
"Ceroboh!! Kamu saya pecat!"ujar Agung yang kini menaikan nada suaranya.
"Ja-jangan tuan... Saya minta maaf,saya benar-benar tidak sengaja tuan! Jangan pecat saya!"ucapnya yang sontak semakin panik.
"Kalau begitu,kamu pergi sekarang dan pastikan tak ada yang datang ke kamar saya!! Dan ya... jika bisa jangan ada seorang pun yang mendekati kamar saya,setelah itu saya pastikan kamu tidak di pecat!"ucap agung yang kini langsung menutup kembali pintu kamarnya dengan rapat,sontak pelayan itu bisa bernafas lega mendengarnya dan benar saja wanita itu pun langsung menjaga tempat itu di tempat yang lumayan berjauhan.
"Daripada di pecat mending seperti ini aja!Tapi apa yang akan tuan lakukan? Astaga kenapa kamu kepo,tuan muda kan sudah menikah jadi ya pasti mereka... Aahhh"gumam wanita itu yang baru saja memikirkannya sudah membuat wajahnya panas dan merah padam.
Baru saja menutup pintu kamar itu,agung pun melihat pintu kamar mandinya tengah di buka paksa. Entah bagaiman namun rupanya reaksi obat itu sangat cepat sehingga membuat Diara cukup kewalahan. Bahkan saat hendak membukakan pintu saja dia sudah tak mampu,hingga akhirnya Agung lah yang membukakan pintu kamar mandi itu.
__ADS_1
"Kenapa?"ujar nya sambil menatap Diara yang tengah sempoyongan,namun saat Diara itu menatapnya dia hanya bisa tersenyum menatap Agung.
"Kamu kenapa?"lanjutnya yang kini berusaha meyakinkan dirinya bahwa benar Diara sudah terpengaruh dengan obat itu.
*Ada apa ini! Kenapa dia terlihat sangat segar,kenapa dia... Dia terlihat tampan dan juga sangat seksi!*batin Diara yang kini hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil sesekali memegangnya. Hingga akhirnya,dia pun langsung berjalan mendekat ke arah Agung yang kini persisi berada di depannya.
"Dingin!! Enak sekali!!"gumam Diara yang kini menarik Agung ke pelukannya sambil terus menempelkan pipinya di dekat leher lelaki itu .Wajah merah padam itu mulai memudar, namun kali ini hasratnya sudah tak tertahan. Dia pun langsung mengendalikan lelaki itu dengan menggiringnya berjalan ke belakang.
*Tunggu... Kenapa aku harus ikut campur! Kali ini aku harus biarkan dia melakukan semuanya sendiri,aku ingin tau seberapa hasratnya saat ini!*batinnya yang akhirnya membuat dirinya terdiam bahkan kali ini dia tampak pasrah.
__ADS_1
"Aku mau itu..."ujar Diara yang kini terbaring menindih tubuh Agung yang sudah ikut berbaring,dia pun menunjuk ke arah bibir agung sambil sesekali mengelusnya dengan jari.
"Tubuhku milikmu seutuhnya... Kamu bebas melakukan apapun!"jawab Agung sambil menatapnya,hasratnya terus dia sembunyikan agar Diara yang melakukan semua itu hingga akhirnya dia hanya bisa menelan ludahnya sendiri.
Hingga akhirnya dengan spontan Diara pun langsung mencium bibir Agung dengan sangat ganas,bahkan ketidak siapa Agung itu membuat dirinya hampir tak bernafas. Namun kini Diara pun langsung menarik dirinya kembali dengan cepat bahkan membuat Agung kembali terkejut.
"Kenapa?"ujar Agung yang baru saja akan menikmati kejadian itu.
"Ssuutttt... Ini(Menunjuk ke arah mata).. ini(menunjuk hidung).. Ini juga!(Meraba wajah Agung)... serta ini semua(menunjuk ke semua tubuhnya)"ucap Diara sambil menatapnya tajam.
__ADS_1
**Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran dan kritik serta pastikan untuk singgah di cerita lainnya ❤️❤️**