
Setelah melakukan perjalan selama 3 jam kini mobil Arya telah sampai pada pusat kota, lampu indah pada malam hari sangat lah cantik berkerlap kerlip dimana-mana suasana yang paling Diana rindu selama ini.
"Indah ya." ucap Arya menghentikan laju mobil kepinggir jalan.
"Ya, ini sangat indah bila malam hari. "ucap Diana tak menyadari bila mobil yang ia tumpangi berhenti pada salah satu taman kota.
"Gue cuman ngomong gak tanya. "ujar Arya keluar dari mobil. Diana yang mendengar ucapan Arya menjadi kesal lalu ia keluar dari mobil menuju salah satu air mancur yang ada ditaman tersebut.
"Eh, mau kemana?. "Arya mengikuti Diana yang berjalan keair mancur, Diana hilang Arya kan jadi cincang nanti.
Diana duduk pada bangku yang menghadap langsung air mancur walah penerangannya pas-pasan air mancur itu masih terlihat indah dengan lampu mengelilingi air mancur tersebut.
Arya ikut duduk disamping Diana menatap Diana sebentar lalu membuang muka kearah air mancur yang terlihat segar dan juga indah, tiba-tiba Arya teringat akan apa yang ingin ia ketahui dari Diana.
"Eh.. Gue mau tanya, boleh gak nih?. "tanya Arya memastikan bahwa Diana akan menjawab pertanyaan nya.
"Hmm.. " dehem Diana yang mendapat anggukan dari Arya.
"Lo kok bisa ketemu mbh Minah dari mana?" tanya Arya tanpa melihat kearah Diana karema pasti Diana akan menatapnya ia enggan untuk bertatapan dengan Diana, jantung nya bisa maraton bila bertatapan.
"Mbh Minah yang nolong gua. "ucap Diana. "Waktu itu lo kan udah gak sadarkan diri, gua udah keluar dari mobil sampai jauh dari mobil itu gua berhenti disungai niat gua sih mau bersihin darah gua eh... Malah gua kecebur. Untung ada mbh Minah yang waktu itu lagi cari kayu dia lihat gua ada disungai kesangkut gitu dikayu, dia ngkat gua pakek kayu besar pas udah kedaratan mbh Minah gendong gua terus bawa kerumahnya deh.... Pas udah tiga hari gua sadar... Selesai" jleas Diana.
"Lo tau gak pas mbh Minah ceritain itu ke gua, Gua malu banget masak gua digendong sama mbh Minah kan kasian mbh Minah gua yakin Gua berat. "cerosos Diana tak berhenti.
Tiba-tiba Arya gendong Diana ala bridal style sedangkan Diana yang mendapat perilaku seperti itu dari Arya langsung memukul dada bidang Arya dengan kuat agar Arya melepaskan nya.
"Apaan sih!! Turunin gua!!." kesal Diana dengan masih terus memukuli dada bidang Arya.
"Lo gak berat gini kok, malah kek gua angmat piring makanan aja. Cacingan ya lo." tuduh Arya tersenyum geli melihat Diana yang kesal pada nya.
"Enak aja lo bilang gua cacingan!! Lo kali yang cacingan orang gua sehat gini kok. " ucap Diana tak terima dibilang cacingan.
"Gue sehat, segar gini dibilang cacingan Gila lo. "Ucap Arya sembari berjalan denga masih menggendong Diana.
__ADS_1
"Lo tuh yang gila!! Turunin gua. Gila turunin gua. "teriak Diana kesal pasal nya kini mereka berdua menjadi pusat perhatian. Banyak yang bilang mereka Sosweet ada yang juga bilang cucok, ya gitulah.
"Sosweet, dari mana!!. "gumam Diana kesal pada para pengunjung itu.
"Emang cucok kok." Ledek Arya terkekeh melihat Diana yang kesal atas ucapan para pengunjung yang memuji nya.
"Cucok... Cucok pala kau ni!!. "kesal Diana bertembah dua kali lipat karena ledekan Arya.
"Woy Arya turunin gua!!. "teriak Diana memberontak dalam gendongan Arya, ia merasa tidak terima diperlakukan Arya dengan seenak jidatnya.
"Pakek kata-kata yang baik dong. "jawab Arya tak mau menurunkan Diana, jujur ia merasa senang memperlakukan Diana seperti ini apalagi melihat ekspresi Diana yang malu tapi gengsi.
"Arya jelek turuni gua. "ucap Diana dengan nada suara yang pelan, Diana sudah tidak kuat menahan malu karena ulah Arya yang seenak jidatnya pokoknya ia harus membalas.
"Gak mau, coba lagi kata-taka nya masih jelek. " ucap Arya tersenyum tipis melihat Diana yang cemberut dalam gendongan nya.
Hilih, ngomong aja modus. Batin Diana melirik tajam Arya.
"Arya nyebelin, turumin gua atau gua panggilin tunangan lo!!." teriak Diana keceplosan sangking kesalnya, dengan wajah terkejut Diana menutup mulutnya dengan tangan.
Gila ni mulut gak bisa mikir apa kalau mo ngomong asal ceplas ceplos aja, dia kan jadi mikir yang enggak enggak. Batin Diana merutuki mulut nya sendiri.
Perlahan Arya menurunkan Diana, Diana hendak lari namun tangan kekar milik Arya lebih dulu sampai pada tangannya lalu menariknya agar duduk di bangku taman.
"Mau kemana? Lo kasih penjelasan dulu. "ucap Arya menarik tangan Diana agar tak bisa lari.
"Pe... Penjelasan apa?. "tanya Diana gugup, saat Arya duduk Diana berniat ingin lari pasalnya Arya melepas genggaman tangannya.
Kabur dulu, babay Arya jelek. Batin Diana sembari berlari melarikan diri dari kejaran Arya, ia berlari kecang tujuan nya adalah mobil... Kembali kemobil namun saat mendekati mobil Arya ia melihat Arya disana tengah ngos-ngosan.
Yaelah, ngapain Arya jelek disitu. Batin Diana berputar arah, setelah lama berlari ia berhenti memastikan bahwa Arya tak lagi mengejarnya Diana mencium aroma wangi dari makanan cancing diperutnya pun Bangun.
"Lumayan buat ngumpet, sekalian ngenyangin perut. " ucap Diana yang memiliki ide brilian mengingat ia tak memegang uang sepeser pun ingatannya menuju seorang Arya.
__ADS_1
Diana memasuki restoran tersebut lalu memiloh begitu banyak makanan hingga satu meja dipenuhi oleh makanan yang baru saja ia pesan.
"Tenang saja Arya... Gua akan habiskan makanan ini sambil balas demdam ya. "gumam Diana langsung memasukan sesendok suap nasi beserta lauknya.
Di tempat Arya
Arya tengah celingukan mencari keberadaan Diana ia kehilangan jejak Diana karena ia tak sengaja menabrak seseorang hingga tumpah minuman terpaksa Arya harus membersekannya dulu.
Saat melewati salah satu restoran Arya nampak melihat Diana tengah makan didalam restoran itu namun hanya bayangan nya saja itu belum pasti, saat hendak mengecek ulang bayangan itu hilang.
Aneh, tadi kayaknya gue lihat Diana deh lagi makan disitu. Batin Arya menggaruk tekuknya yang tidak gatal.
Saat Arya hendak pergi seorang pelayan memanggilnya."Tuan!!." panggil seorang pelayan lalu menghampiri Arya yang bingung kenapa pelayan itu memanggil nya.
"Ya, ada apa?. "tanya Arya
"Tuan harus melakukan pembayaran terlebih dahulu." ucapnya tersenyum ramah, Arya hanya menurut ia mengikuti pelayan tersebut kemeja kasir..
Sesampainya dimeja kasir Arya disambut oleh pelayan penjaga kasir ia memberikan Arya kertas yang bertulisan total yang harus Arya bayar.
Gila, satu juta hanya makanan saja. Batin Arya terkejut ia semakin yakin bahwa ini ulah Diana.
Arya merogoh kantung celana nya ingin mengambil dompet disana namun ia tak menemukan nya wajah panik Arya sungguh lucu jika Diana melihat hal itu.
"Kenapa tuan?. "tanya nya dengan nada mengejek ia mengira jika Arya adalah anak dari kalangan bawah jadi untuk membayar makanan dari retoran kelas atas ini mungkin tak akan sanggup.
"Bentar mbk, dompet saya nyelip. "jawab Arya dengan wajah pucat pasi, habis sudah dompet gue mana sih nih. Batin Arya sembRi terus mencari dompet nya.
Waktu sudah sangat lama Arya gunakan untuk mencari dompet namun hasilnya tetap nihil tak ada dompet dikantung nya.
"Bisa bayar gak sih tuan ini?. "Tanya pelayan itu yang sudah tidak sabaran.
Terpaksa sudah Arya menggunakan uang chas nya yang selama ini ia simpan jika ada hal genting tapi kenapa....kenapa hal genting nya harus membayar makanan direstoran.
__ADS_1
Bersambung.......
bagi, like, komen, vote, favorit, rate bintang lima yah.