Diana & Arya

Diana & Arya
dua belas


__ADS_3

Diana berangkat sekolah nebeng sama Rellia karena talka yang kesal dengan diana akibat kesalahan talka sendiri menjahili adik nya sendiri.


" eh, na nanti sore lo latihan kan " tanya Rellia sembari memasukan mie ayam yang telah Rellia pesan.


" hmm " jawab diana tidak bersemangat


" lo kayak gak semangat gitu sih " tanya rellua kembali yang merasa aneh dengan Diana yang hanya diam saja


" lah mau semangat gimana ntar gue latihan gak ada yang anter kak talka marah ma gue " ucap diana dengan menghela nafas ringan


" lo gimana sih gue kan ada emang lo anggap gue apaan na " ucap Rellia


" ya lo sahabat gue, masak gue nebeng lo terus gue kasian sama lo bensin lo kan bisa habis " ucap Diana sok sedih


" gue yang akan jemput lo " ucap seseorang yang kini telah duduk di samping diana dengan santai nya


" siapa sih " ucap Diana kesal tempat duduk yang sangat di sukai nya di gunakan oleh orang lain bahkan Rellia saja tidak boleh duduk di tempat itu, lah ini malah main duduk aja


" na gue balik dulu ya gue lupa ada tygas yang belum gue selesaikan " ucap Rellia yang tidak mau menjadi obat nyamuk jika masih di situ terus.


" cepet, gue masih mau cerita " ucap Diana masih belum mengetahui siapa yang telah berani nya duduk di samping nya


" nih buat lo " ucap nya dengan mengulurkan sebuah coklat di hadapan Diana


Diana sempat kaget siapa yang membetikan coklat kepada nya seingat nya tidak ada yang berani memberikan barang kepada nya karena takut di tolak Diana


" gue gak suka coklat " kesal Diana baru pagi tadi Diana menyikat gigi nya karena coklat ada coklat lagi.


" coklat nya gak manis banget kok " ucap nya kembali membuat Diana menatap orang itu dengan tangan yang telah siap menonjok muka orang itu.


" gue cuma mau kasih coklat aja mau di tonjok " ucap nya yang tidak salah lagi si Arya menyebalkan


" Ngapain lo kasih gue coklat, gue kan udah bilang ke elo coklat nya manis gue gak suka " ucap Diana mengalihkan pandangan nya namun coklat yang berada di hadapan nya kini berubah berada di mulut nya, ya diana memakan nya.


" enak kan " tanya Arya dengan sengaja menyumpal mulut cerewet Diana dengan coklat


' enak sih ' batin Diana namun Diana tidak mau menggungkapkan Hal itu


" ihh, apan ini manis banget " ucap Diana berakting dengan tangan menutupi mulut nya dengan tangan nya sama saat diri nya berada di rumah pagi tadi


" masak sih " ucap Arya tidak percaya lalu tanpa memikir panjang Arya menggigit coklat yang sama dengan yang di makan Diana

__ADS_1


" enak kok " ucap Arya memberi penilaian


" eh, coklat gue lo makan " kesal Diana lalu merampas coklat yang berada di tangan Arya dan memakan nya


" enak kan " ledek Arya yang melihat Diana memakan coklat dengan rakus nya bahkan banyak tamu di mana mana.


" kalau ada tamu itu di suruh masuk " ucap Arya dengan tangan mengambil sisa coklat Diana di dekat mulut Diana dan memasukan ke mulut Diana


" gue bisa sendiri " ucap Diana yang sudah terlanjur malu jika berkepanjangan diri nya bisa pinsang di kantin.


" hahaha, " tawa Arya yang terlihat semakin tampan saja


" kenapa tertawa? " tanya Diana apakah muka Diana seperti badut. Pikir Diana


" lucu, hahaha " jawab Arya di akhiri dengan tawa garing nya


" terus terus aja " kesal Diana yang hendak pergi namamun tangan Arya telah mencekal tangan Diana


" kemana? " tanya arya


" ke kamar mandi, mau ikut " ucap Diana


" ogah banget gue ikut lo " Ucap Arya dengan tatapan geli menatap Diana


Diana pergi dengan santai, sebenarnya Diana ke kamar mandi sekalian menyusul Rellia ke kelas nya sebentar lagi juga bell masuk berbunyi, gak salah Diana ke kelas duluan.


Gringg.....gringgg....


Bel masuk kelas telah berbunyi sedangkan Diana kini masih berada di kamar mandi, betah sekali Diana jika berada di kamar mandi karena di situlah para cewek berdandan namun tidak dengan Diana. Diana sedangkan melanjutkan membuat novel nya yang telah tertunda selama 3 hari karena tidak ada ide.


Tring... Tring...


" hoy, na lo kemana aja sih " teriak Rellia di dalam telepon ya bunyi tadi adalah bunyi notifikasi Diana jika ada panggilan masuk.


" gue di kamar mandi ngapa sih " ucap Diana yang masih setia dengan novel nya.


" lo gak denger apa bell masuk udah bunyi " teriak Rellia kembali membuat konsentrasi Diana yang di pertahankan nya runtuh seketika


" ya gue denger, lo bisa gak sih gak teriak teriak konsentrasi gue hilang ngerti gak sih " kesal Diana, Diana berjalan keluar kamar mandi karena ide nya menghilang kembali dirinya kembali ke kelas nya sebelum guru yang mengajar marah marah pada Diana


Duk....

__ADS_1


" auuu, lo bisa jalan gak sih " kesal Diana pada seseorang yang telah menabrak nya


" maaf kak saya tidak bisa melihat " ucap orang tersebut seperti nya adik kelas Diana


" maaf dek kakak udah bentak kamu " ucap Diana yang merasa bersalah pada adik kelas nya


" tidak apa kak " ucap nya


" nama nya siapa adek, sama kelas berapa? " tanya Diana


" saya Safina Fitri kelas 10 " ucap Safina dengan senyum mengembang di wajah nya


" kenapa kamu di sini? " tanya Diana kembali walau sebenarnya Diana kasian untuk bertanya


" saya sedang jalan jalan kak, ini saya mau kembali ke kelas " jawab Safina


" biar kak Diana saja yang antar " tawar Diana kasian pada Safina tidak ada yang menuntun nya jika seseorang ter tabrak dan itu bukan orang baik bisa bahaya buat Safina


" jika kak Diana tidak keberatan " ucap Safina


" tidak kakak tidak keberatan, ayo " ucap Diana lalu menuntun Safina ke kelas nya dengan sedikit bercerita tentang bagaimana Safina bisa buta.


Kelas selesai dengan lancar dan gembira nya diana bertemu dengaj adik kelas yang sungguh hebat juga dan berbagi cerita sepanjang bersama nya mereka berdua Rellia juga merasakan hal yang sama dengan Diana merasakan ada sesuatu yang berbeda di dalam diri Safina yang bisa menjalani hidup nya dengan penuh sabar walau kondisi nya tidak menetukan


" na, lo kok bisa ketemu sama Safina di mana " tanya Rellia kepada Diana yang kini mereka berada di dalam mobil Rellia jika bukan siapa lagi coba.


" habis gue dari kamar mandi gue gak sengaja nabrak dia " jawab Diana


" untung Safina nabrak lo tidak nabrak anak nakal yang sering bolos peljaran itu " ucap Rellia penuh dengan seseorang


" ya gue tau "


" besuk kita main lagi sama Safina " ucap Rellia dengan penuh semangat banyak kisah Safina yang menarik mereka untuk mendengarkan kisah kisah banyak


" harus dong " jawab Diana juga dengan tidak sabar menunggu hari berganti esok kembali


bersambung......


**like


komen

__ADS_1


and


vote**


__ADS_2