Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 22


__ADS_3

Namun saat tengah berjalan ke luar rumah sakit itu, tiba-tiba dia melihat Romi yang tengah berjalan ke arahnya namun dengan sangat cepat Diara pun langsung bersembunyi dibalik pilar dirumah sakit itu.


"Huuhh..selamat,akhirnya gue bisa lari dari mereka!"ucap Diara yang langsung pergi keluar tanpa rasa panik lagi.


Dia pun memutuskan untuk pulang kembali ke apartemen milik untuk mengambil beberapa perlengkapannya dan mengambil beberapa berkas kepemilikan apartemennya. Dengan sangat terburu-buru dia pun langsung pergi meninggalkan apartemen nya dan langsung pergi tanpa jejak sebelumnya.


\**Gue yakin...dia pasti datang ke apartemen gue,makanya gue harus secepatnya pergi ke kota lain!\*ucapnya dalam hati*.



Hingga akhirnya dia tiba di salah satu stasiun yang akan membawanya pergi dari kota ini. Dia pun memutuskan untuk pindah ke kota B yang kebetulan akan berangkat sebentar lagi. Dengan perasaan yang jauh lebih tenang akhirnya dia pun pergi dari kota itu dengan sangat cepat.


" Ok...mulai hidup baru!"ucap Diara yang baru saja tiba di kota B itu,dia menatap ke sekelilingnya dengan sangat ceria. Hingga akhirnya seseorang pun mengirimnya pesan mengenai transfer uang yang dikirim seseorang.


"Saya sudah mengirim uangnya...Apa saya bisa pindah ke apartemen nya sekarang?"ucap seseorang yang rupanya membeli apartemen miliknya.

__ADS_1


"Iya pak..boleh,silahkan saja dan soal kunci,coba buka saja dengan pin R517"balas Diara dengan sangat senang.


" Ya sudahlah...daripada tidka sama sekali kan! Sekarang tinggal cari rumah buat kita sayang!"ucap Diara sambil mengelus-elus perutnya.



Sementara Agung yang tau akan hal itu,langsung mengerahkan semua pengawalnya untuk mencari Diara kemanapun dia pergi.


"Sial!! Kenapa kalian se ceroboh itu!! Cari dia sampai kemanapun jangan datang jika belum ketemu!!"Ucap Agung dengan amarah yang memuncak.


Hari semakin malam,semua pengawal itu pun masih belum juga bertemu dengan Diara. Bahkan mereka pun telah mencari ke segala penjuru kota itu namun tidak kunjung bertemu juga.


"Maaf tuan muda..Kali ini kami belum bisa menemukannya,tapi tenang saja tuan..kami masih akan mencarinya!"ucap Romi dengan sedikit ketakutan.


"Shiitt!!Bego!! Kalian itu banyakan masa kalah sama satu orang,jangan harap kalian dapat gajih sebelum menemukannya!"ucap Agung sambil pergi meninggalkan Romi di ruangan itu sendirian.

__ADS_1


"Baik tuan!"Jawab Romi yang masih berdiri tegap disana.


Sementara Diara kini telah menemukan rumah yang sesuai dengan uang yang dia miliki saat ini. Dengan sangat letih dia pun langsung tertidur pulas di kasur barunya itu.


"Meskipun nggak sebesar apartemen dulu,tapi ini lumayan lah buat kita...mamah janji mamah akan cari uang lagi untuk kita kedepannya!"lirih Diara sambil membelai lembut perutnya itu hingga akhirnya dia pun terlelap dalam tidurnya.



Siang pun menjelang,kini Diara pun sudah mengenakan pakaian rapihnya dengan sangat sempurna. Kali ini hari dan juga tahap awal untuk dia kembali pada dunia barunya,dengan sangat gembira dia pun langsung pergi membawa beberapa berkas yang akan dia simpan pada beberapa perusahaan disana.


Hingga akhirnya dia pun langsung dipanggil ke bagian HRD untuk di interview lebih dalam lagi. Namun untuk ke dua kalinya di perusahaan,dia ditolak terus menerus karena sedang mengandung.


"Sabar...Sabar ..Lo bisa Diara,mungkin memang belum waktunya aja!"ucap Diara yang kini sedang beristirahat di salah satu cafe.


*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT,RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️❤️*

__ADS_1


__ADS_2