Diana & Arya

Diana & Arya
lima puluh tiga


__ADS_3

Pria dengan postur tubuh tegap, punggung bidang, dan juga gaya ramput yang sering Diana lihat pada seseorang yang tak lain ialah Arya. Arya berjalan dengan gadis disamping nya yang terus merangkul tangan Arya hal itu lah yang membuat Diana penasaran.


Kata Coki, Arya akan merasa jijik jika dipegang tangan nya oleh seorang gadis. Termasuk dirinya. Sudah lah dado pada mikirin orang yang belum jelas minding tidur. Batin Diana kelelahan hingga ia tertidur dalam mobil.


.


.


.


.


Keesokan harinya, Diana terkejut melihat tubuh mungil nya yang sudah berbalut baju tidur serta ia berada dalam kamar nya.


"Kak Talka!! Kak Zia!!."


Teriak Diana kesal dengan duduk ditangga sembari menekuk wajah nya, padahal hari ini Diana akan sekolah namun baginya itu tidak penting sekarang. Yang lebih penting siapa yang menggantikan bajunya?.


"Hey.. Dino. Apa lo teriak teriak?! Bikin sakit kuping aja lo!. " tanya Talka keluar dari kamar nya berjalan menuju tangga Dimana Diana berada.


Bersamaan dengan Talka, Akhazia juga berjalan menuruni tangga hingga sampai pada Diana yang duduk disalah satu tangga.


"Ngapa! Masih ngatuk nih?!. "Talka berucap sembari menguap menandakan ia masih ngantuk.


"Yang gantiin baju gua siapa?!. "tanya Diana tanpa berbalik ia terus memunggungi kedua kakaknya, yang berada dibelakang.


Talka dan juga Akhazia nampak cengo, bertatapan satu sama lain mencari jawaban yang pasti untuk Diana. Mereka juga bingung bagaimana Diana tidak tau pasal ini sama sekali. Kemarin malam Akhazia menggendong Diana kekamar sedangkan Talka membangunkan Diana untuk makan malam, nah pas makan malam Diana sudah memakai baju tidur dengan sendiri nya tanpa siapapun yang ganti.


"Diana lo sehat kan?." tanya Talka menempelkan punggung tangan dikening Diana yang masih Memunggungi nya.


"Gua sehat!. Jawab siapa yang gantiin baju gua!."


Tok....


Tok....


Tok...


Ketukan pintu terdengar, dengan malas Diana membuka pintu. Terlihat Rellia berdiri tepat didepan pintu memandangi Diana dari bawah hingga atas, lalu akhirnya ia bertanya.

__ADS_1


"Lo gak sekolah?!." tanya Rellia dengan mata memincing, niat nya mau berangkat bareng Diana tapi Diana nya malah belum bersiap sama sekali.


"Sekolah." jawab santai Diana sambil mempersilahkan Rellia masuk dalam rumah nya.


"Gua bersiap dulu!. "teriak Diana dari atas tangga setelah tadi ia berlari menjauh dari Rellia.


Setelah selesai berisiap Diana dan yang lain sarapan dulu dimeja makan, tak lupa dengan Rellia yang ikut sarapan.


"Kak! jawaban nya mana?!. "


Wajah memelas Diana telah ia keluarkan sudah berakhir untuk mencari jawaban yang tepat lagi.


"Lo sendiri yang ganti baju tidur!. "jawab Talka santai, mau bagaimana lagi bila tak dijawab ngambek kalau dijawab nya tidak tepat marah.


"Hah.. Gua!. "tunjuk Diana pada dirinya sendiri, seketika putaran memori terputar diotak nya memutar kejadian kemarin malam yang ia lupakan.


"Perasaan gua masih tidur tuh, gak ganti baju!."


"Lo gue bangunin buat makan malam. Lo bangun makan malam udah pakai baju tidur terus makan malam berempat!." jelas Talka melongo melihat adiknya yang sungguh pelupa.


"Oooiya... Gua bangun ya! Hehe lupa gua!. "ucap Diana dengan cengiran kuda menatap semua orang dimeja makan secara sbergantian.


Talka dan Akhazia hanya geleng geleng kepala membuat Rellia bingung penasaran kejadian apa yang membuat kedua pria adik kakak tersebut sampai geleng geleng kepala.


"Na! Kejadian apa sih kok kakak lo mpe geleng geleng kepala?!. "tanya Rellia sesekali menatap kearah Diana yang juga menatao nya.


"Kepo! Privasi!. "ucap Diana menatap Rellia yang ngambek karena ucapan nya.


"Lo sekarang main rahasia-rahasian ma gue!. "ucap Rellia menuntut Diana yang masih saja menatap nya dengan senyum meledek.


"Ntar gua ceritain pas disekolah apa pas pulang aja!. "


Percakapan berakhir saat mobil Rellia masuk pada tempat parkir disekolah, sekolah nampak sepi sudah bisa terbaca bahwa mereka berdua terlambat karena Diana yang lama.


"Hobi bener lo masuk telat. "ucqp Rellia pada Diana yang berada disamping nya, mereka berjalan menuju kelas melewati lorong kelas yang panjang.


"Enak telat!. "jawab Diana sembari menghirup udara segar dari taman yang baru saja ia lewati.


Sampai pada kelas Diana mengetuk pintu dengan pelan membuat yang berada didalam tidak mendengarnya.

__ADS_1


"Lo ngetuk pintu pa ngetuk kaca?!." geram Rellia yang sedari tadi melihat Diana mengetuk dengan lampat dan pelan.


"Biar gue!. "


Tok..


Tok...


Tok...


Ketuk Rellia dengan keras, suara ketukan terdengar sangar membuat Diana bergidik ngeri mendengarnya.


"Lo ngetuk pintu pa ngajak gelud?!." ucap Diana menatap kesal Rellia yang hanya menunjukan deretan giginya.


Ceklek.....


Pintu dibuka sembari memperlihatkan sosok guru yang saat ini mengajar kelas Diana. Wajah itu nampak seram bahkan lebihseram dari guru Matematika.


"Ah... Pak Rotif yang ganteng yang tidak terkalahkan bolehkah kami berdua masuk?. "ucap Diana sembari menampakan senyum manisnya, berharap ia dan juga Rellia dapat mengikuti kelas tanpa harus dihukum.


"Diana! Rellia! Kenapa baru masuk. Hah!." teriak pak Rotif dengan marahnya, ia memang paling tidak suka dengan murid yang terlambat seperti Diana juga Rellia sekarang.


Diana menggaruk tekuk nya yang tidak gatal sembari berpikir jawaban apa yang ia beri, dari awal memang ia yang salah jadi ia juga yang harus menyelesaikan.


"Saya terlambat pak. Dan Rellia hanya menjemput saya jadi dia ikut terlambat gara-gara saya, biarkan dia masuk pak! Dan hukum saya saja!. "ucap Diana dengan mantap.


Ia tidak mau membuat orang lain ikut dalam kesalahan nya jadi ia tak ingin Rellia dihukum.


"Baiklah Rellia kamu masuk. Dan kamu Diana lari memutari lapangan sebanyak 10Γ—kali! ."ucap Pak Rotif tegas,


Rellia masuk kelas dengan wajah sendu, seharusnya dia dan Diana lari memutari lapangan tapi kenapa malah kek gini. Diana sendiri yang keliling lapangan sedangkan dirinya malah duduk dikelas.


Dengan wajah tersenyum Diana berlari kearah lapangan ia sangat semangat bila dihukum, entah kenapa dirinya tak tau. Pikir nya setelah selesai keliling lapangan dirinya kana langsung kekantin membeli minuman dan makanan.


"Semangat Diana! abis ini kita makan!. "teriak Diana penuh semangat, Arya yang melihat Diana berteriak tidak jelas hanya geleng-geleng kepala.


Memang benar ia izin ketoilet namun tujuan nya bukan itu tapi ingin melihat Diana yang dihukum. Dirinya tak bisa lama lama hingga akhirnya ia pergi dari tempat persembunyian nya.


Bersambung........

__ADS_1


Makasih para pembaca, maaf masih berantakan dan juga banyak typo πŸ™.


Jangan lupa bagi πŸ‘‰ Like, Komen, Vote, Favorit, Dan Rate bintang lima. Babay 😘


__ADS_2