
Sementara kini Marsya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kepergian Raka barusan. Kini di ruangan Agung,dia tengah bersiap-siap untuk pergi dari ruangan sana. Namun saat itu,Diara yang masih dalam ruangan itu pun mulai tersadar. Dengan kondisi nya saat ini dia pun langsung membersihkan dirinya dengan cepat lalu berusaha mendorong lemari itu agar bisa terbuka sendiri.
"Buka!!"ucap Diara yang kini menatap lemari itu sambil masih berusaha untuk mendorongnya,namun rupanya agung pun mendengar teriakan Diara itu dan dia pun langsung membukakan pintu itu dengan perlahan. Sontak Diara yang masih berusaha mendorong lemari itu pun hendak terjatuh dengan tiba-tiba.
"Kamu sedang apa Diara!!"ucap Agung yang kini menahan tubuh Diara itu.
"Aaammmm... "Deham Diara yang masih belum bisa berbicara.
"Atur ulang semua jadwal hari ini jika ada yang protes, batalkan saja!" ujar Agung yang kini langsung pergi dari ruangan itu,sontak Diara pun hanya terdiam menatap kepergiannya itu.
__ADS_1
"Gimana mau atur ulang semuanya coba,kan buku jadwalnya belum gue beresin!! Eemmm,gimana ya? apa gue bilang kalau semua urusannya dibatalkan ya! eehhh tapi nggak baik juga, trus gimana dong..."gumam Diara yang kini berjalan menuju tempat duduknya itu,namun dia pun berinisiatif untuk melihat ke meja tempat Agung berkerja itu.
"Kali aja disana ada salinannya!"ucap Diara yang kini beranjak mendekat ke arah meja kerja Agung,namun baru saja dia tiba seseorang pun langsung mengejutkannya dari belakang.
"Sedang apa!!"ucapnya yang tidak lain dan tidak bukan Romi.
"Ka-Kamu.... eeemmm,saya mau nyari salinan jadwal nya Agung!"ucap Diara yang dengan spontan ya itu,hingga akhirnya ucapan Diara itu membuat raut wajah Romi begitu sangat marah dan kesal. Bahkan kali ini dia pun mendekat ke arahnya dengan perlahan sambil menunjukan wajah yang seram.
*Gila... Gue udah bisa mengatas namakan Agung!! Tapi apa dia percaya ya!!"batin Diara yang kini terus menatapnya dengan sedikit gemetar.
__ADS_1
"Saya disuruh untuk memberikan ini!! dan pastikan semuanya beres tanpa ada kendala! itu kata Tuan muda Agung!"ucap Romi yang kini menyodorkan sebuah buku yang sempat hilang saat itu.
"Ini kan buku itu... Oohhh jadi semua ini disembunyikan sama kamu ya,dasar kurang ajar... Waktu itu gue sampai disuruh buat nyari ini seharian bahkan sampai gue sakit!!"ucap Diara yang kini kesal pada Romi.
"Makanya... Kalau memang buku itu penting jaga baik-baik dan pastikan tidak tertinggal dimana pun!"ujar Romi yang kini pergi meninggalkan Diara sendirian dengan amarah yang masih dia pendam.
"Kurang ajar banget sih!! Gue sampe dihukum dan ternyata buku itu dia pegang! Isshh gue nggak bisa terima!"gumam Diara yang kini menatap buku itu dengan kesal.
Sementara kini Agung tengah pergi ke suatu tempat dimana dia akan bertemu dengan seseorang. Begitupun sebaliknya,kini Romi tengah duduk manis sambil menunggu kabar tentang rumah sakit itu. Dengan menatap jam tangannya itu yang menunjukan pukul empat belas lebih dua puluh lima menit dia pun mulai menghitung maju,hingga akhirnya tepat di menit tiga puluh,suara handphone miliknya pun berdering cukup nyaring.
__ADS_1
"Semua sudah beres dan kali ini,perusahaan itu yang mengajukan permohonan agar sahamnya di beli!"ujar seseorang yang kini tengah berbicara di seberang teleponnya.
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik nya juga dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya kak🥰🥰*