
kini gadis yang bernama diana tengah memandangi langit malam dari jendela kamar nya, ia memikirkan bagaimana keadaan papa dan mama nya kini tinggal di desa untuk menghabiskan masa tua nya diana juga sudah lama tidak menghubungi mereka berdua apakah papa dan mama nya baik baik saja apakah nereka betah tinggal di rumah yang kecil.
diana memutuskan untuk menelepon papa nya untuk mengetahui bagaimana kabar mereka berdua. Diana mengambil ponsel nya yang berada di meja belajar nya lalu mencari kontak papa nya memang susah mencari kontak yang lama tidak di hubungi pasti berada di paling bawah karena kontak diana yang terlalu banyak.
setelah menemukan nya diana lalu menekan tombol panggilan dan menaruh benda pipih itu di telinga nya sambil berjalan kembali ke arah jendela kamar nya.
Diana : hallo pa
papa: hallo nak, gimana kabar nya? sukses sekolah nya.
Diana: harus nya diana yang tanya pa, papa sama mama gimana kabar nya di sana?
Papa: hahaha, papa baik baik saja kok nak kakak kakak mu gimana kabar nya?
Diana: baik semua pa
papa: oh ya, apa Akha udah pulang
tut... tut...
" aduh pakek mati lagi nih hp, gak tau situasi apa " kesal diana namun ia masih bisa melanjutkan mengobrol dengan papa nya nanti saja.
diana keluar kamar setelah selesai mengisi baterai hp nya,diana berjalan menuju pada meja makan di sana sudah tersajikan makanan enak yang paling ingin diana makan setiap malam nya karena semalam diana tidak lapar ia harus makan banyak malam ini.
tanpa menunggu kakak kakak nya diana menyantap makanan yang telah ia ambil lalu ia taruh ke dalam piring yang telah ia pegang sejak tadi.
" woy, rakus makan sendiri aja lo gak ajak ajak " ucap talka yang muncul di belakang diana hampir saja tadi diana melempar piring yang ia pegang namun ia masih sadar jika piring yang ia pegang terdapat benda yang sangat berharga.
" hih, kak talka ngagetin aja deh, kebiasaan " kesal diana menekan kalimat terakhir nya tanda diana kesal.
" lo makan gak tungguin kita ya gak kak " ucap talka meminta pendapat orang yang berada di belakang talka.
" iya, dek diana kok makan sendiri gak ajak kakak " tanya Akha pada diana
" abis nya kakak kakak lama sih diana kan udah laper " jawab diana drngan mukut yang tak berhenti nya mengunyah makanan yang sudah diana masukan ke dalam mulut kecil nya.
" halah, alesan lo " ucap talka sembari menarik kursi dan menduduki nya lalu membalik piring dan menambahkan menu makanan yang akan ia makan.
" diana udah kak " ucap diana lalu berdiri dan menaiki tangga untuk masuk ke kamar nya.
__ADS_1
" ngambek tu anak " ucap talka sembari memasukan sesuap nasi kedalam mulut nya.
sesampainya diana di kamar sebenarnya ia tidak ngambek namun ia ingin tidur karena besok pagi adalah hari yang sangat melelahkan bagi diana. Diana merebahkan dirinya di ranjang empuk nya lalu memejam man mata hingga terbang ke alam mimpi.
*
*
*
pagi yang cerah dapat di lihat dari luar rumah yang bernama Diana ini kini ia tengah berada di meja makan yang hanya ia sendiri di meja makan tersebut, sedangkan kakak kakak nya ya pasti telah berangkat dan memulai kegiatan masing masing. berbeda diana yang masih santai nya ia dengan roti isi di tangan nya, diana belum juga berangkat ke sekokahan nya bahkan ia tidak memakai seragam sekolah nya.
hari ini memang hari yang sangat melelakan untuk diana tapi tidak sekarang namun nanti setalah ia mendapatkan arahan dari kepala sekolah nya, yang akan mengadakan pergantian ketos dan walketos. diana mendapatkan tugas sebagai pembawa acara itu dengan salah satu murid dari kelas lain dan itu tak diana ketahui jika ia akan berdua bukan bersatu.
" astaga, gue lupa hp gue kan lagi di carge mana bisa ada pesan masuk,hp gue kan mati tadi malem " ucap diana lalu memasukan semua sisa roti ke dalam mulut nya.
" kok bisa lupa sih gue ntar kalo ada pemberitahuan kan gak bisa tau " kesal diana pada dirinya sendiri sembari berlari menaiki tangga dan sampailah di depan pintu kamar diana.
Di sebuah kamar .
kamar yang bernuansa coklat itu kini tengah berada seorang laki-laki yang kini tengah bersiap dengan seragam sekolah nya, ia tidak tau jika sekolahan tengah perpersiapkan sambutan dan pergantian ketos/walketos. laki-laki itu sungguh kesal pada dirinya sendiri sudah kedua kali nya ia terlambat datang ke sekolah baru nya,baru saja ia kemarin pindah bisa-bisa ia di keluar kan dari sekolah itu.
" gue telat lagi " ucap nya sembari menuruni tangga dengan gerakan terburu buru,hampir saja ia terjatuh namun ia masih bisa menyeimbangkan tubuh nya.
" ma,pa Arya berangkat dulu " pamit nya dengan tangan menyambar tangan papi nya yang tengah memegang sendok.
" jangan bangun telat terus biar gak telat sekolah nya " ucap papi nya kesal baru saja ia akan menyantap makanan yang di buat istri nya tangan Arya sudah meyambar nya.
" kenapa gak bangunin arya sih pa " kesal laki-laki itu dengan tangan memasukan sdpotong roti.
" bangun sendiri lah udah besar juga " jawab papi
Arya tidak mengubris ucapan papi nya ia langsung berlari ke arah lura di mana motor nya berada.
" aduh pakek kunci nya di dalem lagi " kesal nya
" nih kunci nya " ucap papi arya yang melihat anak nya kesal karena kunci motor nya.
" wah, makasih banyak papi " ucap nya lalu mengambil kunci motor nya dan memasang nya dengan cepat.
__ADS_1
" berangkat pi " pamit nya sekali lagi hingga akhir nya ia pergi menjauhi rumah nya.
" moga aja gak ada satpam " doa nya lalu memarkirkan motor nya di biasa ia memarkirkan motor nya.
" wah, sepi nih " ucap nya senang
" kebetulan ada kamu " ucap seseorang ya g memegang pundak Arya.
" kamu murid baru itu kan... yang nama nya...... ar.. ar.. aray " ucap pak guru yang kini membalikan arya agar menghadal dirinya.
" arya pak bukan aray " ucap arya membenarkan
" oh, iya bapak lupa " ucap nya dengan senyum cengiran
" ada apa pak? " tanya arya yang ingin segera memasuki kelas nya.
" kamu mau kan jadi pembawa acara di acara sebentar lagi " ucap nya memohon pada arya dengan kata kata nya
" emang harus saya ya pak? " tanya nya kembali
" ya, kamu satu satu nya murid dari sekolah ini yang memiliki bakat " ucap nya dengan tekat
" begitu ya pak "
" ya, kamu mau ya " ucap pak guru itu kembalj dengan kata memohon
" baiklah pak saya mau, lepaskan saya, saya mau ke kelas pak " pinta arya
" hari ini gak masuk sekokah aray " ucap pak guru memberitau
" pak nama saya arya bukan aray "
" oh, ya maaf aray " ucap nya kembali
" terserah bapak saja " ucap arya lalu masuk ke dalam sekolahan dengan kaki yang berat,ingin ia menolak permintaan pak guru tadi namun apa lah daya nya.
bersambung.........
terima kasih sudah membaca, maaf jika tulisan nya masih amburadul maklum masih belajar.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
like, komen, and vote.