Diana & Arya

Diana & Arya
empat belas


__ADS_3

Setelah percakapan terakhir Diana tidak ada percakapan lain bahkan mama dan papa tidak menjawab Diana, mereka semua pun menuju meja makan karena waktu sudah malam di meja makan hanya ada mama papa dan Diana tanpa ada anak laki-laki yang di banggakan di sini kak Akhazia dan kak Faresta tidak ada di sini membuat semua apa di ucapkan akan terasa canggung dan tidak enak hati.


Diana hanya diam sembari terus menyuapkan sesendok makanan ke dalam mulut nya tanpa melihat mama dan papa nya.


" pa ma Diana ikut lomba pengisi acara berpasangan " ucap Diana memberitahu dengan semangat bermaksud membuat kedua rorang yang di depan nya membuka suara namun tetap saja hasil nya nihil.


" ma pa Diana udah selesai makan nya " Ucap diana pamit ke kamar nya


Sesampainya di kamar Diana menangis tersedu tanpa alasan diri nya tidak bisa membujuk papa dan mama nya Diana berasa tidak berguna di keluarga ini Diana terlalu manja dan juga bodoh di keluarga ini.


" pa ma apakah Diana tidak berguna? " tanya Diana dengan terus menangis tersedu membuat dandan nya yang rapi kini berganti dengan porak poranda rambut yang di ikat lucu sudah tidak terlihat lucu kembali.


Drtttt...


Suara nontifikasi Diana yang lupa di matikan agar tidak menggangu acara menangis nya.


Mengambil nya dari saku celana nya Diana melihat siapakah yang mengirim pesan apakah Rellia sahabat Diana yang koplak.


" Arya " ucap diana lirih


Pesan


Arya: hallo, gue Arya sv nomer nya ya yang suruh pak fajri


Tanpa menjawab Diana menaruh ponsel nya di samping nya hendak melanjutkan manangisnya namun telah ada yang menggagu nya leaat ponsel yang baru saja di taruh nya di samping.


" siapa " ucap diana


Namun kali ini bukan pesan yang terdapat namun pamggilan yang masuk di ponsel Diana dari orang yang telah mengirim nya pesan sebelum nya siapa lagi kalau bukan Arya.


" hmm, ada apa " tanya diana di telepon dengan tangan mengusap air mata yang teus mengalir walau banyak yang mengganggunya


Arya: lo nangis na


Diana: gak


Arya: alah gak usah boong lo


Diana: ngapain sih telepon


Arya: gpp, cuma kepencet tadi


Arya: eee, tapi jangan di matiin


Diana: hmm,


Arya: lo nangis ngapa

__ADS_1


Diana: hiks... Hiks...


Arya: gue kira cewek kayak lo gak bisa nangis


Arya: cerita aja


Diana: apa bener gue ini gak berguna Ar.


Arya: siapa yang bilang


Diana: apa bener gue gak berguna di keluarga gue ar,,, hiks... Hiks


Arya: na... gak ada orang yang gak berguna di keluarga na, coba lo amaati anggota keluarga lo semua nya. Kalau ibu berguna untuk menyayangi anak kalau ayah untuk menafkahi keluarga dan seterus nya coba lo amati na jangan lo ambil sendiri pengertian nya.


Diana: tapi mama....mama hiks.... Hiks


Arya: udah lo gak usah mikirin mendingan lo tidur deh


Diana: gak bisa tidur


Arya: yaudah gue nyayiin lagu nina bobo ya


Diana: heemm


Arya: nina.... Bobo.... Oooo....Nina... Bobo..... Kalau tidak bobo di gigit nyamuk.... Nina bobo oooo nina bobo


Arya: yaudah kalo lo udah tidur selamat tidur diana semoga mimpi indah


Tut... Tut...


Telepon di matikan Arya agar tidak menganggu diana yang tidur.


" makasih arya " ucap Diana dengan senyum di dalam tidur nya.


.


.


.


.


.


.


Di pagi hari nya Diana terbangun terkejut pasal nya Diana tidak tidur di ranjang nya namun di pintu dengan posisi terduduk juga dengan tissu yang berceceran di mana mana, Diana tidak mengigat apapun setelah tidur itu sudah menjadi kebiasan dari dulu jika ada yang mengingat kan Diana akan teringat.

__ADS_1


" aduh, belum mandi gue " ucap Diana gelagapan setelah melihat jam yang tertempel di dinding.


Diana berlarian ke sana kemari dengan terburu buru bahkan tanpa merapikan seragam sekolah nya Diana langsung ke bawah juga tidak sarapan. sudah sepi rumah Diana seperti hanya Diana saja yang berada di sini sendiri.


Sesampainya Diana di sekolah dengan menggunakan taksi online yang sebelum nya diri nya pesan, aneh gerbang sekolah belum tertutup dan juga sepi di area itu Diana pikir sudah waktu nya belajar dan pak satpam lupa menutup gerbang nya.


" dorrrr.... "


" ampun bang jago " kejut Diana dengan menutup mata nya sembari tangan mengantup


" hahaha, " tawa seseorang yang sudah tidak asing lagi di pendengaran Diana


" lo, " kata Diana kesal dengan cemberut khas nya menambah tawa orang yang kini berada di hadapan Diana


" telat mulu lo na " ucap seseorang itu yang tak lain adalah Arya


" biarin, lah lo juga napa di sini " ucap Diana dengan jutek


" telat " jawab arya


" hahaha, sama juga lo " ucap Diana balik menertawakan Arya yang juamga sama sama memiliki kebiasaan telat berangkat ke sekolah namun Diana terlambat hanya karena lelah jika tidak lelah Diana akan bangun di jam yang tepat


Mereka memasuki gerbang sekolah dengan kepala yang terus geleng ke sana ke mari untuk melihat keadaan yang sepi tidak seperti biasa nya bahkan ini terlihat seperti tidak ada seseorang selain mereka berdua di sin.


" na, kok sepi ya? " tanya Arya kepada Diana yang berjalan di samping Arya mengikuti kemana pun arya berjalan


" gak tau " jawab Diana singkat namun tersirat rasa ingin tau di diri Diana


Diana mengeluarkan benda pipih yang bernama ponsel tersebut dari dalam tas gendong nya lalu memencet sesuatu dan menaruh benda tersebut ke telinga Diana posisi tersebut seperti Diana sedang menelepon seseorang.


" lo lama amat angkat telepon dari gue " teriak Diana kesal, membuat si Arya yang du samping nya dengan cepat menutupi telinga nya yang berharga dari toa manusia yang di samping nya itu.


" di mana sih semua orang kenapa sepi begini? " tanya Diana pada orang yang di telepon nya dengan suara yang tidak berubah


" hah, ada latihan apa sih pagi-pagi gini " ucap Diana masih di telepon


" emang kok ini masih pagi, cuma tadi gue bangun telat " jelas Diana


" yaudah gue ke sana tungguin ya " ucap nya terakhir lalu mematikan telepon dan menarik tangan Arya yang belum terlepas dari telinga menuju tempat yang tadi Diana di beri tahu


" mau di bawa kemana " ucap Arya menggunakan lagu yang sangat arya sukai


" diem dan nurut aja lo " ucap Diana tanpa berhenti menarik Arya namun kali ini lari Diana semakin cepat membuat Arya kesusaan untuk mengikuti gerak cepat Diana, Arya seperti di tarik kuda yang sedang berlari di padang rumput yang jauh sana.


bersambung.......


jangan lupa like, komen, and, vote

__ADS_1


__ADS_2