Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 42


__ADS_3

"Hii Raa!! Cepat duduk disini!"ucap Marsya yang kini mendekatkan kursi yang akan di tempati Diara,hingga akhirnya Diara pun mendekat lalu duduk di dekatnya itu.


"Makasih kak!!"ucap Diara sambil duduk disana menatap Marsya.


"Sama-sama tapi aku bingung deh! Bukannya kamu itu jadi sekertaris pribadi pak direktur ya? Berarti harusnya kamu selalu dekat sama dia Raa!"ucap Marsya yang kini menatap Diara dengan keheranan


"Nggaklah... Mentang-mentang pribadi jadi harus Deket terus gitu? aku juga mau duduk kali kak!"jawab Diara sambil menarik sebuah dokumen yang ada di meja nya itu.


"Bukannya enak ya kalau Deket pak direktur,mana ganteng,harum,masih single lagi! Xixixi kali aja jodoh.."ucap Marsya yang kini tertawa mendengar ucapannya sendiri.


"Enak dari mana nya,orang dia...."ucap Diara langsung terdiam mendengar suara dehaman seseorang di dekatnya. Sementara kini Marsya pun tertunduk dengan tangan yang kini saling bertautan.



\**Sial!! Dari suaranya itu pasti...\*batin Diara yang kini menyadarinya*.

__ADS_1



"Pasti saya!! sekarang kamu ikut saya keruangan!"ucap Agung yang entah bagaimana bisa mengetahui apa yang dia pikirkan saat itu,namun Diara sama sekali tidak mengikutinya bahkan bangkit dari duduknya pun tidak sama sekali.


"Saya bilang ikut saya!"ucap Agung kembali sambil melihat dengan ujung matanya,sontak Diara pun langsung menatap Marsya dengan kebingungan.


"Tapi..."ucap Diara yang baru saja hendak melanjutkan katanya.


"Tidak ada kata tapi,sekarang ikut saya!"keras Agung yang kini semakin membuat Diara dan Marsya kebingungan.


"Kamu!!... Heemppp,Diara kamu ikut saya kedalam sekarang!"ujarnya sambil menahan rasa kesal,sontak Diara pun langsung berdiri dengan gugup melihat tingkah Agung.


"Ba--Baik!"ujar Diara dengan gugupnya sambil mengikuti langkah kaki Agung,sesekali dia pun melirik ke arah Marsya yang kini sedang bernafas lega.


__ADS_1


Hingga akhirnya,dia pun masuk kembali ke ruangan itu yang rupanya masih ada ibunya itu. Dia pun menatap Diara dengan sangat ramah dan tersenyum.


"Sini sayang!!"ucap wanita itu yang kini menyuruh nya untuk duduk disampingnya,sekali lagi Diara pun langsung melirik ke arah Agung yang tepat di dekatnya.


"Kenapa? Anggap dia sebagai batu disini,cepat sini sayang!"ucap nya sambil menatap Agung,hingga akhir ya Diara pun mendekat ke arah wanita itu lalu duduk di dekatnya.


"Kamu itu anak baik,dan sebagai hadiah karena menolong ibu waktu itu jadi ibu akan kasih kamu ini!"ucapnya sambil membukakan sebuah kotak yang berisi perhiasan berupa kalung dan cincin yang terlihat sangat elegan namun Mewah.


"Ini... Ini terlalu mewah Tante,saya tidak bisa menerimanya. Maaf!"ucap Diara yang sebenarnya menyukai itu namun enggan untuk membawanya.


"Kamu harus terima ini,ini ucapan terimakasih dari ibu karena kamu sudah menolong ibu beberapa kali!"jawabnya yang memaksa sambil membuka isi itu dan memakaikannya pada Diara saat itu juga.


"Ta--tapi Tante,ini terlalu mahal buat saya... Gimana saya membalikkannya kalau begitu!"ujarnya sambil menatap perhiasan itu yang kini sudah ada di leher Diara.


__ADS_1


"**Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ dan beri saran dan kritik nya juga 🥰🥰**\*


__ADS_2