Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 16


__ADS_3

"Aahhhh.... ya-yah sudah lah pak,memang belum rezeki saya mungkin... Nggak perlu dipikirkan juga,kalau rezeki ya nanti juga datang sendiri!"ucap Diara yang seketika langsung murung namun tetap berusaha tegar dan menerimanya.


"Maaf ya neng sekali lagi...bapak merasa bersalah sudah minta Eneng jauh-jauh kesini tapi hasilnya nggak ada...maaf ya neng!"ucap bapak itu sekali lagi.


"Iya bapak nggak apa-apa...udah,lupakan saja...ohh iya pak,saya izin pamit duluan. Ada urusan mendadak!"ucap Diara mengalihkan pembicaraannya lalu pergi seiring dengan anggukan bapak itu.



Kini dengan hati yang masih sedih dia pun pergi menuju restoran yang tidak jauh dari sana. Restoran itu sering dia kunjungi saat masih berkerja di perusahaan yang dulu.


Namun saat tengah masuk ke dalam restoran itu,nampak seseorang yang dia kenal sekali. Dia nampak sedang duduk bersama wanita yang lumayan lebih berusia daripada dirinya.


"Bayu...."ucap Diara yang terkejut melihatnya,suara Diara nampaknya cukup keras sehingga dia pun langsung repleks menoleh ke arahnya.


"Siapa sayang??"tanya wanita itu sambil menatapnya.


"Diara... Dia Diara,teman sekantorku dulu!"ucap Bayu yang cukup gelagapan menjawabnya.

__ADS_1


"Ohhh...sini Diara,kita makan bersama!"ucap wanita itu yang rupanya langsung menarik tangan Diara mendekat ke arah meja makannya.


"Nggak usah kak,makasih..."ucap Diara sambil menahan untuk mendekat ke arah meja makan itu.



Namun rupanya wanita itu terus menarik Diara hingga akhirnya dia pun pasrah dan ikut padanya. Di sana mereka saling berbicara bahkan Diara pun nampaknya sudah bisa mengendalikan dan mengetahui sifat wanita itu meski hanya sebentar berbicara.


" Sudah berapa bulan itu"tanya wanita itu sambil menatap perut Diara,sontak Diara dan batu pun langsung terdiam sejenak.


"Eemmm.... Baru satu Minggu lebih!"jawab Diara gugup.


"Pelan-pelan Raa.."ucap Bayu yang langsung gesit membantunya.


"Kalian kelihatannya begitu akrab ya??"tanya nya yang terkejut atas prilaku Bayu pada Diara.


Sontak Diara pun langsung berusaha lebih tenang,dia sesekali menatap Bayu dengan hati yang resah.

__ADS_1


"Maaf...sepertinya saya harus pergi dulu ya!!"ucap Diara mengalihkan pembicaraannya seraya pergi dari tempat itu dnegan terburu-buru.



Sementara di tempat Agung saat ini,dia begitu terpikirkan dengan segala ucapan dari Diara semalam itu. Bahkan dia pun mengingat semua aktivitas yang dia lakukan pada malam ini pada wanita itu lagi. Namun lamunannya kali ini pun terhenti seketika saat suara dering handphone miliknya bersuara.


"Hallo pak...semuanya sudah beres, dua hari lagi sudah bisa dilaksanakan!"ucap Romi yang tengah menelponnya.


"Hemmm...bawa dia kemari saat ini juga,lakukan cara apapun asal dia kesini malam ini!"ucap Agung dengan tegasnya,sambil menutup telpon itu.


"Ba--...kebiasaan!"jawab Romi yang langsung sadar dimatikan.



Hingga malam pun berlangsung,kini Romi dan beberapa pengawalnya tengah mendatangi apartemen milik Diara.


"Tunggu sebentar!"ucap Diara sambil perlahan mendekat ke arah pintu itu.

__ADS_1


"Maaf kalaian siapa?"lanjutnya sambil menatap mereka yang begitu banyak dan berpakaian cukup rapih.


*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT,RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️❤️*


__ADS_2