
Diana beralih pada pelayan yang menyapa nya tadi untuk menanyakan kemana hilang nya semua buku dalam rak tersebut.
"Mbk, buku dalam rak itu kemana?. "tanya Diana sambil menunjuk rak yang ia hampiri tadi.
Pelayan itu nampak terkejut pada pertanyaan Diana, pelayan itu takut untuk menjawab pertanyaan Diana namun karena tugas pelayan adalah membantu pembeli maka ia harus menjawab nya walau ada rasa takut.
"Itu... Nona buku tersebut sudah dibeli oleh seseorang. "jawab nya dengan senyum ketakutan, Diana jadi merasa aneh dengan pelayan tersebut kenapa dia ketakutan apa yang membuat nya takut.
Saat hendak bertanya kembali, kak Akhazia lebih dulu memanggil Diana. Berlari kecil mencari arah suara yang memanggil nama nya tadi hingga berhenti pada sebuah Restoran di dalam Mall.
"Diana beli apa?. "tanya kak Akhazia bingung melihat Diana tak membawa apa-apa ditangan nya.
"Tidak ada, hanya bermain saja. "jawab Diana kemudian duduk pada kursi disamping mbh Minah dan Akhazia.
Mbh Minah dan Akhazia kembali menyantab makanan yang mereka pesan begitu pun Diana setelah pesanan nya datang ia langsung menyantab nya.
Di Cafe
"Ar... Lo percaya ucapan Dina gitu aja?. "tanya Coki menatap aneh sahabat nya, Arya yang sulit mempercayai ucapan orang lain tanpa bukti kini kenapa berbeda.
Arya hanya diam memikirkan Diana yang tidak ada dalam kelas tadi pagi hingga waktu pulang sekolah, apa yang salah dengan dirinya kenapa ada yang berbeda dari dirinya ini. Pikiran nya kacau dengan beberapa kali hembusan nafas kasar Arya hembuskan.
"Ar... Rellia marah!!. " ucap Kocil merengek pada Arya meminta solusi akan masalah yang ia buat sendiri.
Coki geleng-geleng kepala, suruh siapa punya mulut asal ceplas ceplos tanpa disaraing dulu. Isi pikiran Coki mengejek Kocil.
"Arya, gue tau lo bakal mikir dua kali sebelum bertindak. Apa lo mikir dua kali sebelum bertindak tadi?. "tanya Coki pada sahabat nya yang nampak gusar pada pikiran nya.
"Gak!! Gue gak mikir dua kali!." Arya pergi dari tempat itu meninggalkan dua sahabat nya yang bingung akan perilaku dirinya hari ini.
Hah, gue bakal bantu lo Ar.. Sebisa gue. Batin Coki menatap punggung Arya yang semakin jauh semakin tak terlihat.
"Arya napa Cok!? Lo sahabat nya pasti tau. "tanya Kocil yang langsung mendapat jitakan dadakan dari Coki yang greget dengan Kocil.
"Lo juga sahabat nya napa gak tau?. "tanya Coki sembari menyetus sedotan dalam minuman nya.
"Lah iya ya, kenapa gue gak tau?. "ucap Kocil mengaruk kepala nya yang tidak gatal.
"entah. " jawab Coki mengendikan bahu tanda tidak tahu.
Kocil dan Coki pun menyantap makanan mereka hingga habis setelah itu meminum minuman mereka sedangkan milik Arya masih utuh tak tersentuh sama sekali bahkan lalat saja tidak ada.
"Yang bayar siapa?. "tanya Kocil teringat akan makanan nya dan juga Coki yang belum dibayar serta milik Arya yang mubazir.
"Elo. "jawab Coki tanpa menatap sekilas Kocil.
__ADS_1
Coki kembali bermain ponsel sedangkan Kocil hanya diam sembari memasang wajah melas nya agar Coki mau berbelas kasih membayar kan makanan nya.
"Gue belum gajian ,gak ada uang." rayu Kocil dengan wajah memelas seperti anak kucing tenggelam dalam got.
"Mang lo kerja?. "ucap Coki masih belum menatap Kocil yang terus berusaha membujuk nya dengan wajah memelas .
"Kerja! Gue kerja mengejar cinta My Ho-... "ucap Kocil terhenti akan ucapan maut Coki yang membahana.
"Mulai bucin nya! Lo bayar sendiri punya lo sekalian punya Arya!. "ucap Coki tanpa belas kasih menatap tajam Kocil yang memadang wajah sedih didepan nya.
"Lah kok gitu?!. "
"Serah!. "
Coki berjalan menuju kasir untuk membayar makanan yang ia pesan, jangan lupa dengan Kocil yang terus membuntuti Coki kemana langkah kaki Coki berjalan. Kocil berhenti ditempat sepi yang tak terjamah oleh manusia, mendengar nama sahabat nya disebut membuat langkah nya berhenti seketika.
'Siapa yang nyebut nama Arya'. Batin Kocil berjalan mengendap ngendap mengarah pada asal suara yang samar-samar terdengar.
"Cil..?."
"Aduh, ketahuan ini!. "ucap Kocil gelagapan karena dirinya sudah ketahuan mengintip.
Sosok dibelakang Kocil bingung mendengar ucapan Kocil yang aneh.
"Ketahuan kenapa?. "tanya orang tersebut yang Kocil kira orang yang menyebut nama Arya.
"Aduh... Coki mau gue gebuk lo! Ganggu aja sih!. "ucap Kocil kaget melihat Coki berada dibelakang.
"Lah lo ngapain disini?! Sana bayar!. "ucap Coki menyeret Kocil ke meja kasir yang disana sudah ditunggu wanita cantik.
"Bentar.. Tadi disana ada yang nyebut nama Arya!!. "ucap Kocil kesal ia hendak kembali mengecek siapa orang tersebut namun lagi-lagi Coki menyeret nya.
"Diam!. "bentak Kocil sudah kesal, lalu ia berlari menuju tempat tadi ia mendengar suara tersebut.
Suara tadi belum hilang terdengar suara dua wanita tengah berbincang sekali kali mereka tertawa sampai puas, Kocil melangkah lebih dekat lagi agar dapat melihat wajah kedua wanita itu.
Brakkk....
Suara Mengejutkan membuat Kocil berbalik dengan kasar, terlihat dibelakang Kocil nampak Coki tengah menyengir disana dengan benda yang terjatuh dibawah kaki nya.
"Bodoh! "ucap Kocil berjalan cepat kearah Coki lalu memukul kepala Coki sangking kesal nya.
"Aduh... Aduh.. Woy Cil sakit. "teriak Coki menghentikan pergerakan tangan Kocil yang semakin liar.
Kocil mengehentikan gerakan nya lalu melipat tangan didepan dada dengan wajah kesal dengan mulut yang tak berhenti nya menggerutu.
__ADS_1
"Lo napa sih?. "
"Ikut gue!. "
Kocil membawa Coki pada ruang menejer Cafe itu untuk meminta izin melihat rekaman CCTV area Cafe. Setelah diperbolehkan melihat CCTV Kocil kembali membawa Coki keruangan keamanan yang disana ada CCTV.
"Cil, kita ngapain disini?!."
"Diem, yang ini pak!. "ucap Kocil menunjuk layar monitor yang menampakan kedua wanita yang tengah Membicarakan sesuatu.
Coki dan Kocil menatap layar tersebut dengan intens sembari mendengarkan penbicaraan mereka berdua, awal nya mereka kaget dengan wajah kedua wanita itu yang tak lain ialah Dina dengan Inez.
"Pak pindah kan rekaman itu ke Flassdisk ini. "pinta Coki Sembari menyerahkan Flashdisk pada petugas.
Terlihat petugas tersebut nampak ragu melihat Flashdisk ditangan Coki.
"Tenang pak saya akan bayar. "ucap Coki lagi saat melihat keraguan pak petugas. Tanpa ragu lagi pak petugas mengambil Flashdisk lalu memindah rekaman tersebut.
Setelah selesai Coki juga menyuruh petugas tadi menghapus rekaman itu dan memberikan uang pada pak petugas tersebut seperti janji nya.
"Gila! Dina teman lo Cil!!. " ucap Coki memandang tak percaya tangan nya yang ada Flashdisk.
"Sekarang bayarin makanan gue ama Arya!." ucap Kocil sembari berlari menuju parkiran mobil.
Diana Back
Kini gadis cantik yang bernama Diana itu tengah berada dikamar nya, menatap jendela dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Beranjak dari tempat ia berada berlari mencari benda pipih yang biasa ia gunakan untuk mengirim chat pada sahabatnya.
"Aha.. Ketemu. Chat Rellia dulu. "ucap nya sambil melempar tubuh mungil nya dalam ranjang besar dan empuk.
"DINO SAURUS!! ."
Teriak Talka dari lantai bawah, "Ngapain sih Talking Tom jelek itu, ganggu aja! ." ucap Diana tak memperdulikan teriakan yang sebantar lagi akan diulang hingga tiga kali.
Brakkk....
Pintu kamar Diana dibuka dengan kasar mungkin menggunakan kaki yang membuka nya, muncul Talka lalu melihat Diana yang berbaring diranjang dengan santai nya.
"Enak ya! Punya masalah gak diselesaikan sendiri tapi kakak nya yang selesai in! ." ucap Talka dengan nafas memburu, biasa joging siang bolong.
"Enak dong, sini kak Talking Tom jelek. "ucap Diana mengejek kakak nya yang tengah marah ini, kayak nya lucu deh kalau ngejek kak Talka lagi marah. Batin Diana terselubung rencana lucu nya.
Bersambung......
Maaf jika kurang menarik, ide lagi mentok hehehe 😀🙏
__ADS_1
👉Bagi, Like, Komen, Vote, Rate bintang lima 😉