
Di sebuah lapangan sekolah Yang terlihat ramai sekali orang yang mengobrol deng sesama teman nya atau bahkan bertanya pada guru,juga dengan Diana yang mengobrol dengan Rellia orang yang Diana telepon tadi saat di gerbang sekolah.
" Rell, ngapa sih semua di suruh ke lapangan. mana panas banget lagi " ucap Diana dengan tangan menutupi wajah nya yang kepanasan akibat matahari yang dengan jahat nya menyengat kulit
" gak tau juga gue " ucap Rellia yang juga merasakan apa yang di rasakan Diana yaitu panas matahari
nginggggg... ...
suara yang menyakitkan telinga terdengar dengan bising nya, suara tersebut berasal dari tengah lapangan yang tertutupi dengan kerumunan murid murid.
" ampun, dah suara tu " keluh Rellia dengan menutupi telinga nya dengan tangan
" iya, suara apa sih tu " ucap Diana juga melakukan hal yang sama dengan Rellia
" suara mic tuh " ucap Arya yang sedari tadi menjadi batu kali ini membuka suara
" masak sih " ucap Diana tidak percaya
" hallo, anak-anak " suara yang keras berasal dari arah suara yang menyakitkan tadi.
" Hallo pak " jawab para murid serempak juga dengan Diana dan kawan nya
" kok gak semangat " tanya pak kepala
" panas pak " jawab serempak para murid
__ADS_1
Pak kepala sekolah menanyakan keadaan pra murid yang di jawab dengan jawaban yang tepat yaitu kepanasan karena di lapangan tidak ada tempat yang rindang kecuali tempat di mana pak kepala berada dengan sebuah mic di tangan nya.
Salah satu murid bertanya pada pak kepala sekolah karena memiliki sejuta keberanian murid itu bertanya ada apa hingga semua murid dari kelas 10-12 ada di lapangan seperti ini, murid itu berasal dari kelas Diana kelas 11 IPA murid itu bernama Fiana yang biasa di panggil Fiana murid yang paling bar-bar di kelas Diana bahkan melebihi Diana karena Diana anak pengusaha Diana tidak bisa menjatuhkan harga diri papa begitu saja dalam satu tindakan yang tidak pasti akibatnya.
Fia dan Diana tidak dekat bahkan hanya sekedar menyapa saja tidak Fia memiliki tim dan Diana juga memiliki tim sendiri, yang membuat geleng-geleng kepala bagaimana bisa Fiana masuk ke kelas IPA yang memiliki segudang soal rumit bahkan Diana sendiri yang memiliki pengalaman ujian di kelas IPA saja bisa sampai stres memikirkan ujian itu
Tapi kenapa Fiana dengan mudah nya masuk ke kelas itu bahkan Fiana sering absen dan juga bolos pelajaran di setiap jam nya yang tidak pernah bolos jam yaitu saat jam istirahat Fiana dan Diana sama saja saat sudah menyangkut soal makanan sudah tidak bisa lagi untuk menunda.
" maaf anak murid bapak yang bapak sayangi di sini bapak akan mengumumkan berita gembira " ucap pak kepala terpotong karena murid lain nya dengan semangatnya bertanya kepada pak kelapa tentang itu lah apalah
" tunggu dulu bapak akan menyelesaikan ucapan bapak dan kalian semua tinggal menerima saja "
" kabar gembira nya adalah Arya Damian Evano dari kelas 11 IPS dan juga Diana Putri dari kelas 11 IPA akan mengikuti lomba pengisi acara berpasangan hari ini pukul 10 nanti di dampingi oleh bapak guru Fajri " lanjut pak kepala yang membuat semua murid perempuan melongo tidak percaya Diana Putri kelas IPA mengikuti lomba dengan Arya si ganteng mereka, menatap Diana sinis mereka semua kesal akan keputusan pak Fajri yang tidak memandang fisik.
Yang di kejar kejar para fans nya hingga bersembunyi dengan menggunakan Diana, Diana menjawab dengan gelengan kepala yang membuat jawaban tidak pasti dan menambah rasa penasaran di jiwa Rellia.
" jawab aja kali, gak usah geleng geleng kepala ntar kepala tu copot, siapa lagi yang susah " ucap Rellia menirukan gaya Atuk di Ipin dan Upin, ya karena itulah di tonton Rellia saat masih umur 16th
" yang susah lo kenapa gue yang di salahin " ucap Diana tidak terima
" gue drama mbk Diana jangan di ambil hati " jelas Rellia yang tidak mau masalah berkepanjangan yang membuat renggang kedekatan mereka berdua
" eh, lo Diana gak sadar apa no lo di liatin sama fans gue " ucap Arya sok ganteng namun memang benar saja bahkan Diana saja sampai terpesona dengan wajah Arya yang ganteng nya kelewatan
" gak urus " jawab Diana cuek lalu melanjutkan percakapan nya dengan Rellia
__ADS_1
" na lo gak sadar apa si Arya itu mau ajak lo bicara gitu bukan hanya sama gue aja " jelas Rellia yang melihat gelagat di diri Arya dengan sebuah ucapan
Memang benar apa yang di ucapkan Rellia namun Diana mencoba untuk cuek diri nya tidak mau sampai terlalu larut dalam cinta yang tumbuh di hati Diana, merasakan rasa putus cinta membuat Diana entah mengapa tak mau merasakan hal itu kembali dan juga tidak ingin terjadi hal seperti itu.
Di hidup Diana cinta adalah sebuah perasaan yang harus di jaga dan juga harus di kuunci rapat di dalam ruang hati namun karena orang yang di cintai pergi dan sudah terlanjur menerobos ke dalam yang lebih dalam dan juga sudah menelusuri semua tempat hati tersebut sakit yang terasa akan seperti kita tak memiliki jiwa yang tak bisa untuk mengerakkan tubh kita dengan sempurna
Karena jiwa yang telah di jaga menghilang dan pergi begitu saja, terbang bersama angin yang dengan tidak sopan nya memasuki ruang hati dan menerbangkan semua yang ada di isi tersebut hingga tak tersisa sama sekali hanya satu yang tersisa adalah sakit nya putus cinta.
memang semua orang sangat ingin merasakan rasa nya pacaran namun takut akan kehilangan atau putus hubungan dengan orang yang telah terlanjur di sanyangi dan cintai.
Diana dan Arya bersiap setelah pak Fajri memanggil mereka berdua untuk segera mencoba baju yang sudah pak Fajri pesan untuk mereka berdua. Menjalankan perintah pak Fajri Diana mengambil baju nya di meja Pak Fajri lalu berganti di kamar mandi.
Bersambung.....
Terima kasih telah membaca semoga suka ya dengan cerita nya jika masih ada yang salah dan harus di benarkan mohon kasih kritik dan saran ya.
Jangan lupa
Like
Komen
And
Vote
__ADS_1