
Sementara Diara kini tengah tiba di apartemen miliknya,dan untuk sekali lagi dia melihat banyaknya ucapan sekaligus bunga-bunga yang sudah membusuk di depan kamar apartemen miliknya. Hatinya begitu sakit melihat tulisan yang menyuruhnya untuk pergi dan bunuh diri saja. Dengan tetap berusaha tegar,Diara pun mulai kembali mengingat ucapan sang ibu dan ayahnya semalam itu.
Hingga akhirnya dia pun kini terlelap kembali dari tidurnya setelah memakan obat yang di berikan dokter kala itu.
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
Di sisi lain,nampaknya Agung tengah berdiam diri di tepi kolam renang di rumahnya sambil melihat-lihat beberapa rincian detail mengenai Diara yang di kirim Romi. Mendengar bahwa dia sudah kehilangan semuanya dari mulai ortu,kerabat,pekerjaannya dan yang terakhir kehilangan orang yang ia cintai. Semua itu sudah ia baca dengan teliti,bahkan dia pun tau bahwa dia hampir saja bunuh diri saat tau pertama kali dirinya tengah mengandung buah hatinya.
"Agung!! Kamu sedang apa sayang??"ucap seorang wanita paruh baya sambil memegang pundaknya.
"Mamah.... Tidak Agung tidak sedang apa-apa!"ucapnya sambil menutup handphone nya perlahan.
__ADS_1
"Mamah sudah baikan??"tanya Agung yang masih khawatir mengenai kondisinya saat kejadian dihadang itu.
"Mamah baik kok...tapi mamah kepikiran dengan anak itu! Sepertinya dia sedang hamil,tapi saat mamah tanya dia rupanya tidak sedang mengandung!"ucap Sri Rahayuni yang tidak lain ibu kandungnya sendiri.
"Apa iya mah?? Terus bagaimana keadaannya,apa dia baik juga?"tanya Agung mulai penasaran.
"Ya meskipun dia bilang baik,tapi mamah rasa dia memang sedang hamil tahap awal...soalnya beda loh sayang..dia tampak lemas dan wajahnya juga beda.."ucap Sri sambil melamun.
"Mungkin dia sakit mah bukannya hamil!"jawab Agung
"Mamah itu wanita! Jadi mamah tau hal seperti itu!"jawab Sri sambil berdecak kesal.
"Iya...iya mah...ya sudah lebih baik kita istirahat saja di dalam!"ucapnya sambil mendorong perlahan sang ibu.
"Dengar!! Tetap awasi wanita itu!"pesan yang dikirim pada Romi.
"Baik tuan"jawabnya .
__ADS_1
Dengan beberapa cara dia pun akhir ya mencari beberapa akun milik Diara dengan akun palsu miliknya.
"Hemm...lumayan juga sih...aakkhhh...sial apa-apa ini! Ya sudah lebih baik istirahat saja!"ucapnya sambil menutup ponselnya,dia pun langsung membaringkan badanya di kasur yang empuk dan sangat mewah itu.
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
Kini siang pun sudah menjemput,Diara kini tengah rapih-rapih karena sudah mendapat panggilan di perusahaan lainnya. Dengan hati yang penuh semangat dia pun dengan sigap datang terlebih dahulu ke kantor itu. Hingga tidak lama dari itu,nama nya pun terpanggil untuk interview awalnya itu.
"Maaf sepertinya kami akan membatalkan lamaran anda!"ucapnya dengan nada datar.
"Kanapa pak? Apa ada berkas yang kurang,kalau bisa saya akan tambahkan pak!"jawab Diara dengan tegasnya.
"Bukan itu,tapi di perusahaan kami tidak di perbolehkan untuk wanita hamil berkerja,jadi mohon pengertiannya!"ucap karang itu,mendengar itu Diara pun berusaha dengan lapang hati untuk bisa menerimanya.
__ADS_1
\***Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT,RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️❤️**\*