
Dengan cepat Diara pun langsung mengambil kesempatan itu untuk bangkit dari tidurnya itu dengan berpura-pura memegang perutnya yang sedang kesakitan.
"Kenapa?"tanya Agung yang kini memperhatikan perut Diara,sementara kimj Diara pun mencari benda yang bisa memutar kembali lemari itu lalu pergi dari sana.
"Sakit lah!! Gue mau minum!"ucap Diara yang kini mencari cara agar dia membukakan pintu ruangan itu.
"Sebentar!! Pake baju dulu,nanti kita keluar!"ucap Agung sambil menarik bajunya yang berada di samping kasrunya,sementara kini Diara pun tersadar dengan pakaian yang ia kenakan. Dengan cepat dia pun langsung menarik bajunya yang terbuka sebelah sambil berusaha menatanya seperti semula. Tidak lama kemudian Agung pun langsung menekan sebuah alat yang kini dia pegang lalu di sakuinya kembali.
"Ayoo... Hati-hati!"ucap Agung sambil menggandeng tangannya dengan perlahan sambil pergi dari ruangan itu.
\**Syukurlah... Kali ini gue selamat!!\*batin Diara sambil terus berjalan menuju sofa disana. Seiring mereka keluar dari sana,rupanya lemari itu pun kembali menutup dengan sendirinya*.
"Bawakan air minum ke ruangan saya sekarang! dan pastikan air itu sudah di netralbkan kembali!"ujar Agung yang kini menekan sebuah telepon untuk menghubungi bagian dapur.
__ADS_1
"Apa masih sakit?"tanya Agung yang kini berjalan kembali ke arah Diara lalu membelai perutnya dengan perlahan. Sontak Diara pun langsung menghindar karena merasa tidak nyama dengan prilakunya itu.
"Kenapa? Apa kamu merasakan sesuatu?"tanya Agung yang kini mulai berpikiran jorok kembali,Diara pun hanya menggelengkan kepalanya lalu terdiam dengan tindakannya kali ini.
"Sudahlah nanti ada yang lihat!"Ujar Diara sambil melepaskan tangan Agung yang kini mulai merambah kemana-mana. Hingga tepat saatnya,seorang office boy pun mengetuk pintu ruangan itu yang rupanya terkunci dari dalam.
"Masuk!"ujar Agung sambil menekan salah satu alat seperti remote kecil yang sama saat membuka lemari itu.
"Tidak perlu! Kamu keluar sekarang!"ucap Agung yang langsung mengambil air itu, lelaki itu pun keluar kembali sambil menundukan kepalanya.
\**Mereka sedang apa ya? Kok Mbak yang ada disana seperti.... Ahhh sudahlah,apapun bisa dilakukan oleh orang yang berkuasa!\*batin orang itu yang kini pergi kembali ke dapurnya*.
__ADS_1
Sementara kali ini,di ruangan Agung nampaknya dia pun tengah membantu Diara untuk meminum air itu sebanyaknya.
"Apaan sih Lo,udahlah gue juga bisa sendiri! Lagian nggak perlu banyak-banyak juga!"ucap Diara yang langsung mendorong tangan Agung yang sedang memegang gelasnya itu.
"Baru beberapa menit yang lalu,Lo bersikap baik sama gue dan sekarang Lo mulai nakal lagi! Dengar ini baik-baik,lebih baik Lo itu nurut sama gue dan yang pastinya Lo harus sopan sama gue!"Jawab Agung yang kini menarik Diara hingga akhirnya dia pun kembali dalam pelukan Agung.
\**Apa gue sanggup kayak gini terus! Dasar lelaki cabul,kalau bukan soal anak ini! Gue pastikan nggak akan pernah ketemu lagi sama orang ini!\*batin Diara yang kini berusaha memberontak nya*.
\***Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ dan pastikan untuk mengikuti Arthur juga❤️❤️**\*
__ADS_1