
Setelah mereka selesai menyapu mereka beristirahat di bawah pohon rindang yang berada tak jauh dari lapangan.
" Na pulang yuk " ajak Rellia yng kini sudah berdiri menghadap Diana.
" Emang udah boleh pulang? " tanya Diana yang tidak fokus dengan Rellia ia fokus pada kaki nya yang terasa pegal sekali.
' Pulang nanti minta kak talka minjitin aja deh ' rencana Diana dari dalam hati.
" Na, lo gak liat apa! " seru Rellia kesal udah capek di tambah sahabat nya yang bikin kesal campur sudah rasa nya.
" Liat apa Rell? "jawab Diana tanpa mengalihkan pandangan nya dari kaki nya yang cenat cenut rasa nya.
" No liat, kelas kita no udah sepi kan " ucap Rellia sembari mengarahkan wajah Diana ke arah kelas mereka yang tampak jauh dari lapangan.
" Terus... " ucap Diana tak paham apa yang Rellia bicarakan ia hanya menjawab ucapan Rellia dengan asal,memang ia tak peduli.
" Yah itu tanda nya semua murid udah pulang, ayok kita pulang gue anter " ucap rellia lalu menarik kencang tangan Diana hingga membuat nya berdiri dengan cepat seperti turbo karena tarikan Rellia.
" Rell, kaki gue masih pegel kenapa lo tarik tangan gue sih " kesal Diana karena belum sembuh pegal nya Rellia dengan enak nya menarik tangan Diana hingga ia berdiri.
" Kita pulang " ucap Rellia tanpa menjawab ucapan Diana, percuma ia jelaskan diana tak akan mengerti dan tak mau mengerti.
Mereka berjalan menuju ke kelas untuk mengambil tas mereka namun setelah mereka sampai di depan kelas dan ingin membuka pintu, pintu tak bisa di buka seperti nya telah di kunci oleh guru.
Rellia hendak mengambil kunci kelas nya ke pak satpam namun ia juga melihat pak satpam tidak ada di tempat nya perjaga, dengan langkah lelah Rellia kembali menghampiri Diana yang masih stay di depan pintu kelas.
" Kanapa lo? " tanya Diana pada Rellia
" Kunci kelas nya di bawa pak satpam " ucap nya terhenti saat Diana dengan cerewet nya berbicara.
" Ya lo ambil lah " ucap Diana santai
" Hoy!!, gue belum selesai ngomong nya. pak satpam gak ada di tempat nya jaga " ucap nya kesal dengan santai nya diana menyela ucapan nya yang belum selesai
" Kita manjat nih " ucap Diana yang menebak apa yang akan mereka lakukan untuk mengambil tas mereka.
Dan benar saja apa yang Diana tebak kini mereka tengah memanjat dinding dengan bantuan kursi yang berada di samping jendela,namun karena tinggi badan diana terlalu pendek ia tak sampai pada jendela yang akan mereka masuki.
__ADS_1
" Bisa gak sih lo Na " tanya Rellia yang berada di bawah yang kini memperhatikan diana melompat lompat untuk mencapai tinggi jendela.
" Kalau gak bisa biar gue aja " tawar Rellia dengan percaya diri.
Diana turun dari kursi dan Rellia naik ke kursi lalu mencoba mengapai jendela namun hasil nya nihil mereka tidak ada yang bisa menyapai nya karena tinggi badan mereka hanya selisih 1-2 saja.
" Sama aja kali Rell " kesal Diana yang melihat Rellia melompat lompat seperti diana untuk mengapai jendela.
" Aduh, tingga banget tuh jendela ya " keluh Rellia dengan nafas tak beraturan.
" lo aja yang pendek " ledek Diana namun sama saja ia meledek dirinya sendiri nyatanya mereka tak ada beda nya.
Diana mulai berpikir bagaimana cara nya agar bisa masuk ke dalam kelas itu, setelah beberapa menit Diana mendapatkan ide.
" Apa ide lo na? " tanya Rellia penasaran namun ia juga khawatir jika ide nya tak masuk akal.
" Ide nya... ahhh lupa Rell " ucap Diana yang lalu mendapat pukulan dari Rellia, Rellia kesal pada sahabat nya masih gini aja bisa aja diana lupa.
" Ya, maaf lah Rell orang lupa juga " ucapnnya tanpa rasa bersalah.
Mereka pun berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobil Rellia dan berakhir pulang tanpa membawa tas, mereka sudah menyiapkan jawaban yang tepat untuk mereka katakan pada orang yang di rumah mereka masing masing jika tas mereka sudah di kamar nya jika mereka ketahuan tak membawa tas pulang.
" Sudah ada di kamar " ucal Diana berulang kali hingga tedengar pada Talka yang sudah berada di rumah kini ia tengah menoton tv namun setelah ia melihat diana pulang dengan mulut yang tak berhenti mengucapkan kata " Sudah ada di kamar " apa maksud ucapan Diana itu membuat Talka penasaran.
Dorrr..
" Ama!!! ning... nang... ning.... glung... ning " ucap nya sambil memperagakan tarian khas orang gila versi Diana.
" Hahaha, lo ngapa Na " ucap Talka dengan tawa puas nya
" Hih... talking tom ngapa sih ganggu mulu " ucap Diana kesal lalu membenarkan cara berdiri nya dengan anggun kembali setelah ke anggun nan nya hilang akibat suara bom meletup dari Talka.
" Eh, bwt lo tadi ngapalin apasih? " tanya Talka, membuat Diana yang mendengar pertanyaan Talka menjadi kikuk tiba-tiba dia lupa akan apa yang telah ia hafalkan tadi.
" Apa? "
" ' Ada di dalam kamar' gitu lo ucap nya " ucap Talka sambil memperagakan gerakan diana menghafalkan hal itu.
__ADS_1
" Gpp, gak usah di pikirin " jawab Diana mecoba menghilangkan rasa penasaran kakak nya.
" Eh, lo pulang gak bawa tas Dino saurus " ucap nya dengan memincingkan mata nya bermaksud mencurigai diana.
Diana yang mendapat tatapan curiga dari kakak nya di buat bingung membuat talka semakin mencurigai Diana.
" Hayoo... tas lo taruh mana " ucap Talka kembali agar mengetahui apa yang di sembunyikan Diana terbongkar.
" Apaan sih " ucap Diana
" Hayooo " ucap Talka kembali agar Diana mau membuak mulut nya untuk mengatakan di mana tas nya berada.
" Tas nya di kelas " ucap Diana dengan keras, Talka tersenyum puas mendengar pengakuan diana.
" Hihhh, kakak " kesal Diana rahasia nya terbongkar, ia pun mendudukan dirinya di sofa depan tv yang telah menyala karena Talka menyalakan nya.
" Kenapa tas nya gak di bawa pulang? " tanya Talka mengikuti Diana di duduk di sofa.
" Abis nya pintu kelas di tutup, jadi gak biasa ambil tas nya " jelas nya sambil mengerucutkan bibir nya dengan pipi yang mengembung, membuat Talka ingin sekali mencubit nya namun tak bisa karena suasana Diana tidak baik yang ada nanti Talka di buat bangkrut sama Diana.
" Kenapa gak minta kunci ke satpam " ujar Talka
" Udah tapi pak satpam nya gak ada " jawab nya seperti anak kecil yang kehilangan mainan nya.
" Terus tadi lo ngapain aja " ucap Talka kembali, dengan mata yang tak teralihkan dari wajah kesal adik nya.
" Tadi pakek kursi terus lompat-lompat "
" Kenapa lompat? " bingung Talka dengan penjelasan diana
" Soal nya jendela nya tinggi kan mau masuk lewat jendela " jelas Diana kembali dengan wajah yang tam berubah sama Sekali bahkan saat berbicara.
" Kanapa lo gak pinter sih Dino saurus " ucap Talka yang bodoh mendengar cerita bodoh Diana yang tak memiliki ide untuk mengambil tas nya bahkan hanya sekali melakukan ide konyol, Talka tebak ide memakai kursi adalah ide Diana sendiri.
Bersambung.....
Terima kasih telah membaca, semoga suka sama cerita nya. jangan lopa tinggal kan jejak kalian dengan.
__ADS_1
vote, like, and komen.