
Baru Beberapa menit diana berendam kakak yang menyebalkan telah menganggu nya, siapa lagi kalau bukan talking tom ya talka kini berteriak teriak di luar kamar diana sembari menggetuk pintu dengan tidak sabaran.
Diana langsung angkat kaki dari bath up dengan kesal nya tidak lupa dengan handuk melilit di badan nya untuk menutupi benda berharga milik nya.
" hoy, kagak usah teriak teriak napa sih " kesal diana yang kini tengah membuka pintu kamar nya dengan handuk yang masih melilit tubuh nya.
" kalau mau buka pintu itu pakai baju dulu napa " ucap talka yang melihat diana dengan handuk saja tanpa baju membuat nya tergoda.
" lo sih gak sabaran " jawab diana merasa diri nya tidak salah
" ya, tuh di depan ada pak fajri kata nya mau bicara sama lo " jelas talka
" yaudah gue siap siap dulu " ucap diana yang langsung menutup pintu dengan keras nya menabrak punggung talka yang masih setia berbalik yang mencoba melindungi mata nya dari diana.
" mamae " teriak talka terkejut, bagaimana tidak dengan keras nya benda yang terbuat dari kayu itu menghantam punggung nya yang bak atletis itu.
Tanpa banyak pikir diana memakai baju seterlihat mata nya diri nya merasa tidak membuat kesalahan tapi kenapa pak fajri datang ke rumah nya bahkan saat diana tengah berendam.
Diana telah siapa dirinya turun dari tangga dengan cepat sembari mata nya melihat ke sekeliling mencari sosok talka yang telah memberitahu nya.
" kak talka " panggil diana pelan takut tamu nya terganggu.
Walau pun diana anak bar bar atau los kata jaman sekarang namun diana masih tau tamu dan guru karena itu ajaran mama dan papa nya harus sopan ketika berbicara pada orang yang tua dan yang telah berjasa. Namun itu tidak berlaku untuk kakak kakak diana.
" tamu nya pak fajri doang " tanya diana sembari menyiap kan minuman untuk menjamu tamu.
" gak sama cowok " ucap talka
" hah, sapa? " tanya diana tanpa sadar berteriak
" katanya pelan pelan bicara nya lah itu malah teriak teriak " ucap talka
" lah lo sih bikin teriak " ucap diana lalu berjalan ke arah ruang tamu, ya untuk menjamu tamu dan berbicara penting sama pak fajri
" hallo pak- " sapa diana terhenti ketika melihat orang yang berada di samping pak fajri yang kini juga menatap diana.
Mereka berdua bertatapan sejenak namun setelah itu mereka mengalih kan pendangan mereka.
" emkhm, masih ada patung hidup loh " tegur pak fajri pada kedua orang yang bertatapan sejenak tersebut
" di minum pak " ucap diana sembari mengulurkan minuman di meja tepat di hadapan pak fajri
" wahh, makasih diana kamu baik banget gak kayak si aray itu masak pak guru gak di kasih minum. Kan pak guru haus " ucap pak fajri dengan mata melirik sinis ke arah Arya
" emang sih pak jangan bertamu di rumah aray nanti gak ada camilan sama minuman nya " ucap diana mengikuti pak fajri dengan menyebut nama Arya dengan sebutan aray
__ADS_1
" gak usah mampir pak, mampir aja di rumah dino aja " ucap arya meledek diana
" sudah pak fajri cuma bercanda " ucap pak fajri
" kenapa gak serius pak " ucap diana dan arya serempak dengan tatapan kesal
" pak guru ke sini mau bicara sama diana , bukan mau camilan dan minuman " ucap pak fajri mulai marah membuat kedua insan itu terdiam dalam sekejap
" aray jelasin sama nak diana apa tujuan bapak datang ke sini " ucap pak fajri
" baik pak " jawab arya tanpa pikir panjang, padahal di dalam hati nya ingin menolak namun karena terlanjur takut mulut nya langsung ceplas ceplos.
" jelaskan "
" jadi gini na " ucap arya mengantung diri nya lupa akan apa yang telah pak fajri bicarakan dengan nya
" jadi gini " ucap arya kembaki berpikir
" cepat jelasin!!! " bentak pak fajri yang dengan cepat arya menjawab nya tanpa mengetahui apa yang akan keluar dari mulut nya.
" diana gue mau ajak lo jalan!! " teriak arya, setalah mengucapkan kata itu arya menjadi linglung diri nya melihat semu merah yang tercetak di pipi diana juga pak fajri menutup mata dengan geleng geleng kepala.
" ada apa? " tanya arya bingung
" ada apa ?, kamu saya suruh jelasin malah apa hah, " ucap pak fajri semakin marah
" yaudah biar bapak yang jelasin, jadi gini nak diana sekolahan ikut lomba pengisi suara berpasangan dan saya baru menemukan pengisi suara berpasangan dan itu kamu nak diana dan pasangan nya nak aray " jelas pak fajri terhenti dengan pengambilan nafas panjang
" dan saya ada latihan nya tapi aray lupa memberitahu nak diana, sebenarnya saya udah cariin nak diana kemarin karena nak diana sudah pulang , jadi saya titipkan kepada aray itu "
" nah di sini saya tanya nak diana mau ikut latihan di setiap jam 4 sore? "
" emm, gimana ya pak " ucap diana agak ragu untuk memberikan jawaban
" ikut aja na " ucap talka yang tiba-tiba ikut campur
" itu kan lo bukan gue " ucap diana kesal, hilang lah rasa sopan pada tamu
" yaudah, pak saya mau " ucap diana terpaksa setelah mendapatkan kode dari mata talka yang menyebalkan itu.
" yaudah berarti kalian berdua setuju ikut lomba," ucap pak fajri senang
" pak fajri sama aray pulang dulu jangan lupa besok jam 4 sore kumpul di sekolahan " ucap pak fajri lalu menghilang dari balik pintu besar rumah diana
" eh, lo ngapain tadi kode kode an pake mata " ucap diana kesal dengan talka, sedangkan talka hanya cengar cengir tidak jelas
__ADS_1
" udah ah, males " ucap diana lalu pergi tanpa menghiraukan wajah talka yang menyebalkan
Diana kembali ke kamar nya dengan rasa malas menyelimuti diri nya,diana bimbang apakah ia mengikuti lomba itu dengan niat atau hanya cuman karena main main.
" tanya rellia aja deh " ucap diana mendapatkan ide untuk menyelesaikan masalah ini.
Setelah mengambil ponsel yang berada di nakas diana membuka aplikasi whatsapp nya lalu mencari grup yang telah ia buat bersama rellia walau percuma saja membjat grup hanya berisi 2 kontak saja kontka diana dan rellia saja.
Setelah ketemu diana mengetikan kata dengan lama nya, eh bukan hanya kata tapi semua isi hati diana yang dangkal dan bimbang ini.
GRUP GRILS
Diana : rell, gue minta saran dong gue kan di ajak pak fajri buat ikut lomba pengisi acara berpasangan dan pasangan nya itu arya gue bingung gue ikut apa gak tapi gue udah ikut karena kak talka yang suruh tapi gue masih bimbang gimana dong gue harus apa?
Rellia lope : ya saran gue lo ikut dan lo lakuin dengan niat, lo kan suka sama arya itu kan dan lo punya kesempatan buat ngedeketin ya lo deketin lah dari pada lo gak bisa ngedeketin dan hanya memendam cinta doang kan sakit.
Diana : beneran ya
Rellia lope : ya beneran lah, jalanin dulu aja kalau mau liat apa yang terjadi
Diana : oke deh, thanks saran nya ๐๐
Rellia lope : ya, gue cewek ya jangan lo cium nanti pak tampan marah ๐
Diana : serah
Setelah diana chatan dengan rellia bimbang yang berada di hati nya telah menghilnag di ganti dengan niat yang membara di jiwa nya.
Diana merebahkan tubuh nya dengan perlahan hingga ia merasakan ringan nya tubuh nya saat tiba di badan kasur nya.
" dino, lo makan gak "
" gak diana gak lapar "
Stelah hal itu selesai diana menutup mata nya dengan senyum mengembang berharap ia mendapatkan mimpi yang indah yang akan menjadi nyata di suatu saat. Diana terlelap dengan senyum yang terukir di bibir nya perlahan menghilang .
bersambung.....
jangan lupa tinggalkan jehak kalian ya
like๐
komen ๐
vote ๐
__ADS_1
favorit๐
rateโจ