
Dan kali ini tinggal Diana menghaluskan bumbu bumbu yang telah di bakar tadi dengan asam yang telah Diana bersihkan dari kulit nya.
" nduk ngopo kowe neng kene( nak, kenapa kamu disini ) " ucap mbh minah dengan wajah yang terlihat kecapekan. Yah itu efek dari umur yang sudah tidak muda lagi dan yang Diana lakukan hanya ingin mengurangi gerak mbh minah yang sudah melewati batas untuk umur nya.
Kenapa juga mbh minah tinggal sendiri juga suami dan anak mbh minah kemana apa mereka tidak tau jika mbh minah hidup susah seperti ini? Tanya Diana pada nya namun juga dengan perasaan marah terhadap keluarga mbh minah.
" aku buat brambang asem mbh seperti yang mbh minah ajarkan kemarin malam " jelas Diana yang masih tidak berhenti bergerak kesana kemari.
" sudah....sudah mbh minah akan lanjutkan kamu mandi aja " ucap mbh minah
" aku udah mandi mbh " ucap Diana santai sembari menyelesaikan pekerjaan nya.
" hah, sejak kapan? " tanya mbh minah bingung pada sifat Diana pagi ini.
" tadi lah, saat mbh minah lagi tidur " jawab Diana dengan tangan saling bertepuk mencoba menghilangkan kotoran yang menempel di tangan Diana setelah selesai memasak.
" sudah selesai deh " ucap Diana sangat gembira akhirnya kegiatan nya sudah selesai dengan cepat.
Mbh minah terkejut dengan ucapan Diana, bagaimana bisa Diana membuat brambang asem pikir mbh minah tak percaya akan Diana.
" kenapa mbh? " tanya Diana yang melihat mbh minah melihat dirinya dari bawah sampai atas dan sebalik nya.
" kamu bisa buat brambang asem? " tanya mbh minah menatap Diana mengintrogasi.
Diana yang di tatap seperti itu tetap masih bersantai sembari menjawab pertanyaan mbh minah.
" mbh minah sendiri lah yang mengajari Diana " jawab Diana dengan tangan mencolek colek sambal yang telah ia buat.
Namun baru beberapa detik sambal terasa di lidah Diana, Diana sudah meludahnya karena rasa nya yang parah lebih parah dari sambal setan mbh minah.
" kenapa di ludahkan?, tidak sopan " ucap minah menatap Diana kesal
" farah mbh..... Farah mbh " ucap Diana tidak jelas karena lidah nya yang dikeluarkan.
" ngomong itu yang jelas " ucap mbh minqh bertambah kesal karena Diana menjelaskan dengan tidak jelas.
Diana berlari kesana kemari mencari sebuah kendi yang berisi air untuk di minum, dan bertemu lah Diana dengan sebuah teko berisi air entah itu air apa Diana tidak ambil pusing yang terpenting lidah nya terbebas dari rasa yang aneh ini.
" kamu itu kenapa sih? " tanya mbh minah di belakang Diana.
Diana terkejut saat mendengar suara mbh minah ternyata mbh minah sedari tadi mengikuti kemana pun Diana bergerak entah itu ke kamar mandi tadi atau kembali ke dapur.
__ADS_1
Yang membuat Diana terkejut adalah kenapa mbh minah mampu mengikuti Diana yang berlari kesana kemari Dengan gerak yang lumayan cepat.
" mbh minah ngikutin Diana? " tanya Diana dengan mulut yang rak berhenti nya bergerak untuk menghilangkan rasa tidak enak di lidah nya.
" iya, kamu kenapa kayak anji** begitu? " tanya mbh minah
" ini mbh sambal nya tidak enak, rasa nya hambar "Jelas Diana, memang benar apa yang di katakan Diana jika rasa sambal nya hambar karena Diana lupa tidak menambahkan gula jawa juga dengan garam.
" haduh, kalau begini mbh minah harus membuat sambal yang baru sedangkan bahan nya sudah habis kamu pakai " ucap mbh sembari berjalan ke arah dapur dengan Diana membuntuti mbh minah.
" mbh maaf, Diana lupa mbh " ucap Diana merasa bersalah karena nya mbh minah harus membeli gula jawa yang letak warung nya di desa sebelah, membutuhkan waktu lama untuk mbh minah sampai di sana.
" gimana kalau Diana saja yang beli mbh, Diana sudah tau warung nya " ucap Diana mencoba meringankan pekerjaan mbh minah yang mengulur waktu.
" beneran tau ?" tanya mbh minah ragu, pasal nya di desa sebelah ramai anak-anak nakal juga jahil di sana.
" beneran mbh " ucap Diana memperjelas niat nya menolong mbh minah.
" kalau serius ambil uang mbh minah di kamar di dalam toples kecil " tunjuk mbh minah
" oke, mbh " ucap Diana langsung pergi menuju kamar dimana biasa Diana tidur.
Siap menuju desa sebelah dengan jalan kaki Diana bernyayi riang dengan langkah kecil nya penuh semangat milik Diana, Aduhhh....
" ni gua yang sial pa gimana sih " kesal Diana cemberut dengan tangan membersihkan sisa tanah yang menempel pada wajah nya beruntung tanah nya gersang tidak becek hingga Diana bisa melanjutkan perjalanan nya.
Kali ini Diana tidak bernyayi lagi karena ingin fokus pada jalan yang ia injak agar tak jatuh kembali, mata tertuju pada jalanan hingga Diana melohat bayangan sebuah telepon mini yang ada di pinggir jalan.
Memanfaat kan kesempatan nya untuk menghubungi sahabat yang Diana rindu kan di temapat yang juga Diana rindu kan yaitu sekolah nya di mana pertama kali nya Diana di hukum menyapu lapangan sekolah yang luas nya tak terhingga.
Berjalan mendekati telepon mini tersebut lalu memasukan sebuah koin ke dalam mesin dan menekan sebuah nomor yang akan Diana tuju.
Bunyi nyaring dari suara telepon yang kini berada di telinga Diana, suara nyaring tersebut menghilang diganti drngan sebuah suara seorang gadis tengah mengobrol dengan teman nya.
Is calling
" hallo? " ucap nya menyempatkan waktu.
" hallo, lo Rellia kan!! "teriak Diana bahagia
" iya, lo siapa ya? "tanya Rellia bingung, baru saja telepon sudah sok kenal aja ni orang. Batin Rellia
__ADS_1
" gua, Diana sahabat lo " ucap Diana sangat gembira dengan pertanyaan Rellia.
" Hah, Diana? " tanya Rellia bingung
" lo, lupa sama sahabat lo ini Rell " ucap Diana sedih baru beberapa hari Diana tak bertemu dengan Rellia,bagaimana bisa sahabat nya ini melupakan nya begitu saja.
" becanda kok, lo Diana putri kan " ucap Rellia dengan sedikit terdengar tertawa di seberang telepon.
" lo masih inget gua Rell" ucap Diana
" masih lah sahabat gua yang paling gua rindukan ini masak si lupakan begitu saja " ucap Rellia, walau sedikit tak percaya jika Diana sendiri lah yang menelepon nya.
" lo gak amnesia gitu? "tanya Rellia ia pikir jika seseorang kecelakaan akan amnesia dan akan melupakan segala nya namun berbeda dengan Diana yang kini malah menelepon Rellia.
" entah gua juga gak ngerti hafal bener dah gua sama nomor lo " ucap Diana juga ikut bingung di semua film yang Diana tonton pasti jika adegan nya kecelakaan akan ada yang nama nya amnesia.
" lo ngapalin nomor gua gampang tapi kok lo pikun ya? " tanya Rellia kepada sahabat nya ini.
" karena gua sayang sama lo " ucap Diana mengubah suara nya menjadi sok imut.
" jan sok imut lo " ucap Rellia geli mendengar suara sok imut milik Diana.
" ehh, lo ngerti gak " ucap Rellia terpotong dengan ucapan Diana yang menyambar kek petir gledek.
" gak ngerti lah gua orang gua gak sekplah sekarang " ucap Diana kesal, masak sahabat nya tak tahu sih jika Diana itu sekarang menjadi pedagang keliling.
Kan Rellia juga tak di kasih tau sama Diana mana mungkin Rellia tau, tapi kan bisa jadi Rellia pakek mata-mata gitu. Batin Diana bergulat.
bersambung......
terima kasih sudah membaca, tunggin up selanjutnya yah 😉 pantengin terus 😘.
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan
**like
komen
and
vote
__ADS_1
juga favorit yah 😉😘**