
Sesampainya di kantin Diana tak melepaskan genggaman tangan nya di tangan Arya membuat pasang mata memperhatikan Diana dan juga Arya.
"Woy, gue bisa jalan diri gak usah di tarik- tarik. "kesal Arya yang menjadi perhatian para siswa di kantin, sembari melepaskan tangan Diana dari tangan nya.
"Ya, ni gua lepasin. Sini buruan duduk. " ucap Diana melepaskan tangan nya dari tangan Arya sembari mendudukan diri disalah satu kursi paling pojok.
"Iya bawel. "
Arya hendak duduk namun terhenti karena Diana yang langsung kembali berbicara pada Arya.
"Pesenin minum sama makanan." pinta Diana dengan wajah memelas menghadap Arya.
Tuh jadi babu kan gue. Batin Arya berkata dengan malas nya.
"Iya, mau pesen apa lo?. " tanya Arya sembari kembali berdiri dengan tegak, menunggu Diana mengucapkan kata kembali.
"Es cincau sama siomay. "jawab Diana semnagat dengan senyum yang merekah indah dibibir nya.
Tanpa menjawab Arya berlalu meninggalkan meja Diana berada menuju pedagang siomay serta penjual es cincau.
Sudah 1 menit Arya memesan namun tak kunjung kembali kemeja Diana lagi, Diana sudah kesal menunggu Arya apalagi tadi pagi ia hanya makan sedikit karena Kak Talka yang memiliki jadwal pagi.
"Mana sih Arya jelek, udah lama gini juga. Keburu bel nanti. "ucap Diana dengan wajah cemberut nya, karena perut nya sudah lapar karena kak Talka.
Tak lama Diana membecarakan Arya, Arya datang dengan siomay dan juga es cincau sama dengan apa yang Diana pesan tadi.
"Lama banget sih lo, gua laper tau. "gerutu Diana menyaut makanan dari tangan Arya yang ingin Arya letakan di atas meja.
"Ya maaf, tadi siomay habis ya gue tunggu lah, Lah itu mau berangkat sekolah gak makan dulu. "ucap Arya mendudukan diri lalu menyeruput minuman milik nya.
"Kenapa gak cari tukang siomay yang lain nya. "ucap Diana tak melihat kearah Arya ia terlalu fokus pada makanan nya sebelum bel masuk berbunyi ia harus kenyang dahulu.
"Lah kenapa gue gak kepikiran ya. "ucap Arya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, gue jadi ogeb gini ya. Batin Arya
__ADS_1
"Lo ogeb. "jawab Diana yang dengan segera menyelesai acara menghabiskan makanan nya.
"Sekate kate lo bilang ogeb, gue itu ya...emmm. "ucap Arya terhenti seketika karena tangan Diana sudah menutup mulut nya lebih dulu.
"Ya ya.. Gua percaya, udah kita kekelas dulu. "ucap Diana menarik Arya tanpa melepas tangan nya dari mulut Arya.
"Eh.. Eh.. Sahabat gue diapain nih kok dibekep gitu mulut nya?." tanya Kocil yang tiba-tiba datang bersama Rellia.
"Mulut nya bau, biar gak bau dibekep gini. "jawab Diana tanpa menoleh sedikit pun kearah Kocil atau Rellia, ia hanya fokus kearah depan.
Tiba -tiba langkah Diana terhenti dengan tangan yang tanpa sadar lepas dari mulut Arya. "Rellia kelas kita masih sama kan?. "tanya Diana pada Rellia yang berada disamping nya.
"Iya, masih sama yang itu. "jawab Rellia menunjuk kelas yang tampak sedikit berbeda dimata Diana namun masih sama tempat nya dengan kelas nya waktu dulu.
"Woy, lo gil.....emm.... "ucapan Arya kembali terhenti karena tangan telah menutup mulut nya, kali ini bukan Diana melainkan Kocil yang membekap mulut Arya.
"Jangan ngomong Ar... Mulut lo bau. "ucap Kocil yang tak membiarkan Arya berbicara.
"Cil... Lepasin biar dia ngomong. "ucap Diana pada Kocil yang membekap Arya bahkan tak membiarkan Arya menghirup udara.
"Lo pada gila apa, main bekep bekep mulut orang aja. Mau gue mati lo. "ucap Arya memarahi Diana dan juga Kocil, namun yang dimarahi hanya diam menatap Arya datar.
"Udah selesai ngomong nya?. "tanya Diana menatap Arya datar sembari membuang muka menatap sekeliling kenapa tiba-tiba sepi tanpa ada seseorang yang lewat dilotong tempat ia berdiri.
"Belum!!. "jawab Arya kesal. "Eh.. Itu kenapa kok sepi ya, perasaan belum bel deh?." tanya Diana bingung.
Diana berlari sembari menarik Arya menuju parkiran sekolah karena tadi Diana salah satu siswa berlari kearah parkiran dengan wajah bersemu merah.
Kocil serta Rellia juga mengikuti langkah lari Diana kearah parkiran mereka juga ikut penasaran dengan kenapa para siswa berlarian kearah parkiran.
Sesampainya diparkiran semua siswa/siswi mengerubungi sebuah mobil yang belum tahu siapa pemilik nya.
"Oh, murid baru. Pada aneh ya siswa/siswi disini cuma murid baru aja heboh banget. "ucap Diana tiba-tiba rasa penasaran nya hilang diganti dwngan rasa malas berada diparkiran.
__ADS_1
"Eh.. Cil lo ngerasa gak, mobil itu kayak nya gak asing lagi ya?. " tanya Arya menatap mobil murid baru yang merasa familiar baginya.
"Iya, Ar... Tapi mobil siapa ya?. " tanya Kocil ikut menatap mobil itu dengan memincingkan mata mengarah pada jendela mobil.
Tiba-tiba pintu mobil itu terbuka, teriakan siswi terdengar begitu nyaring seakan pemilik mobil itu ingin memakan mereka.
"Kocil!!! Arya!!!. "teriak seseorang sembari berlari menuju kearah Diana namun lebih tapat nya menuju kearah Arya dan juga Kocil.
"Siapa tuh Ar.... Sok kenal kita aja. "tanya Kocil menatap sinis orang yang memanggilnya bahkan menggunakan nama panggilan nya yaitu Kocil.
"Iya tuh sok kenal kita aja, mana manggil Kocil pakek ikut ikut manggil Kocil segala." sinis Arya yang hendak pergi ia malas berurusan dengan orang sok kenal.
Saat hendak pergi seseorang memanggil nama Kocil dan Arya dengan kerasnya.
"ARYA!!!! KOCIL!!!!." panggil nya sembari berlari.
Arya dan Kocil tak menghirau kan panggilan nya mereka merasa orang sok kenal itu sudah gila masak gitu aja sok kenal, tidak kenal maka tidak dipedulikan.
"Hei... Kalian berdua dipanggilin itu!!. "teriak Diana yang merasa kasian pada sosok orang yang memanggil Kocil dan juga Arya.
"Biarin, kita gak peduli." ucap Kocil berbalik sebentar lalu kembali menghadap lurus.
"Kasian noh, sampek kesandung segala mau ngejar kalian. "ucap Diana yang melihat Coki hendak jatuh namun karena kaki nya kuat jadi dapat menompang berat badan nya yang melebihi berat badan kaki.
"Lo yang kasian kenapa gak lo samperin aja. "ucap Arya yang juga berbalik sebentar lalu kembali lurus menatap jalanan yang ia lewati.
"Yaudah gue ambil aja noh si dia, ganteng juga kalau di liat liat." ucap Diana menggoda Arya, tanpa Di suruh Arya berbalik lalu berjalan dengan langkah cepat mengahampiri Diana, begitu juga dengan Kocil.
Bersambung......
Maaf baru up, Minal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin 🙏 kawan-kawan.
Makasih udah baca, jangan lupa...
__ADS_1
Like, Komen, Vote, Favorit, dan juga Rate bintang lima ya. 😘