes nya.
'Mulai nih, pasti ada mau nya.' Batin Talka menatap jengah dengan wajah Diana yang tak berubah berubah dari dulu cuma badan nya aja yang berubah.
"Kak Talka, liburan seminggu yuk. "ajak Diana memasang jurus legendaris nya yang tak dapat terkalahkan.
"Ajak kak Zia sama Mbh Minah sekalian. "sambung Diana dengan senyum memohon.
"Kak Akha bukan Kak Zia!. "revisi Talka sambil menjitak jidat Diana yang ngomong seenak jidatnya.
"iya, mau kan?. "
Talka menggangguk kan kepala tanda setuju, seketika Diana langsung memeluk Talka lalu turun dari ranjang dan keluar dari kamarnya.
"Berangkat sore ini ya kak!. " teriak Diana yang sudah jauh dari kamar nya, mbh Minah dan Akhazia yang tengah bersantai diruang keluarga dibuat bingung dengan tingkah Diana yang berlari-larian.
__ADS_1
"Diana kenapa kok lari-lari?. "tanya Akhazia yang tak mau Diana terjatuh.
Diana menghampiri kak Akhazia dan mbh Minah dengan senyum senang yang tak luput dari bibir nya.
"Mbh, Kak sore nanti kita liburan seminggu!. "teriak Diana kegirangan tak bisa dipungkiri kesenangan nya yang dapat liburan seminggu bersama aggota keluarga.
"Seminggu? Bukan nya kamu harus sekolah?!." ucap Akhazia mengerutkan dahi bingung, ujian belum ada kenapa Diana mau liburan. Pikir Akhazia.
"Kan bisa Homescoll kak!." jawab Diana dengan wajah cemberut kesal.
"Biarin aja kak. "ucap Talka sembari memberi kode pada Akhazia agar memberi izin Diana.
Sifat Akhazia tak jauh berbeda dengan papa yang selalu menuntut untuk berangkat sekolah namun tetap memiliki perbedaan, kak Akhazia lebih kesekolah penting namun jika ingin libur harus memiliki alasan yang tepat, kalau papa lebih kepemaksaan apa-apa harus sekolah pikirnya pengen anak nya pintar dalam bidang pendidikan semua tanpa ada kesalahan.
Akhazia mengiyakan keinginan Diana setelah Talka bercerita tentang perasaan Diana pada seorang laki-laki.
Sore hari berjalan dengan cepat kini Diana dan yang lain nya sudah siap dengan barang masing-masing, masuk pada mobil Talka lalu mobil melaju membelah jalanan sore yang masih sedikit panas.
Perjalanan di iringi canda tawa hingga sampai pada pantai tujuan awal Diana, mereka turun satu persatu hingga menyisakan Talka yang memarkirkan mobil pada tempatnya.
Diana memasang wajah cemberut nya, padahal kan dia bukan mau nutunin barang tapi mau ambil kamera Diana.
"Siapa juga yang mau nurunin barang!." ketus Diana berlalu dengan kamera berada ditangan nya.
Akhazia terdiam sembari menggaruk tekuk nya yang tidak gatal, Diana mulai mengambil foto pemandangan pantai yang asri dan indah ini sedangkan kak Talka tengah menata Panggangan terus mbh Minah menata bumbu dan kak Akhazia
"Kak Talka!. "panggil Diana celingukan mencari pemilik nama yang tidak berada ditempat nya.
Baru saja Talka merasakan damai nya pantai namun suara Diana merusak semua hingga mengaharuskan Talka meninggalkan karang yang ia jadikan sebagai tempat duduk.
"Ada apa?. "tanya Talka menghampiri Diana yang cemberut sambil celingukan.
Mulai nih, ngapa tuh mata kelip kelip. Batin Talka
__ADS_1
Diana melihat kearah Talka dengan mata yang ia kedip kedip kan seperti biasa Diana akan meminta sesuatu dari Talka, enatah apa yang akan ia minta.
"Hmm... Apa?. "
"Kak Talka yang ganteng nya melebihi kak Zia, fotoin yah!. "pinta Diana masih dengan mata yang ia kedip kedip kan berharap Talka akan menuruti nya.
Kalau ada mau nya baru muji-muji,. Batin Talka menatap malas Diana yang mengantupkan kedua tangan nya kepadanya.
"Sini!. "
Talka mengambil kamera dari tangan Diana hingga Diana bersorak senang, Diana mulai mencari tempat bagus lalu mulai memperagakan gaya keren milik nya.
Cekrek...
Satu foto telah di ambil, kini giliran Diana melihat hasil jepretan Talka si Talking tom. Wajah Diana saat melihat hasil nampak buruk apakah hasil nya jelek. Pikir Talka yang melihat adik nya cemberut .
"Wow.. Apakah hasil nya terlalu bagus sampai kau begitu?. "ucap Talka merampas kamera yang Diana pegang kini berpindah tempat ditangan Talka.
Bagus apanya orang kek kabut terbang juga. Batin Diana kesal sekaligus marah, bisa bisanya seorang Talka yang memiliki cita-cita sebagai dokter tidak pandai dalam memotret.
Biasanya dokter akan memotret tulang untuk melihat apa yang rusak dari tulang, namun jika potretan nya kabur begitu apakah hasil nya akan terlihat. Isi pikiran Diana yang merutuki kakak nya itu.
"Bagus kan kak!?!."tanya Diana dengan senyum mematikan sembari menatap Talka yang baru saja melihat hasil jepretan nya.
"I.. Ya bagus banget mah ini, gue emang pinter jepret." ucap Talka membusungkan dada sembari menunjukan deretan gigi nya.
"Apanya yang bagus, kabut terbang aja bagus!. "teriak Diana kesal sembari langsung berlari kearah Talka, Talka pun brrlari karena panik dan juga tidak mau terkena amukan singa betina yang sedang marah ini.
Aksi kejar kejaran pun terjadi hingga matahari tenggelam dalam air pantai yang berwarna biru laut itu.
Di malam yang gelap Diana serta yang lain menginap pada salah satu penginapan terdekat pantai tadi karena Diana masih ingin bermain dipantai hingga mereka harus menyewa penginapan dipantai tersebut.
"Diana, Talka makan dulu!. "teriak mbh Minah dari meja makan.
__ADS_1
Tau jika makanan sudah siap Akhazia telah stay dimeja makan, sedangkan dua adik kakak tadi masih asik main game di ponsel mereka masing-masing.
Bersambung.......