Diana & Arya

Diana & Arya
Lima puluh sembilan


__ADS_3

Setelah berdepatan kecil dengan ketos Diana, Arya, Rellia, Kocil, Rio, dan Coki berjalan menuju kantin. Karena jam menunjukan jam istirahat.


"Ar! Lo kenapa gak ngelamar jadi ketos aja?. "tanya Diana menatap lurus kearah koridor.


"Kenapa? ."


"Secara lo kan sedikit ganteng, itung itung kalahin si ketos sialan itu kek!. "ucap Diana menyebikan bibir nya kesal mengingat ketos yang membuat nya berakhir diruang bk.


"Lo mau gue bales demdam?. "tanya Arya menatap selikas Diana lalu kembali menatap lurus. "Udah gak usah dipikirin, anggap gua cuma ngoceh gak jelas dan gak tanya ma lo!. "ucap Diana kesal, gak peka bener jadi cowok. Batin Diana mempercepat langkah kaki nya.


Sesampainya di kantin berdepatan kembali terjadi Diana yang tidak mau menjadi pemesan makanan para manusia ini. "Gua kagak mau! Kalau kalian mau pesen, pesen sendirilah. Punya kaki kan, punya tangan kan. Nah tuh digunain napa!. "ucap Diana tak peduli dengan Rellia yang membujuknya, tapi dirinya hanya cuek sambil menyeruput minuman yang baru ia pesan.


"Na! Lo tega bener ma sahabat diri!. "ucap Rellia memasang wajah memelas.


"Tega aja, kenapa harus gak tega!. "ucap Diana


Rellia memesan makan dan minum dengan menghentak hentakan kaki nya kesal, sedangkan Arya hanya menatap Diana yang kini memainkan ponsel nya. Tak memperdulikan sekitar nya.


"Rell!. "panggil Diana seketika teringat dengan sosok yang tak sengaja bertemu dengan dirinya.


"Apa!."


"Kemana perginya, sapa tuh... Yang gak bisa liat itu loh adek kelas kita?!". Tanya Diana dengan sejuta penasaran, Diana rasa dia tidak berada disekolah ini lagi, tapi kemana perginya?.


"Pindah sekolah! Dia ikut papa nya keliar negeri sekalian berobat. "jelas Rellia sambil meletakan nampan berisi pesanan nya.


"Padahal gua mau main sama dia! Gara-gara gua ilang sih jadi gak tau kan. Kalau tau gua kasih kenang-kenangan buat dia. "kesal Diana namun sedikit ada rasa sedit tersirat matanya.


Mata Arya membelalak terkejut, bukan karena apa hanya saja ia lupa menuntaskan masalah hilang nya Diana waktu itu.


"Cil! COK! ikut gue bentar!. "pinta Arya dengan tatapn serius.


Kocil dan Coki menurut adalah hal penting apa yang mengharuskan sekarang dan kenapa tatapan Arya berubah serius saat mendengar perkataan Diana.


"Kemana tuh?. "tanya Rellia menatap punggung ketiga pria.


"Entah. "jawab Diana.


Rio merasa ada kecurigaan ia memutuskan untuk mengikuti Arya dengan diam diam agar tak ketahuan oleh Diana maupun Rellia.


Sedangkan Arya yang membawa Kocil dan Coki ke taman belakang sekolah, ia menatap serius sahabat nya. Kocil dan Coki yang ditatap seperti itu hanya bisa garuk-garuk tekuk.


"Kalian inget? Tentang Inez dan lo Coki tujuan lo pindah kesekolah ini!. "Ucap Arya menatap bergantian teman nya itu.


"Ya, gue inget!. "jawab Coki berubah menjadi serius.


Namun tidak dengan Kocil yang menatap Arya dan Kocil dengan tatapan bingung, tak paham dengan pembicaraan Arya.


"Inget apaan sih lo Cok?. "


"Lo ya Cil! Cuma pinter masalah pelajaran aja, giliran luar pelajaran jadi kek orang be** gini!. "omel Arya dengan sesekali memukul kepala Kocil agar otak nya lancar jaya.

__ADS_1


"Kagak usah mukul kepala!. "kesal Kocil. "Biar otak lo lancar jaya!. "saut Coki.


"Itu loh Cil! Masalah Inez yang bikin mobil yang ditumpangi Arya kecelakaan. "jelas Coki.


"Kalau masalah itu biar gue sama Coki aja yang masukin Inez kepenjara. Lo tinggal goyangain kaki dan jangan lupa traktir gue makan!. "ucap Kocil lalu dijawab Arya dengan anggukan kepala.


Tiba-tiba Rio menarik baju Arya dengan kencang membuat si-empu menunduk, Arya terkejut melihat Rio yang ada disini, pikiran nya mengarah bahwa Rio mendengar semua yang mereka bahas.


"Ada yang nguping!. "bisik Rio menujuk arah balik tembok bagian kanan.


"Ada apa Ar?."tanya Coki


"Ada yang nguping!. "bisik Arua pada kedua teman nya itu. Mereka tersenyum menyeringai, mendekati tembok itu dengan perlahan hingga Arya hanya melihat bebatuan kecil disekitar itu.


Namun matanya menangkap sosok yang berlari dengana rah tak menentu, Arya mengejar nya memastikan apakah benar itu hanya tidak sengaja atau memang disengaja hingga dilaporkan ke Inez. Mungkin saja itu suruhan Inez.


Arya kehilangan jejak ia sangat kesal hingga tak sengaja menendang tong sampah disamping nya.


"Ar! Tenang. Gue nyakin dia bakal balik lagi buat cari informasi!. "ucap Coki mengusap punggung Arya agar tenang.


"Ckckck.. Apakah ketinggalan jejak?. "tanya Rio meledek.


"Heh! Bocil lo kagak usah ikut campur deh urusan orang!. "bentak Kocil, mengetahui mood Arya yang jelek Kocil sangat kesal jika Rio mengatakan hal tersebut.


"Kalian jika ingin berunding jangan ditempat terbuka!. "ucap Rio berlalu pergi meninggalkan Arya yang kini menatap punggung Rio penasaran.


.


.


.


"Eh.. Gila! Sapa yang suruh spam woy!. "kesal Diana, mendapati beribu pesan masuk dengan tiba-tiba. Menganggu Diana yang fokus mencari ide dan menuangkan nya dalam bentuk tulisan.


"Woy! Udah napa yang spam. "kesal Diana, ia menekan salah satu pesan yang muncul. Ternyata hanya sebuah pemberitahuan camping yang akan diadakan 3 minggu lagi.


Bentar! Kok ini pemberitahuan nya kek kagak nyambung gitu sih!. Batin Diana


"Yang nulis ngantuk kalik!. "gumam Diana mengendikan bahu acuh.


"Yaawoh! Ni gimana sih tulisan nya. Dari sekian pesan yang masuk tulisan nya cuma sama dan itu pun gak myambung. "


"Masak berangkat camping bulan Mei pulang bulan Januari. Tahun 2009 pulang tahun 2001!." ucap Diana membaca teks pesan tersebut.


Gila ini mah kagak bener. Batin Diana.


Ia menulis pesan, menegur orang yang menulisnya tak peduli itu guru maupun siapa. Yang terpenting kalau kasih pemberitahuan itu yang jelas bikin pusing aja, emang dia kira ni dunia bisa muter muter sekuka hatinya. Pikir Diana dengan kesalnya.


"Nah tuh! Para siswa setuju dengan pesan gua. Hahaha. "tawa Diana merasa menang.


Drett...

__ADS_1


Panggilan suara masuk keponsel Diana, membaca sebentar lalu mengangkat nya. Entah apa yang membuat Rellia menelepon nya, mesti masalah pemberitahuan tak jelas tadi. Batin Diana tertawa.


Call...


:Hallo! Na


Diana: Apa?


:Lo paham gak sih sama pemberitahuan nya?


Diana: kagak! Hahaha


:Malah ketawa lo!


:Itu gimana?, udah lo tegur tapi pemberitahuan yang jelas belum dikirim!


Diana: kagak usah dipikirin, yang jelas kita ada camping gitu aja!


:O, iya ya! Heheh


Tut...


"Lah dimatiin! Dasar Rellia, gak bakal gua angkat telepon lo!. "Diana berjalan memasuki rumah karena langit mulai gelap.


Diana merasa heran, kemana hilang nya kerusuhan yang biasa nya Rio buat bahkan sering membuatnya teriak hingga pita suaranya dapat terancam.


"RIO!!. Mmmmmpp... "mulut Diana dotutup dengan tangan besar.


"Diem! Rio lagi tidur, sampek dia bangun lo yang tanggung jawab!." bisik Talka sambil melepaskan tangannya dari mulut Diana.


"Ya kagak usah pakek nutup mulut segala, bau tau gak!. "cemberut Diana.


Berjalan dengan menghentakan kakinya kesal, di dalam kamar Diana merasa sangat lelah ingin tidur namun tidak bisa. Pikiran nya kemana-mana.


"Gua mikirin apasih, kok kagak bisa tidur?. "bingung Diana guling guling diatas kasur, semua bantal guling ia tendangi hingga berjatuhan.


"Au ah. Pokok nya gua harus bisa tidur!. "ucap Diana menutup matanya hingga perlahan tertidur dengan terlentang.


Sedangkan Kocil, Coki dan Rellia berada cafe seperti yang Rellia bilang jika ia akan mengajak ketemuan.


"Beb mau ngomong apa?. "tanya Kocil menatap wajah ayu milik Rellia yang masih sibuk dengan ponselnya.


"Beb? Sejak kapan gue jadi bebeb lo?. "tunjuk Rellia sinis.


"Gue mau tanya dulu!. "sambung Rellia dengan wajah serius.


Kedua cowok itu pun menatap Rellia dengan wajah Serius juga, menunggu Rellia mengucapkan kata-kata yang menggelitik rasa penasaran mereka.


"Arya suka Diana gak?. "tanya Rellia tanpa basa-basi, menatap kedua cowok itu dengan wajah mengintrogasi.


"Suka gak? Kalau iya gue gak mau dia nyakitin hati Diana gitu. Pengin cepet ngungkapin gitu masak Diana merasa sakit terus!. "jelas Rellia kesal.

__ADS_1


Kocil menatap Coki meminta jawaban, namun Coki hanya mengendikan bahunya tak tau. " Gue juga gak tau. Tapi menurut gue dia suka Diana, soalnya Arya kesel banget kalau ada cowok deketin Diana!." Jawab Kocil.


__ADS_2