Diana & Arya

Diana & Arya
Tujuh puluh


__ADS_3

Arya dan Diana duduk di bangku pinggir jalan sambil menatap para pengendara yang lewat didepan mereka. Tidak ada yang mau berbicara, semua diam dalam keheningan hingga suara nontifikasi ponsel Diana berbunyi.


Drrrtt....


"Hallo!. "ucap Diana tanpa menjauh dari Arya.


"....."


Diana tersenyum sinis seakan ia tengah berbicara dengan orang ditelepon dengan nyata.


"Bawa aja tuh, disini cuma jadi pajangan. "ucap Diana tanpa melirik Arya.


"...."


"Di depan mall xx. " jawab Diana.


"....."


"Cepet jangan banyak omong!. "bentak Diana lalu memutus panggilan telepon.


Arya tambah dibuat bingung dengan tingkah Diana yang berubah ubah, "Siapa?. " tanya Arya menoleh.


Tanpa menjawab Diana langsung pergi begitu saja, sebenarnya Diana tidak pergi melainkan menjauh dari Arya saat orang yang tadi menelepon nya sudah datang.


"Arya!. "teriak perempuan berbaju biru laut menghampiri Arya, Arya yang gelagapan malah berlari ia sangat tahu dengan orang yang memanggil nya tadi.


Arya malah berlari menghampiri Diana yang untung nya belum terlalu jauh dari nya, langsung merangkul tanpa menghiraukan wajah bingung dan kesal Diana.


"Ngapain sih! Itu dicariin ama bini lo juga. "ucap Diana kesal, menghempas tangan Arya yang merangkul pundak nya.


"Kapan gue nikah? Gue masih perjaka kalik! "ucap Arya kemudian kembali merangkul Diana lagi.


Kali ini Arya tak melepaskan rangkulan nya bahkan Diana sudah memberontak, menggigit jarinya, dan juga menonjok perut nya. Arya tak melepaskan sama sekali.


"Lo gak kasian apa sama bini ama anak lo! Nungguin lo tuh. "teriak Diana geram sendiri.


"Gue kan udah bilang gue belum nikah, mana mungkin punya anak tanpa istri. Gimana sih lo jadi ogeb gini. "ucap Arya memukul pelan kepala Diana.


Arya memberhentikan taxi lalu masuk bersama dengan Diana. Diana pasrah duduk disamping Arya, bahkan Arya sampai nyender di pundak nya.


"Arya berat!. "ucap Diana mendorong kasar kepala Arya.


"Kasar bener lo jadi cewek. "cemberut Arya.


Diana tak peduli itu, ia malah asik menatap jalanan lewat jendela. Diana menggerutkan dahi bingung dengan jalan yang kini ia lewati.

__ADS_1


"Ar! Ini mobil mau kemana?. "tanya Diana menatap Arya datar tapi penuh pertanyaan.


"Kerumah lo. "jawab Arya singkat.


"Rumah gua bukan lewat sini. "ucap Diana.


"Halah, gue tau lo mesti gak mau kan gue kerumah lo, pakek boong segala. " ucap Arya menatap sinis Diana.


"Gak gitu ta-. "ucapan Diana terpotong saat tangan nya ditarik oleh Arya untuk turun dari taxi.


"Ayo!. "seru Arya masih menarik tangan Diana.


Sedangkan Diana hanya diam dengan wajah datar dan dingin nya. Langkah kaki Arya mendekati pintu utama hingga kini Diana dan Arya sudah berada tepat didepan pintu.


Diana melipat tangan nya didepan dada, melihat wajah bingung Arya yang sebentar lagi akan muncul.


Tok...


Tok...


Tok...


Pintu diketuk Arya, tak lama kemudian pintu dibuka. Muncul lah Talka dengan wajah yang berbeda, sedikit aneh tapi biasa bagi Diana.


"Diana! Lo ngapain kesini?. "tanya Talka menatap bingung Diana.


"Kenapa Ar?. "tanya Talka menyender di depan pintu.


Arya semakin dibuat Bingung dengan keadaan rumah ini, kenapa Diana gak masuk dan malah diam di samping nya dan kenapa kak Talka tidak mempersilahkan Diana masuk?, itulah yang sekarang Arya pikirkan.


"Anter Diana kerumah. "ucap Arya sedikit gugup melihat Diana dan Talka menatap dirinya.


"Rumah Ini bukan Rumah Diana tapi rumah gue. "ucap Talka.


"Tuh kan, ngeyel lo!. "ucap Diana langsung pergi meninggalkan Arya dengan wajah bingung.


Arya Segera menyusul Diana tapi lebih dulu pergi dengan taxi tadi. Arya kembali berlari menghampiri Talka yang masih stay di depan pintu.


"Kak ditinggal!. "rengek Arya dengan wajah bingung plus panik.


"Tuh pakai mobil Diana, jangan sampek lecet. "ucap Talka menyerahkan kunci yang ia ambil dari saku celana nya.


Arya segera merebut kunci tersebut dan melajukan mobil mengikuti taxi yang di tumpangi Diana.


"Gak ada ucapan makasih nih?. "tanya Talka pada dirinya sendiri kemudian masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Sesampainya dirumah Diana, Diana hendak masuk ke rumah nya, namun telinga nya mendengar suara yang tak asing lagi baginya. Langsung saja lari ke arah garasi disamping rumah nya.


"Arya! Ngapain lo pakek mobil gua?. "tanya Diana dengan amarah meledak ledak.


Ia sangat marah melihat mobil kesayangan nya dipakek orang lain, niat nya menitipkan mobil dirumah Talka agar tidak ada yang minjem, kini malah di pakek Arya.


"Halah cuma bentar doang juga, mobil lo juga banyak tuh di garasi. "ucap Arya tanpa rasa bersalah.


Diana bertambah marah ia langsung menarik kerah jas Arya dengan kasar.


"Mobil yang lo pakek itu mobil kesayangan gua. Dan lo seenak nya pakai mobil gua, gua benci orang yang makek barang kesayangan gua!. "ucap Diana dengan nafas naik turun.


Arya merasa dirinya dalam keadaan tidak baik-baik saja sekarang, ia menelan ludah nya sendiri dengan bergidik ngeri melihat Diana marah.


"Sorry, lo tadi ninggal gue jadi gue pinjem dulu. "ucap Arya membela diri.


Arya tidak tahu bahwa Diana akan bertambah marah ketika, Arya malah membela dirinya sendiri.


"Diana stop!. "teriak Rellia menghentikan gerak tangan Diana yangg hendak melayang kan bogem ke wajah Arya, Rellia berlari menghampiri Diana kemudian memeluk Diana agar tenang.


"Lo apain Diana? Kenapa dia sampek marah gini. "tanya Rellia tak kalah marah nya.


"Sorry, gue minjem mobil Diana yang itu. "tunjuk Arya pada mobil berwarna merah menyala.


Rellia terkejut, ia menatap wajah Diana yang masih terlihat marah namun sudah lebih tenang.


"Gila! Itu mobil kesayangan Diana, gue aja gak boleh minjem mobil itu apalagi naik mobil itu." ucap Rellia, lalu ia membawa masuk Diana kedalam rumah nya.


Kocil yang sedari tadi hanya diam, diam-diam ia juga melihat kedua cewek yang tadi tengah marah.


"Lo gila ya Ar?!. "tanya Kocil menepuk nepuk pipi Arya.


"Gue gak tau. "ucap Arya.


Mereka berdua ikut masuk kedalam rumah, didalam rumah Diana dan Rellia tengah duduk di ruang tamu. Kocil langsung berlari menghampiri Rellia, lalu memeluk erat Rellia.


"Abis jadian nih?. "tanya Diana dengan sedikit terbatuk batuk.


"Iya, hehe. " jawab Rellia sambil tersenyum.


"PJ nya mana? Masak gak ada PJ. " ucap Diana sambil menyenggol nyenggol siku Rellia.


"Udah punya rumah gede, mobil banyak masih minta PJ. Harus nya elo tuh ngasih gue PJ. "ucap Rellia menunjuk Diana dan Arya.


"Apaan, gua gak jadian ya. "

__ADS_1


"Halah gak usah ngeles. "ucap Rellia masih terus menggoda Diana.


Arya dan Kocil hanya nyimak saja, sambil menatap rumah Diana yang begitu besar. Malah lebih besar dari rumah yang kini Talka tempati.


__ADS_2