
Kini tangan Agung pun mulai melancarkan aksinya,dia meraba ke semua area tubuh Diara yang memang sudah terangsang olehnya. Dengan perlahan dia pun melebarkan pahanya dengan perlahan dan langsung menancapkan pedalnya itu dengan perlahan. Wajah Diara kini semakin memerah,namun kali ini dia sama sekali tidak menutupi rasa nikmatnya itu justru kali ini dia pun nampak begitu merasakan kenikmatan dan juga rasa haus dalam hubungan intimnya itu.
"Aaaahhh...."Desahan yang akhirnya terlontar dari mulut Diara dengan begitu menikmatinya,hingga akhirnya membuat Agung begitu puas mendengar itu.
Kecepatannya kini mulai berpacu seiring dengan ciuman dan sentuhan dari Agung padanya,bahkan beberapa posisi yang memang bisa dilakukan pun berlangsung begitu tegang. Hingga akhirnya saat agung menyentuh buah dadanya,puncak klimaks nya pun mulai berpacu dengan cepat. Kini Agung pun menambah kecepatannya itu sambil terus memainkan benjolannya itu hingga akhirnya mereka berdua pun langsung lemas dan tak berdaya dalam pelukannya.
"Pertahankan!!"gumam Agung sambil memeluknya dengan erat,sontak ucapan itu membuat Diara mulai memanas malu.
__ADS_1
"Jadilah kucing yang penurut seperti ini,makan aku pastikan kamu senang dan tentunya banyak harta!"lanjut Agung yang kini menggigit telinganya itu.
Hingga akhirnya Diara pun tertidur pulas di pelukan nya itu, begitupun dengan Agung yang kini baru saja terlelap tidur. Namun tidak lama kemudian Agung pun kembali terbangun setelah mendengar suara handphone miliknya berdering cukup keras,dia pun langsung mengambil pakaiannya dan langsung menuju kamar mandinya itu.
"Ada apa?"tanya Agung yang kini sedang menelpon seseorang,orang itu pun menjelaskan semuanya dengan sangat teliti di telponnya itu. Hingga akhirnya dia pun langsung menutup handphone miliknya itu dan sesegera mandi.
"Hemmm... Bagus kucing kecil! Jangan sampai tubuhku ini kembali menyatu seperti tadi,atau mungkin kamu mau menggodaku lagi!!"ucap agung yang kini menatap tubuh Diara setengah terbuka itu,karena tidurnya yang pulas Diara pun tidak mendengar sepatah katapun yang dia lontarkan tadi. Hingga akhirnya Agung langsung mendekati Diara dan dengan mata yang cukup bersinar kembali dia pun langsung mengelus paha Diara yang terbuka setengah itu.
__ADS_1
"Apa kamu benar-benar tidur? Hemmm... Menarik,besok malam kita lakukan kembali!"ucap Agung yang kini mencium pahanya itu,lalu menutupnya kembali dengan selimut. Namun melihat Diara yang seolah kedinginan, Agung pun berinisiatif untuk memakaikan bajunya kembali satu persatu. Namun melihat kondisinya yang tidak memungkinkan dia pun lansgung mencari sebuah kemeja yang memang cukup besar lalu memakaikannya dengan cepat.
Malam semakin larut, Agung yang mendapat telepon tadi pun langsung memutuskan berangkat kala itu juga. Kali ini dia pun mengunci rumah Diara itu dan membawanya kemana dia pergi,hingga akhirnya dia pun langsung berangkat ke sebuah tempat dimana sebelumnya dia janjikan.
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ dan beri saran dan kritik nya juga 🥰🥰*
Kira-kira perlu crazy up nggak ya? Soalnya dari awal belum pernah crazy up yang sebenarnya deh😅 Kalau memang kalian mau bacanya,mohon untuk Like dan beri komentar kalian sebanyak-banyaknya Dan jangan lupa juga Vote kalau emang suka🥰🥰
__ADS_1