
Aku terheran heran menatap kocil yang terlihat Akrab dengan Dina gadis di depan nya ini, mungkin temen nya kocil kali. Tapi muka nya mirip banget sama Diana apa kembaran nya Diana ya, masak Diana punya kembaran. Gulat ku dengan hatiku mungkin dia punya solusi masalah ini.
Namun tetap saja hasik nya nihil walau sudah ku paksa, apakah benar gadis di depan ku ini Dina bukan Diana?
" Ar.. !" panggil kocil sembari menepuk pundak ku.
" hmm"
" kenalin nih Dina anak baru di sini " jelas kocil,
" hallo Dina selamat datang, semoga betah ya " sapa ku pada gadis bernama Dina ini.
" terima kasih, betah kok " jawab nya mengembangkan senyum, aku pun membalas nya juga dengan senyuman ku, lihat Dina sangat akrab dengan kocil apkah kocil sudah mengenal Dina lebih dulu.
" kayak nya lo udah kenal lama ya cil " ucap ku membuat Dina melongo kebingungan
"gak sih baru kemarin kenal Ar, kemarin gue gak sengaja lihat dia lagi sama cowok gitu terus di tampar sama tu cowok ,ya gue kan gak tega yaudah gue tolong "
" nama kamu cil?? "tanya Dina bingung
" bukan lah itu cuma nama panggilan ku sama Arya, kocil " jelas kocil, aku menahan tawa ketika Dina salah paham ia mengira nama kocil adalah cil emang kocil cilok apa.
" gak usah di tahan kali Ar, ntar keluar belakang loh " ucap kocil melihat gelagat ku menahan tawa, tawa ku pecah seketika entah kenapa aku tertawa tak cukup waktu yang lama aku kembali murung lalu pamit pada Dina dan kocil untuk pulang.
Kali ini aku naik taksi saja dengan meminjam uang kepada kocil, kocil kan baik, hehehe.
Arya pov off
Kini Diana tengah duduk di samping mbh minah yang tengah tertidur akibat efek obat nya, entah apa yang di pikirkan nya yang tau hanyalah dia saja Author pun tak tau, hihihi.
Tiba-tiba, Dorrrrr....
" eee, buset anak colok eee buset!!!" teriak Diana terkejut.
Astaga siapa sih ganggu gue lagi ngelamun gini. Batin Diana menenangkan jantung nya yang berdetak kencang ingin keluar mungkin udah capek berdetak kali yah jadi pengen keluar aja.
" siapa sih ngagetin aja!" ucap Diana tanpa sadar manaikan nada bicara nya tiba-tiba mulut nya di bekap seseorang, mana tangan nya bau jengkol lagi.
Diana menggigit tangan tersebut hingga di lepas kan, busa pingsan jika terus di bekap kek gitu karena tangan nya bau gak ada oksigen.
" sttt... " telunjuk seseorang menempel di bibir Diana dengan sempurna, terkejut kini yang Diana rasakan berani sekali orang itu menempel kan telunjuk nya.
__ADS_1
" siapa lo??" tanya Diana berubah berbisik bisik agar tak mengganggu mbh minah yang sedang istirahat.
" hahahaha "
Itu lah suara yang di dengar Diana, emang aneh ya orang di tanya malah ketawa.
" ketawa lagi, siapa sih lo?" ucqp ku masih penasaran, ehh bodoh sekali gue orang nha kan ada di belakang gue kalau gue balik ghe kan bisa ngerti sapa yang ngagetin gue, ah... Gue bodoh. Batin Diana lalu berbalik.
Ba...ciluk
Arvin pemilik nama tersebut yang kini Diana lihat, ohh pantas saja Diana mencium bau jengkol di tangan Arvin habis makan dia dan lupa cuci tangan kali.
" ehh, lo ngapain ke sini mana tangan lo tadi bau, hih, " ucap ku memincingkan mata melihat apa benda yang berada di tangan kiri Arvin.
" apaan tuh?? " tanya ku masih memincingkan mata.
" owh, ini sambal jengkol " jawab nya tersenyum ke arah Diana dembari mengangkat tinggi tinggi makanan itu.
" buat sapa? " tanya Diana, bisa aja kan tu buat gue, yah mending tanya dulu lah. Batin Diana menatap rakus benda di tangan Arvin.
" buat kamu, pasti belum makan ya? " ucap nya seperti menabak Diana yah emang bener sih tebakan nya.
" hmm, siniin gue laper " ucap Diana ingin mengambil makanan itu namun dengan segera Arvin menjauhkan nya.
" ehhmm, ada syarat nya dong " ucap nya seperti sedang berbikir
" ah....pakek syarat segala udah siniin aja " Diana tak mengalah dirinya sungguh sudah lapar bahkan dari mbh minah makan uhh... Perut nya meronta ronta.
Arvin tak memberikan Diana benda di tangan nya hingga Diana setuju menggunakan dengan syarat.
" hmm, syarat nya apa? " tanya Diana malas
" siapa cowok yang kemarin duduk di samping kamu?" tanya Arvin membuat Diana tertawa dengan keras nya hingga mbh minah terbangun dari tidur nya.
" ada apa ini? , owh ada nak Arvin to " ucap mbh minah
" ehh, mbh minah bangun maaf mbh Diana bangunin mbh minah " ucap Diana tak enak karena sudah membangunkan mbh minah yang tengah istirahat.
" siapa? " tanya Arvin kepada Diana Masih penasaran rupa nya padahal sudah di alihkan pembicaraan nya.
" siapa??... Siapa yang lo maksud ?" tanya Diana, kambuh dia pikun nya.
__ADS_1
" siapa cowok yang duduk di samping kamu saat di taman? "tanya Arvin mengulang pertanyaan nya.
" owh, Gavin " jawab Diana
Gavin nama nya. Batin Arvin marah
" mang napa?" tanya Diana menaruh curiga kepada Arvin yang bertanya seperti itu.
" kan aku dan jawab pertanyaan lo mana siniin itu!! "ucap Diana merrbut benda di tangan Arvin yang seperti rantang emang rantang sih.
Kali ini Arvin diam menatap Diana memakan sambal jengkol dengan lahap nya hingga membuat tamu di bibir.
" ada tamu tuh " ucap Arvin menatap Diana lalu tersenyum gemas dengan wajah Kebingungan.
" tamu siapa?? Dimana?? " bingung Diana perasaan ia tak pernah memiliki kenalan di desa kenapa ada tamu dan itu tamu dirinya sendiri.
" ini loh tamu nya " ucap Arvin sembari tangan mengusap lembut pipi Diana yang tertempel nasi putih.
Kayak nya pipi Diana lem deh masak nasi aja nempel apalagi aku. Batin Arvin senyum senyum sendiri.
" woy!! jan pegang pegang gue bisa sendiri kali!!" ucap Diana kesal baru kali ini ada cowok yang berani pegang pipi nya minta di tonjok kek nya.
" eheemm, mbh setuju banget kalau kayak gini " ucap mbh minah melihat kami berdua,
Hihh, rese bener tuh Arvin pakek usap usap pipi gue lagi jadi bau deh pipi gue yang wangi nya kek parfum ini. Batin Diana kesal campur.
" mbh minah jangan ngomong kayak gitu, Diana gak suka!!" ucap Diana kesal namun jiak menatap mbh minah wajah kasih sayang lah yang terlihat.
" mbh Diana mau keluar dulu yah, mau cuci tangan " pamit Diana beserta alasan nya agar tak lama sembari menunjukan tangan kotor nya terkena sambal.
Mbh minah hanya menganggukkan kepala nya tanda memperbolehkan Diana, lalu Diana angkat kaki menuju pintu keluar kamar rawat ini.
Bersambung.......
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
__ADS_1
And
Favorit.😘😉