
Apakah aku tak bisa membanti mu Diana. Batin Arvin sedih, tujuan ia datang ke rumah mbh minah ya mestinya ingin membuat Diana bahagia namun karena Diana yang susah untuk di dekati walau hanya berbincang saja.
" hei tunggu!! "ucap Arvin mengejar Diana yang telah masuk ke dalam kamar nya kembali.
" pergilah jangan ganggu aku, jangan datang kemari " ucap Diana dengan isak tangis di dalam kamar.
Arvin yang mendengar nya semakin tak rela untuk pergi meninggalkan Diana sendiri di dalam leruk hati nya telah muncul Rasa suka Arvin kepada Diana.
" saya tak mau pergi " ucap nya ingin membuka pintu namun ketika mendengar suara Diana lagi diri nya tak jadi menyentuh pintu.
" pergi dan jangan kembali lagi karena gue ji**k sama lo " ucap Diana lantang, menusuk di jantung Arvin sekarang diri nya tau kenapa Diana selalu menjauhi nya karena Diana ji**k melihat nya.
Dengan perasaan terluka Arvin pergi tanpa memikirkan Diana lagi hati nya telah terlukai dengan kata-kata Diana yang sungguh menyakitkan untuk di dengar.
Setelah Arvin pergi barulah Diana membuka pintu kamar, yah tadi itu hanya rencana nya agar Arvin tak memberikan ponsel itu kepada nya walau tadi Diana bimbang karena itu sungguh tidak baik.
" maaf, aku tak bermaksud " ucap Diana sedih berbicara seperti itu Diana tidak ahli jadi Diana merasa sangat terluka bebericara seperti itu.
Diana teringat jika hari ini di mana ia membuat sambal yang tidak enak membuat mbh minah mmebuat sambal yang baru apakah mbh minah sudah dapat bahan-bahan nya.
Fhals back.
Mbh minah tengah duduk di kursi dwpan rumha nya menunggu Diana pulang membawa bahan-bahan sambal namun samapi sekarang belum muncul Diana,mbh minah tau jika jarak nya jauh tapi tidak sampai selama ini kan.
Pikiran mbh minah telah kemana mana jika Diana bertemu dengan anak-anak nak dan di jaili bagaimana inilah yang ada di dalam pikiran mbh minah sekarang.
Menatap jalanan yang ramai penduduk untuk bekerja, mbh minah melihat seseorang lewat di depan rumah mbh minah orang itu tak asing lagi.
" le, rinio sedilit ( nak, kemari sebentar )" panggil mbh minah saat orang itu mebatap mbh minah.
Berjalan menggunakan sepeda motor nya menuju rumah mbh minah yang tak jauh dari jalanan yang ramai ini.
" enten nopo mbh( ada apa mbh) ?" tanya nya pada mbh minah, melihat raut wajah mbh minah yang khawatir membuat penasaran orang itu.
__ADS_1
" kowe Goleono Nduk Diana yo neg dalan meh neng warung, ra muleh muleh nganti saiki( kamu cariin nak Diana ya di jalan mau di warung, gak pulang pulang samapi sekarang) " pinta mbh minah pada orang itu ya siapa lagi kalau bukan Arvin anak pak kades yang rumah nya di samping mbh minah.
" nggeh, mbh kulo tak medal rien( ya, mbh saya pergi dulu ) " pamit Arvin pada mbh minah.
Arvin bergegas pergi dirinya juga tahu jika warung yang di sebut mbh minah adalah warung yang berada di desa sebelah desa yang rawan anak-anak nakal yang kurang kerjaan.
Menaiki motor dengan kecepatan sedang karena jalanym yang ramai penduduk membuat jalan menjadi padat pejalan kaki juga bermotor walau terburu buru Arvin tak mau mencelakai penduduk.
Yang nanti nya akan membuat reputasi ayah nya hancur karena kesalahan nya yang lalai dalam berkendara.
Dalam berjalanan mata Arvin tak berhentinya melihat ke kanan dan kekiri mencari sosok Diana berada tanpa sengaja mata Arvin melihat Diana keluar dari telepon mini dengan pandangan kosong.
Karena Arvin telah menemukan Diana ia segera menuju ke arah Diana namun sebelum itu ia melihat seorang cowok tengah bersantai di pinggir jalan yah itu teman dari Arvin.
Karena Arvin juga harus membelikan mbh minah bahan-bahan sambal brambang asem, Arvin memutuskan untuk menyuruh teman nya tersebut yang membeli nya sedangkan ia menuju pada Diana.
" hei,!! "panggil Arvin pada teman nya.
" tukok no, bahan-bahan sambel brambang asem yo, neg ngone mb Tari( belikan, bahan-bahan sambal brambang asem ya, di punya nya mb Tari )" ucap Arvin pada teman nya
" gah aku wae gak reti bahan ne opo wae( gak aku aja gak tau bahan nya apa saja )" ucap nya menolak
" gampang kuwi kowe garek ngomong, mb tumbas bahan-bahan sambel brambang asem ya nggo mbh minah( mudah itu kamu tinggal ngomong, mb beli bahan-bahan sambal brambang asem ya buat mbh minah)" jelas Arvin
" nko tak upahi ( nanti saya kasih upah) " ucap Arvin kembali
" yws, ndi duet e ( mana uang nya )" ucap nya meminta uang, Arvin membeikan teman nya uang untuk membeli bahan sambal untuk mbh minah dan juga upah nya.
Setelah Arvin selesai dengan bahan sambal ia langsung menuju dimana Diana kini berada, namun kini Diana tak sama posisinya tadi Diaja tengah duduk di pinggir jalan sekarang sudah berjalan menjauhi tempat nya tadi.
Dengan bergegas Arvin melajukan motor nya mengikuti Diana dari belakang, sampai di belakang Diana pas Arvin segera mematikan mesin motor nya lalu turun dari motor nya.
" Astaga, Diana lo lupa bahan sambal mbh minah " teriak Diana heboh karena kelupaan nya kambuh lagi, bagaimana ini apakah mbh minah tak jadi jualan sedangkan kini hari telah menjadi siang, sia-sia tadi Diana bangun pagi sekali yang akhir nya akan seperti ini.
__ADS_1
Berlari lurus ke depan tanpa memperhatikan jalan hingga sebuah motor jadul berhenti di depan Diana membuat Diana yang berlari terkejut hingga terjatuh di tanah.
" woy, lo punya mata tidak!!" teriak Diana berdiri, ingin menampar mengemudi motor tersebut namun karena ternyata yang mengemudi itu adalah si banci.
" haduh, mimpi apa gua ketemu sama dia lagi " gumam Diana berbalik arah lalu berlari kecil mencoba menghindar dari manusia di depan nya tadi.
" gua boncengin " ucap nya terdengar samar namun masih nelas di telinga Diana.
" ogah!!" teriak Diana menolak
Kenapa tu bocah pakek bahasa Indonesia pasti mbh minah yang suruh. Batin Diana berkata
" mbh minah yang suruh " ucap nya kembali .
" emang gua pikirin " teriak Diana keras agar manusia di belakang nya mendengarnya dengan jelas tanpa harus Diana ulang kalimat lagi.
Bener kan mbh minah yang suruh, hihh kenapa sih mbh minah suruh dia kenapa gak suruh orang ganteng gitu. Batin Diana kesal.
Diana masih terus berjalan dengan manusia tadi mengikuti Diana dari belakang, berdepat masalah boncengan yang mbh minah suruh.
flas back of.
bersambung......
terima kasih telah membaca, jangan lupa beri
like
kome
and
vote. favorit
__ADS_1