Diana & Arya

Diana & Arya
Enam puluh sembilan


__ADS_3

Lama kelamaan Rellia merasa bosan ia hanya menatap layar ponsel lalu menatap kearah Diana yang sedang sibuk menulis novel nya, gak ada cemilan di meja hanya ada minuman aja membuat nya tambah bosan.


"Na! Nonton yuk!. "seru Rellia dnegan semangat nya bahkan sampek berdiri tegap layak nya seorang tentara.


"Gua si-." ucapan Diana belum selesai tapi Rellia langsung menyela nya seakan tahu apa yang akan Diana katakan.


"Ayo! Gue gak terima penolakan. Gue tau lo sibuk, lo juga butuh hiburan sukur-sukur dapet ide yekan!. "ucap Rellia dengan wajah cemberut.


Diana berpikir sebentar lalu ia mengiyakan, tak salah juga ia mencari ide diluar rumah dan gak ngurung diri dirumah aja. Mereka berangkat tanpa supir karena kali ini Diana yang mengemudikan.


POV Arya.


Arya yang baru aja turun dari pesawat langsung berjalan menghampiri Kocil dan Coki yang menjemputnya, Arya memang tak memberitahukan pada kedua orang tua nya bahwa dirinya pulang ke Jakarta hari ini.


"Ceper juga nyampek nya, gue kira bakal sampek jamuren disini. "ucap Coki.


Lain hal nya Kocil yang langusng memeluk teman nya itu karena terlalu rindu, Arya paham dengan Kocil jadi ia membiarkan Kocil memeluknya.


"Cil! Lo gak malu apa, diliatin banyak orang kek gini. Masak cowok ama cowok pelukan dikira homo. "ucap Coki menegur Kocil yang keenakan berpelukan dengan Arya.


"Ganggu aja lo!. "ujar Kocil melepas.


Mereka bertiga berjalan bersama, Kocil berlari kecil untuk menghentikan taxi untuk mereka tumpangi bersama. Setelah ada Kocil, Arya, Dan Coki masuk mobil bersama.


Kocil dan Arya satu kursi dibelakang sednagkan Coki berada didepan bersama supir. Mobil melaju dengan kecepatan sedang, Arya tak mengiyakan kesempatan ini untuk menikmati pemandangan kota Jakarta yang sudah lama ia rindukan, tiba-tiba ia teringat Diana.


"Cil! Gimana? Diana udah lulus kuliah?." tanya Arya berganti menatap Kocil disamping nya.


"Diana kan berhenti sekolah saat SMA. "ucap Kocil dengan santai.


"Berhenti sekolah? Kenapa?." tanya Arya terkejut, ia kira Diana akan melajukan study nya sampai kuliah mengingat akan cita-cita nya sebagai dokter.


Kocil menghembuskan nafas lalu menarik nafas untuk memulai cerita tentang Diana.

__ADS_1


"Waktu itu kakak Diana juga kaget kayak lo kalau Diana itu putus sekolah, pas Diana ditanya kenapa putus sekolah Diana bilang gini 'Perempuan gak perlu pendidikan tinggi-tinggi jika akhirnya menjadi ibu rumah tangga'. " jelas Kocil.


Seketika Arya tersenyum mengingat saat Diana hilang waktu itu, Diana juga pernah bilang bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi kalau berakhir jadi ibu rumah tangga. Arya tersentuh mendengar kata-kata yang sama persis dengan ucapan Diana waktu itu.


"Pak, ke mall aja. "ujar Arya dengan cepat.


Tujuan Arya untuk ke mall adalah ingin mencari hadiah untuk Diana, Arya akan berikan saat dirinya berada dirumah Diana.


Sesampainya di mall Arya kembali dibuat terpana dengan mall yang dulunya gak sebesar ini, mall itu terlihat besar dan juga indah banyak orang yang berlalu lalang di mall tersebut.


Arya membayangkan Bahwa di mall itu terdapat banyak sekali yang dapat membuat nya pusing karena sangking banyak nya pilihan untuk Diana.


"Ar! Ngapain ke mall?. "tanya Coki ikut keluar dari taxi menatap mall indah di hadapan nya.


"Gue mau beliin Diana hadiah. "jawab Arya langsung berjalan masuk kedalah mall.


Arya berjalan sambil memasukan tangan kedalam kantung celana dan juga kacamata menghiasi wajah nya, membuat Arya semakin tampan dan juga gagah dnegan setelah jas coklat yang ia pakai.


"Fans lo banyak Ar!. "ucap Kocil sambil menatap satu-persatu cewek yang terpana dengan ketampanan seorang Arya.


Arya langsung masuk kedalam toko cincin, di dalam toko tersebut cincin berkilauan terpajang indah disetiap sudut nya. Kocil yang melihat nya merasa sangat ingin membeli untuk sang pujaan hati Rellia.


"Lo beli buat Rellia aja Cil. Gue bayarin!. "ucap Arya paham dengan tatapan mata Kocil.


"Bener gak nih?."tanya Kocil tanpa bisa menyembunyikan rasa senang nya.


Arya menganggukan kepala nya ia juga menyuruh Coki untuk memilih cincin itung-itung sebagau ucapan terima kasih pada Kocil dan Coki yang dua tahun ini menjaga Diana.


Setelah selesai membeli cincin mereka bertiga hendak pulang namun terhenti saat Mata Kocil menangkap sosok Rellia tengah jajan es krim.


"Ar! Itu kayak Rellia sama Diana. "ucap Kocil menunjuk sosok dua perempuan tengah memunggungi mereka bertiga.


"Masak sih?. "tanya Arya tak percaya, maklum karena lama tidak beetemu jadi lupa seperti apa wajah Diana.

__ADS_1


Tanpa menjawab Kocil menarik tangan Arya Sedangkan Coki hanya membuntuti saja dibelakang Arya.


"Rellia!. "panggil Kocil sembari menepuk punda yang ia yakini ialah Rellia.


Dua perempuan itu menoleh, heran deh yang dipanggil Rellia yang nengok dua orang. Perempuan yang tadinya ditepuk Kocil pundak nya itu terkejut sedangkan yang satunya terlihat familiar bagi Arya.


"Nah kan bener, ini Rellia sama Diana!. "ucap Kocil nampak girang sedangkan Arya malah tatap tatapan dengan Diana.


"Gue balik dulu!. "ujar Coki langsung berlari meninggalkan keempat insan yang sedang tatap tatapan itu.


"Lah balik duluan dia!. "ucap Arya pengalihkan muka nya pada Kocil karena muka nya sudah dapat dipastikan bersemu merah.


"Udah punya tunangan ya gitu, sibuk. "ucap Kocil dengan nada mencibir.


"Tunangan? Sama siapa?. "tanya Diana, Arya, Dan Rellia bersama.


"Sama Ambar!. "seru Kocil dengan sedikit berteriak namun masih terdengar oleh banyak orang.


Semua terkejut kecuali Arya dan Kocil, kalau Kocil yang memberitahui memang tak terkejut, kalau Arya karena tak kenal siapa Ambar itu.


"Ambar! Ambar dwi syahrini itu kan?!. "ucap Rellia menepuk nepuk jidat nya sendiri sangking gemas nya.


Kocil mengangguk cepat agar Rellia berhenti memukul jidat nya sendiri. "Lo kalah sama Coki!. "ucap Diana mengejek.


"Kalah? Kalah gimana?. "tanya Kocil bingung.


"Lo gak nembak Rellia, untung Rellia masih jomblo sampai sekarang karena nunggu lo nembak Dia!. "ucap Diana lalu langsung lari saat Rellia menatap tajam dirinya.


Sekarang Diana susah berlari karena menggunakan rok ketat seperti orang kantoran. "Diana!. "panggil Arya dari belakang Diana.


Arya langsung menarik tangan Diana karena Diana tak mau berhenti berlari bahkan Rellia tak mengejar nya sama sekali.


Tentu saja Diana tersentak ia langsung menepis tangan Arya agar terlepas, Namun gemgaman tangan Arya semakin erat mmebuat Dian sedikit meringis.

__ADS_1


"Iku aku!. "ucap Arya.


Arya menarik tangan Diana agar mengikuti nya, Diana memberontak ia terlihat marah. "Arya lepasin gua!. "bentak Diana kasar.


__ADS_2