Diana & Arya

Diana & Arya
tiga puluh satu


__ADS_3

Pagi hari nampak matahari telah berada pada tempat nya bersinggah menyinari bumi yang gelap dengan cahaya terang nya, di rumah sakit dalam kamar rawat seorang gadis tengah bersenda gurau dengan seorang wanita paruh baya dengan tawa yang menyambut pagi hari mereka berdua.


Mereka berdua tak lain ialah Diana yang tengah berbincang dengan mbh Minah sesekali Diana mengundang tawa hingga memecahkan kesunyian di dalam kamar rawat, banyak perawat atau suster yang melirik ke kamar mereka bertempat karena merasa penasaran akan pemilik kamar tersebut.


Mereka semua iri mendengar tawa Diana dan mbh minah karena tidak biasa orang yang berada di rumah sakit akan tertawa lepas bagi semua orang rumah sakit adalah penjara yang menyedihkan karena banyak obat obat yang akan mereka minum juga nasib mereka yang tak dapat sembuh dari penyakit tak banyak juga keluarga mereka menjenguk karena takut tertular penyakit dari orang tersebut.


" dimana Arvin? " tanya mbh minah yang tak melihat Arvin sama sekali dari tadi malam hingga pagi ini.


" entah Diana juga tidak tau, kemarin malam Diana tinggal Arvin di taman " ucap Diana walau kesal akan pemilik nama yang barusan ia sebut Diana melihat raut wajah mbh minah yang khawatir.


" paling pulang mbh "Ucap Diana agar mbh minah tidak khawatir, masak anak laki-laki di khawatirin sih. Batin. Diana


Mbh minah menjawab dengan anggukan dirinya juga berpikiran sama dengan Diana mungkin Arvin pulang ke rumah nya karena di kamar ini hanya ada perempuan dan itu akan menggangu Diana.


" mbh Diana bersihkan diri dulu " pamit Diana lalu pergi setelah mendapat izin dari mbh minah.


------


Di kantin sekolah


Para murid bergerombol menuju kantin sekolah setelah bel istirahat berbunyi suara hiruk piruk dari kantin terdengar hingga ke kelas seorang murid yang memiliki sifat ceria jika di hadapan sahabat nya namun berbeda dengan orang yang tak dirinya kenal begitu juga dengan orang yang kini bergelayutan di lengan kiri nya.


Membuat si pemilik ji**k namun tak bisa berkutik karena itu calon tunangan nya sendiri orang yang papa nya setujui sebagai calon nya, laki-laki itu bernama Arya murid pindahan yang baru saja pindah beberapa bulan yang lalu.


" Ar, ngantin yuk " ajak seorang laki-laki lain nya yang merupakan sahabat dekat nya dari smp yaitu Arzi yang kerap di panggil kocil murid pindahan yang baru seminggu pindah.


" lo gak liat " ucap Arya dingin pada kocil karena ada lintah di lengan nya.


" owh, ada lintah ya " ucap nya berbisik di telinga Arya.


" yaudah, urus aja yah gue lapar ngantin dulu ya Ar. " pamit nya pada Arya walau Arya memelototi nya kocil tetap pergi.


Dasar teman gak peka. Batin Arya saat kocil tak menjawab pelotan nya yang mengandung sebuah penolakan.


" minggir gue mau pergi " ucap dingin Arya sembari menyingkirkan tangan gadis di lengan nya.


" gak mau, aku mau sama kamu " ucap nya menatap Arya dengan puppy eyes.


Arya tak menatap wajah itu bahkan melirik nya tujuan nya hanya ingin pergi tanpa di ganggu dengan apapun itu juga gadis yang bergelayut manja di lengan nya.


" gue lagi gak mau di ganggu " bentak nya karena telah jijik dengan sikap gadis itu.


Gadis itu melepaskan tangan nya dari lengan Arya setelah mendengar bentakan kasar dari Arya, Arya menebak pasti gadis itu akan melapor pada orang suruhan nya dan akan mengancam Arya dengan nama papa nya.


Arya segera pergi menyusul kocil ke kantin karena memang perut nya sudah mendemo minta isi mereka.


Sesampainya di tempat ramai yang di sebut kantin itu Arya terlihat menyapu segala penjuru tempat ini mencari sosok kocil yang menunggu nya, terlihat seorang melambaikan tangan nya mengarah pada Arya tanpa berpikir lagi Arya mendekati nya dan duduk di samping tempat nya duduk orang itu tak lain dan tak bukan adalah kocil sosok yang Arya cari.


" udah selesai urusan nya sama si lintah? " tanya kocil sembari memasukan makanan pada mulut nya


" gak tunggu tunggu lo, makan sendiri aja " kesal Arya melihat kocil memakan sesuap makan makanan nya yang pertama karena baru saja di pesan.

__ADS_1


" gue juga baru datang pesanan nya, kalau mau pesan ya tinggal pesan " jawab kocil dengan mulut penuh akan mie ayam yang ia pesan.


" lo kalau makan kek bayi ya mana ada cewek mau ma lo " ledek Arya melihat kocil makan tak beraturan.


" lo ngeledek gue " tanya nya bingung


" ya iya lah siapa lagi" jawab Arya sembari tangan menerima pesanan nya yang telah tiba.


" owh, ku kira yang di samping lo " ucap kocil yang tak melihat wajah tegang Arya.


" yang lo maksud siapa? " tanya Arya sambil mengusap keringat dingin yang membasahi baju sekolah nya.


" itu loh.... Kursi kosong!!" gelak tawa kocil membuat Arya memasang wajah masam nya ternyata kini ia tengah di kerjai.


" hahaha, lo ngerjai gue cil" ucap Arya terlihat tengah marah


Kocil hanya diam tak menganggap ucapan Arya serius hingga suara hantaman meja terdengar, mata kocil menatap Arya dalam keadaan marah terlihat dari wajah nya yang berubah merah.


" marah lo Ar? "tanya kocil mengecilkan suara


" hahaha " tawa Arya pecah menatap kocil yang ketakutan akan kemarahanan nya.


" ngerjai gue nih " ucap kocil masam


" hmm, makan yuk buru bel " ucap Arya,kocil pun mengiyakan karena waktu yang sebentar lagi memasuki pelajaran kedua mereka.


Selesai makan bunyi bel berbunyi memenuhi kantin yang ramai ini banyak siswa siswa berhamburan menuju kelas mereka masing masing sama seperti yang Arya dan kocil lakulan.


Menuju kelas mereka sebelum guru mereka mengamuk.


" main basket yuk Ar!" ajak kocil menghampiri tempat duduk yang lumayan jauh tempat nya.


" yuk"


Mereka berjalan menuju lapangan basket sembari berbincang hingga mengundang tawa renyah membuat hati hangat merasakan nya.


Tiba-tiba Rellia menghampiri Arya dengan berlari hingga saat ingin menabrak dada bidang Arya kocil dengan cepat menghadangnya dengan dada nya.


Bruk...


Suara dentuman kepala Vs dada bidang terdengar bersama dengan suara rintihan kecil kesakitan.


" duhh... My honey aman " ucap kocil lega untung yang Rellia tabrak bukanlah dada bidang Arya jika itu terjadi kocil akan merajuk pada Arya nanti.


" apa honey.....honey pala gue sakit nih! " kesal Rellia pada orang di depan nya.


" maaf my honey, mana yang sakit? " ucap kocil sembari melihat sisi kanan kiri mencari luka lecet di seluruh badan Rellia.


" pala gue!, tu dada besa pa beton sih " kesal nya pada kocil seraya menghampiri Arya yang diam di belakang kocil.


" ettss... Mau kemana honey? " tanya kocil menghadang Rellia yang hendak pergi.

__ADS_1


" minggir ih... Gue mau ketemu Arya " jawab Rellua seraya mendorong bahu kocil yang menutupi pandangan karena tubuh nya yang lebih pendek dari kocil.


" mau ngapain? "


" tanya mulu" kesal nya lalu mencari jalan lain agar bisa bertemu dengan Arya, apa susah nya tinggal ngomong kenapa juga harus bertemu. Hal itu lah yang di pikirkan Arya padahal jarak mereka tidak jauh kenapa harus bertemu kembali.


Namun lagi-lagi kocil menghadang Rellia membuat keksalan Rellia pada kocil bertambah, ngapain juga ganggu dia ganggu. Batin Rellia kesal mentap klcil sembari berkacak pinggang.


" apa sih lo ganggu gue? " tanya nya pada kocil karena lelah di ikuti kemana pun melangkah jika ingin bertemu dengan Arya.


" my honey tidak boleh deket deket sama Arya! "ucap kocil yang di sambut dengan melamun nya Rellia ia nampak masih mencerna ucapan kocil, maklum gadis tidak peka yah seperti ini, hahaha.


" maksudnya? "


" honey tak tau, jika bebeb suka sama honey " kata kocil dengan wajah sedih nya menatap bola mata milik Rellia.


" mau ngapain Rel cari gue?" tanya Arya merusak momen kocil yang ingin nembak sang pujaan hati nya.


" anu..Ar... Diana" ucap Rellia mendadak lupa apa yang dirinya akan sampaikan pada Arya.


" anu apa? " tanya Arya di buat penasaran kali ini apalagi ketika ia mendengar nama Diana di sebut di dalam nya.


" ah... Gue lupa gara-gara lo " tunjuk nya pada kocil yang mematung mendapat tujukan Rellia.


" salah apakah aku ini honey? " kata kocil mendrama, korban drama sinetron dia.


" banyak" jawab Rellia dengan mata menatap jari jari nya.


" yaudah gue pergi " ucap Arya lalu berlalu melewati kocil juga Rellia, kali ini Arya tak seperti biasanya apakah dia kesambet atau apa.


Kocil menatap kepergian Arya dengan tatapan menginterogasi meminta menjelasan namun Arya tak melihat nya ia langsung pergi begitu saja.


" si Arya kenapa tuh cil? "tanya Rellia pada kocil, kocil hanya mengendikan bahu nya tak tau mungkin Arya lagi gak mood kali kayak anak gadis, hihihi.


Arya pov


Kulihat kocil dan Rellia masih berantem saat ku tanya Rellia malah tak tau padahal dia udah ngomong ini tentang Diana tapi malah lupa yaudah deh aku pergi rasanya lagi pengen aja gitu.


Gak biasanya aku kayak gini susah ketawa pa lagi hari tunangan ku sebentar lagi hanya tinggal menghitung jari, bikin aku tuh susah ketawa tapi kalau sama kocil aku ketawa namun di hati ku aku resah seperti Diana kenapa kenapa.


Kini aku berada di kantin tempat yang paling tak kusuka sih karena ramai, namun aku harus mengisi perut ku yang kosong dari pagi, tadi pagi gak makan karena di sana ada lintah bikin mood ku turun.


Sesampainya di kantin aku langsung pesan makanan karena takut bel juga aku ingin jalan-jalan dulu gak mau langsung ke kelas pasti kocil nanya nanya yang bikin kepala ku pusing mikirin jawaban nya.


Bersambung.......


Like


Komen


And

__ADS_1


Vote


Favorit yah


__ADS_2