
Kocil dan Coki nampak berfikir mencari kejanggalan dalam perkataan Dina, walau mereka tidak mengenal Diana lebih dalam namun mereka pernah mendengar Arya bercerita tentang Diana.
"Masak sih, mungkin Diana emang ngomong gitu ke Dina. "ucap Kocil membela Dina, wajah polos dan be*o nya membuat semua orang ingin memukul nya.
Buakkkk...
"Aduh.... Woy main pukul pukul ae gue-..."ucap Kocil terhenti dengan wajah yang ketakutan layak nya bertemu hantu disiang bolong.
"Mau bela Dina karena Dina temen baik lo?. "tanya Rellia pelaku dari pemukul kepala Kocil.
Rellia marah akan ucapan Kocil, dia tak mengerti bagaimana sahabat nya berperilaku dan berucap kenapa asal ngomong begitu.
"Gak gitu kok My Honey. "ucap Kocil tersenyum kaku karena ketakutan akan marah nya Rellia.
Rellia melenggang pergi begitu saja meninggalkan makanan yang belum ia habiskan karena terlanjur kesal Rellia berjalan menuju parkiran sekolah, seperti yang Rellia dan Diana lakukan mereka pasti akan pulang jika mood mereka buruk.
"Dasar Kocil Cil, main nuduh aja. Gak tau apa tentang Diana. " ucap Rellia mengumpat dalam mobil yang melaju menuju rumah nya.
POV Diana
Sesampainya Diana dirumah dia tak seperti biasanya yang pulang dengan ceria, Duduk di sofa ruang tangah sembari menghidupkan TV namun mata Diana tak fokus ke TV nya, tapi lebih ke arah bawah.
"Cih.. Menjijikan. Tak punya otak, dasar asal tuduh aja tuh orang belum tau apa sifat seorang Diana Putri ini!!. " ucap Diana sembari menyeringai, teringat akan ucapan Dina Diana pikir jika dia mengikuti alur dari permainan Dina bukan kah itu sangat lah menarik.
Akhazia yang sedang menuruni tangga untuk mengambil air dilemari es tak sengaja melihat Diana cembarut didepan layar TV hendak menghampiri nya, sebelum itu dirinya mengambil minuman lebih dulu karena tenggorokan nya yang sudah benar-benar kering, Setelah melakukan perjalan jauh.
"Loh Diana udah pulang? Kak Talka nya mana?. "tanya Akhazia mencari sosok Talka adik nya laki-laki nya.
Diana terkejut akan ucapan Akhazia yang membuat nya merubah posisi dan mengubah senyum menyeringai nya.
"Eh.. Kak Akha kapan pulang?." tanya Diana tersenyum kikuk dengan keringat dingin membasahi pelipis nya.
__ADS_1
Akhazia mendudukan diri disofa tempat Diana duduk lalu membuka botol yang ia bawa dan menguyur tenggorokan nya dengan iar dingin yang menyegarkan.
"Baru saja, ."jawab Akhazia sembari mengganti Channel TV dengan Channel kesukaan nya.
Tiba-tiba mbh Minah datang dengan membawa nampan berisi jus buah, seperti nya itu sangat segar hingga Diana yang melihat nya sampai menetes kan air liur nya.
"Diana udah pulang?, ini diminum dulu. "ucap Mbh Minah terkekeh melihat Diana yang terus menatap nampan yang ia bawa.
"Makasih mbh. " ucap Diana menyambar minuman tersebut dan meminum nya hingga tandas.
Akhazia dan mbh Minah hanya geleng-geleng kepala melihat Diana yang mau tapi tidak mau meminta, Akhazia mengeluarkan ponsel nya lalu melihat kearah layar kemudian kembali menatap kearah Diana.
"Diana mau jalan-jalan?. "tanya Akhzia yang tadi melihat jadwal nya kosong, karena sekretaris nya sudah ia suruh untuk menggantikan nya.
Mata Diana berbinar senang, pikiran nya melayang layang kesebuah Mall besar untuk membeli sesuatu yang sudha lama ia inginkan.
"Mau kak, kita ke Mall ya. Mbh Minah ikut!! ."pinta Diana memelas lalu dijawab anggukan mbh Minah.
"Wah... Adik kakak cantik!!." ucap Akhazia yang baru turun dari tangga mengahmpiri Diana.
Diana tersenyum sangking senang nya ia sudah tak sabar berlari kesana kemari mengambil barang-barang dan lainnya.
"Mbh Minah sudah siap. "ucap mbh Minah cepat melihat ekspresi Diana yang kesal akan yang namanya menunggu.
"Ayok.. Kak, Mbh!!." teriak Diana dari luar setelah tadi berlari keluar dengan kaki pendek miliknya.
Mobil melaju ketempat yang Diana inginkan, setelah berada didalam mobil sembari bercanda ria kini sampailah pada Mall besar yang ramai akan lalu lalang manusia.
Diana turun dari mobil dengan mata senang nya, sungguh ini hari yang menyenangkan untuk nya sembari menatap besar nya Mall tersebut dia berjalan mengikuti kak Akhazia yang menuntun jalan.
"Mbh.. Mall nya besar sekali ya, aku saja yang dari orang kaya tak pernah ke Mall sebesar ini. "ucap Diana membuat kekehan kecil keluar dari mulut Akhazia.
__ADS_1
"Adik ku yang cantik ini mau beli apa?. "tanya Akhazia sambil menoel hidung Diana yang mancung.
"Diana mau kesana. "
Belum sempat Akhazia berbicara lagi Diana sudah berlari kearah yang tadinya ia tunjuk, Diana berjalan ke sebuah toko buku yang dimana ia akan membeli satu novel yang sangat ia sukai.
"Yes.. Akhirnya gua bisa beli novel ini. "ucap Diana senang, tiada kesenangan bila tidak membaca novel. Batin Diana cekikikan tiba-tiba seseorang menabrak Diana hingga buku tersebut terjatuh.
"Hey! Kalau jalan pakek mata bukan pakek jidat! ."kesal Diana hendak mengambil buku nya yang terjatuh.
Buku itu menjauh Karena seseorang menenang buku tersebut, Diana mencoba menahan amarah nya agar tak meledak kembali. Mencoba mengambil kembali namun lagi-lagi seseorang menandang buku tersebut.
"Mau apa lo? Ganggu gua aja!." ucap Diana berdiri dari jongkok nya karena buku tersebut semakin jauh dari dirinya.
Saat Diana menghampiri buku itu kaki seseorang menginjak nya dengan kasar sampai buku terkoyak dan sudah tak lagi bisa dibaca, amarah Diana yang sudah ia sembunyikan dan ia tahan kini tak bisa lagi, sudah cukup dia bersabar.
"Apa yang lo mau?!!. " tanya Diana masih terdiam namun penuh akan kemarahan, senyum tersirat di bibir Diana menandakan memuncaknya emosi dalam dirinya.
"Hahaha, lo tanya gue maunya apa? Oke gue jawab, GUE MAU LO JAUHIN ARYA!!!. "ucap nya menekan kata terkahir nya sembari membuang buku yang baru saja Diana beli.
Tak apa, Lo bisa beli lagi kok. Batin Diana yang melihat buku nya dibuang.
Berbalik badan kembali memasuki toko buku tempat Diana tadi membeli buku tadi, Diana hendak membeli buku kembali saat berjalan suara cewek yang sungguh membuat telinga Diana panas tersebut kembali terdengar.
"Sorry, buku nya udah habis. "ucap nya pada Diana tali Diana tak menghiraukan nya Diana tetap kukuh berjalan ketempat nya menemukan buku tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu?. "tanya pelayan dengan senyum ramah, namun Diana tak mengubrisnya bahkan tak menoleh sama sekali.
Diana terkejut melihat tempat buku yang tadi ia beli kini sudah berganti dengan buku lain nya, baru beberapa menit Diana tinggal kenapa semua buku dalam rak ini bisa berganti.
Bersambung......
__ADS_1
Makasih sudah baca, jangan lupa Like, Komen, Vote, Rate bintang lima 😉