Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 89


__ADS_3

"Sini sayang!"lanjut Sri yang kini membuat Diara menghampirinya sambil mencium tangan wanita paruh baya itu. Sementara Agung kini duduk di hadapan mereka berdua tanpa rasa malu sedikit pun.


"Ya udah kita makan!"ujar Agung yang kini menatap semua makanan yang sebelumnya sudah di meja


"Kirain kamu mau pergi! Ya udah kita makan dulu nanti kita ngobrol lagi!"ucap sri yang tertawa melihat tingkah Agung yang kesal sementara Agung justru tak menjawab apapun.


Hingga akhirnya kini mereka pun makan bersama dengan hikmat,bahkan sesekali Sri memberikan makanan untuk Diara terutama sayur-sayuran. Agung sesekali menatap ibunya dengan perlahan dengan senyuman yang berusaha dia sembunyikan. Tak terasa waktu berlanjut,semua makanan hampir habis semuanya.


"Kamu mau nambah lagi sayang?"ujar Sri yang menatap Diara dengan penuh perhatian.


"Ng-nggak usah Bu, Diara udah kenyang kok!"jawabnya sambil tersenyum.


"Ya udah,sekarang kita bisa ngobrol lagi!"ucap Sri sambil duduk menghadapnya,sementara Diara hanya bisa mengangguk perlahan.

__ADS_1


"Iya mahh,Agung denger mamah mau pergi lagi ya?"ujar Agung yang memulai obrolannya.


"Kenapa? Kamu ngusir mamah?"jawab Sri sambil menatapnya dengan tajam.


"Bukan gitu mah,kalau mamah memang mau pulang agung mau sekalian minta tolong ke mamah!"sahut Agung yang hanya bisa mengangkat halisnya.


"Lohh memang ada masalah apa? Kamu nggak ada masalah apapun kan?"ujar Sri yang kini justru terpaku dengan ucapan anaknya itu.


"Ohhh... Diara kamu tau gak sih,kalau boss kamu ini dulunya sama sekali nggak mau kerja disini. Bahkan waktu papahnya minta aja dia malah cari-cari alasan supaya nggak pergi kesini!"ujar Sri yang mengalihkan pandangnya ke arah Diara sambil tersenyum.


"Lohh memang kenapa Tante?"jawab Diara yang spontan membuat Agung menatapnya dengan pelik,mendapat tatapan itu Diara langsung menutup rapat mulutnya sambil menunduk perlahan.


"Kamu apa-apaan sih Agung,jangan buat tamu mamah takut dong!"sahut Sri yang menatap balik ke arah Agung,sontak Agung hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam.

__ADS_1


"Kamu nggak perlu takut sayang,lagian ibu seneng kalau kamu nanya kayak gitu! Jadi sebenernya itu..."lanjut Sri sambil mengusap tangan Diara perlahan,namun baru saja hendak bicara Agung pun langsung mencelanya dengan cepat.


"Mahh!! Mamah nggak perlu jawab lagian itu privasi Agung,jadi agung berhak menutupinya! Bicarakan yang lain aja!"ucap Agung yang kini sudah kehabisan kesabarannya,dia pun tak enggan menatap ibunya dengan tegas kali ini. Hingga akhirnya Sri pun hanya tersenyum menatapnya,lalu mengalihkan topik pembicaraannya itu bersama Diara.


"Kalau gitu ibu mau nanya sama kamu aja sayang,boleh kan?"ucapnya sambil menatapnya dengan senang.


"Eemmm.... Boleh kok Tante,selagi Diara bisa ya nggak apa-apa kok!"sahut Diara yang kini tampaknya pasrah meskipun sebenarnya dia masih penasaran dengan apa yang di sembunyikan mereka berdua.


"Kamu... Eemmm "ucapnya yang justru terhenti di ujung lidahnya.


*Apa sopan aku tanya soal ayah anak itu? Tapi sebenernya aku benar-benar penasaran kenapa Diara sendirian menghadapi kehamilan nya itu! aahhh.. Tapi!!*batin Sri yang kini bergelut dengan pemikiran sendiri.


**Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran dan kritik jika Di perlukan❤️❤️**

__ADS_1


__ADS_2