Diana & Arya

Diana & Arya
empat


__ADS_3

Siang menjelang sore adik kakak yang berada di rumah ini tengah beranteam masalah mijit memijit, Diana yang menyuruh Talka untuk memijit kaki yang yang pegal habis menyapu lapangan sekolah, namun Talka tidak becus dengan mijit kaki Diana membuat si pemilik kaki marah marah dan berakhir bertengkar.


saat mereka tengah beradu mulut tiba tiba suara pintu di ketuk sessorang memberhentikan acara beradu mulut mereka, Diana melangkah kan kaki nya mendekati pintu lalu membuka nya.


Di lihat lah wanita cantik tengah berdiri di hadapan Diana dengan senyum manis nya.


" Cari siapa kakak cantik? " tanya Diana berubah menjadi ramah dan lembut, bisa aja kan wanita cantik yang berada di depan diana adalah pacar kakak nya.


" Faresta nya ada? " ucap nya sembari menilik ke belakang diana untuk mencari pemilik nama itu.


" Owh, talking tom. ada kok kak " ucap Diana tanpa sadar menjatuhkan harga diri kakak nya.


" Hah..? " ucap wanita itu bingung


" Tidak apa, mari masuk kak " ucapa Diana mempersilahkan kakak cantik itu memasuki rumah nya.


" Eh, Dino saurus lo jatuhin harga diri gue tau " kesal Talka yang sudah dari tadi di belakang pintu ia juga mendengarkan Diana berbicara pada wanita cantik itu.


Tanpa mendengar ucapan Talka Diana berlalu meninggalkan Talka sendiri di depan pintu rumah sedangkan wanita itu sudah mengekor Diana.


" Yaelah, gue di tinggal " ucap Talka lalu menyusul dua perempuan tadi.


Sesampainya Diana di ruang tamu ia segera menawarkan minum pada tamu spesial nya,walau Diana tidak tau bagaimana cara membuat minuman yang enak terakhir kali ia membuat minuman saat Talka tengah sakit diana membuat teh untuk Talka namun tidak menambahkan gula tapi garam rasa nya jadi asin bukan manis.


" Tidak usah saya cuma sebentar " tolak wanita itu sungkan.


" Eh, Resta mana? " bingung nya tadi ia mendengar suara resta namun tidak melihat wujud Resta atau Talka.


" Di sini " ucap Talka sembari mengangkat tangan nya seperti anak tk yang sedang di absen guru.


Talka mendudukan diri nya di tempat duduk yang sama dengan wanjta itu, diana yang melihat itu pun segera pamit takut menganggu kakak nya


Diana menaiki tangga dengan wajah berbinar bagaimana tidak ia akan mendapatkan kakak ipar yang sangat cantik, Diana juga sudah lama ingin memiliki kakak perempuan Diana ingin membagi kisah nya juga mengobrol pribadi seorang perempuan jika ia mengobrol seperti itu dengan kakak laki laki nya yang ada ia akan Terkena marah.


Sesampainya Diana di kamar ia langsung melempar tubuh nya di ranjang empuk nya yang nyaman itu tanpa mengganti pakaian nya dahulu.


Diana terlalu lelah maka dari itu ia langsung tertidur dengan posisi terkurap terbang ke alam mimpi.

__ADS_1


Tok....


Tok....


Tok...


Baru saja Diana terbang ke alam mimpi belum menikmati mimpi nya sudah ada yang menganggu tidur nya, diana terbangun dengan kesal ia membuka pintu nya.


" Dino saurus lo mau ikut jalan ma gue gak " ajak Talka yang tadi mengetuk kamar nya Diana hingga ia terbangun.


" Ikut " jawab Diana dengan sumringah ia sudah lama sekali tidak jalan karena kakak nya sibuk semua jadi ia tak minat pergi jalan sediri.


" Cepet, gak usaha dandan GPL " ucap Talka lalu berlalu menjauhi kamar diana.


Diana tak diam saja ia berlari ke kamar mandi lalu membasuh wajah nya dan berganti pakaian.


Setelah Diana selesai beraiap ia menuruni tangga dengan gembira nya, Diana tak melihat Talka di ruang tamu bahkan di mana mana, senyum diana mulai surut berganti dengan bibir yang di majukan beberapa meter ke depan.


Diana mulai kesal dengan Talka karena tidak muncul muncul bahkan memanggil diana saja tidak ada.


" Ya, " jawab Diana dengan senyum kembali mengembang.


Diana keluar rumah dan ia melihat Talka juga dengan wanita cantik yang kini tersenyum ke arah diana.


" Kakak cantik juga ikut? " tanya Diana


" Iya, boleh kan kakak ikut " ucap wanita itu meminta izin, takutnya ia di benci karena ikut dalam jalan-jalan kakak dan adik ini.


" Boleh dong jadi rame deh " jawab Diana lalu memasuki mobik Talka di susul dengan qanita cantik itu.


Mobil melaju keluar dari gerbang lalu membelah jalanan yang sedikit macet,diana tidak memperhatikan jalanan yang macet ia sibuk dengan wanita cantik yang duduk di samping diana.


" Kakak cantik nama nya siapa? " tanya diana yang penasaran masak dia harus manggil kakak cantik terus nanti kalau bertemu di taman manggil kakak cantik semua orang juga ikut menengok karena mereka semua pikir mereka cantik.


" Nama kakak Shania " ucap Shania memperkenalkan diri nya.


" Nama nya cantik seperti orang nya " ucap Diana membuat Shani mengembangkan senyum termanis nya.

__ADS_1


" Hey, hey gue ganteng lo jangan di abaikan " ucap Talka percaya diri.


" Mau muntah gue " ucal Diana di iringi tawa renyah semua nya.


" Elah beneran kali ganteng nya ngalahin artis korea " ucap Talka kembali dengan percaya diri nya.


" Terserah lo aja lah penting bahagia " ucap Diana mengalah agar sekali kali kakak nya bahagia, tapi cuma bentar aja.


Mereka sampai pada sebuah taman yang terdapat danau di tengah taman nya membuat indah taman tersebut.


" Wah, di taman kenapa gak di mall aja sih kak " ucap Diana kecewa padahal ia pikir akan ke mall dan diana akan main capit boneka disana.


" Udah sana main " ucap Talka sembari mendorong diana menjauh dari dirinya.


" Ihh, kak Talka gak seru " gerutu Diana kesal tanpa ia sadar seseorang menabrak tubuh nya hingga ia terjebur ke dalam danau tersebut, yang diana berada di dekat danau itu.


" Hhah.....tolong!! tolong!! " teriak Diana dari dalam danau, yang memang diana tidak bisa berenang.


Talka yang melihat Diana hanya diam saja ia tau jika danau itu tidak dalam karena memang danau buatan bukan asli.


" Berdiri aja kali danau nya gak dalam " ucap seseorang dengan wajah datar nya.


Diana yang berada di dalam air tak bisa mendengar dengan karena telinga nya termasuki air sehingga ia tak mendengar nya.


Laki-laki yang berbicara tadi melompat ke dalam danau lalu meraih tangan Diana yang bergerak kemana mana karena panik. laki-laki itu mengendong diana lalu mengangkat nya ke atas lalu menaruh nya di tanah dengan perlahan.


" Hey, berani nya lo pegang adik gue " marah Talka yang melihat adik nya di sentuh laki-laki selain dirinya.


" Lo tau adik lo gak bisa berenang napa di biarin " jawab nya datar lalu pergi begitu saja.


" Dasar laki-laki jelek aja berani berhadapan dengan gue " ucap Talka kembali lalu mengahampiri Diana yang pingsan .


Bersambung......


Terima kasih sudah membaca jangan lupa tinggalakan jejak kalian ya.


dengan like, komen, and vote

__ADS_1


__ADS_2