
Namun setelah dia membersihkan dirinya dan hendak langsung pergi ke kantor. Rupanya pintu itu pun terkunci dengan rapat,bahkan saat dia mencari kunci ya itu dia sama sekali tidak menemukannya.
"Kok gak bisa sih!! apa dikunci ya,bentar deh..."ucap Diara yang kini langsung mencari kuncinya di laci tempatnya bisa.
"Gak ada?? Loh kok,kemana kuncinya? Kan nggak mungkin kalau jalan sendiri,apa jangan-jangan!!" ucapnya langsung terhenti dan tanpa pikir panjang dia pun membuka ponselnya itu.
"Angkat dong!!... isshhh dia dimana sih,gila kali dia gimana kalau gue mati sesak nafas dirumah ini?"ucap Diara yang menatap layar ponselnya itu dengan kesal namun tidak kunjung diangkat olehnya.
__ADS_1
"Gimana dong?? Kaca!!! Iya gue lewat situ aja kali ya!"ucap Diara sambil berjalan ke arah kaca di sudut ruangan itu,namun rupanya kaca disana tertutup rapat bahkan tidak ada untuk membukanya. Hingga akhirnya dia pun ingat bahwa di dalam kamarnya itu terdapat kaca yang memang terbuka sedikit dan dia pun akhirnya pergi ke kamar nya lalu berusaha membuka kaca jendelanya itu.
"Syukurlah!! Tapi,ini lumayan tinggi juga ya! Kalau gue jatoh gimana dong??"gumam Diara sambil melihat ke arah luar yang rupanya memang cukup tinggi jaraknya,meskipun bukan di rumah tingkat namun rupanya kontur tanah di rumah itu semakin tinggi khususnya di kamarnya ini. Dia pun berusaha mencari cara agar,dia bisa keluar dari rumah itu tanpa melukai buah hatinya.
Sementara di waktu yang sama,kali ini Agung tengah selesai sarapan pagi bersama sang ibu. Saat tengah berbincang dengan ibunya,dia pun baru melihat bahwa kini banyak pesan dan beberapa panggilan tak terjawab di handphone miliknya itu. Kini dia baru sadar,bahwa dia mematikan suara di handphone miliknya itu semalam. Hingga akhirnya dengan tergesa-gesa dia pun pergi menuju rumah Diara.
"Eemmm... Agung harus pergi sekarang mah,ada urusan dulu... Assalamualaikum!!"ucapnya sambil menyalaminya dengan tergesa-gesa. kini dia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal hingga akhirnya dia pun tiba di rumah itu selama Dua puluh lima menit. Bagaimana tidak mobil yang ia kenakan kali ini merupakan mobil yang memang tercepat di tahun ini,bahkan hanya ada beberapa unit saja yang di jual di dunia. Bugatti Chiron itulah merek yang kini tengah banyak di perbincangkan oleh orang,bahkan Agung lah yang pertama kali membeli mobil tersebut dengan harga yang super fantastis.
__ADS_1
Hingga akhirnya dia pun tiba di waktu yang tepat,Saat dia baru saja datang rupanya dia melihat sisi sebelah kanan yang sudah tertumpuk dengan beberapa bantal dibawah kaca itu. Perasaannya kaget bukan main,terlebih saat dia melihat sebuah kaki yang sudah menjulur ke bawah menuju bantal itu. Dengan cepat dia pun langsung menghampirinya lalu saat detik-detik dia turun,dengan sigap Agung pun menahan wanita itu.
"Lo gila ya! Kalau bayi Yanga ada di kandungan Lo itu kenapa-kenapa Lo mau tanggung jawab apa!!"sentak Agung yang kini menggendong tubuh wanita itu,sontak Diara pun langsung terkejut mendapati dirinya digendong itu.
"Gu-Gue... ya salah siapa Lo ngunci gue dari luar,gimana kalau gue mati kehabisan nafas di dalam!"ucap Diara yang kini berbalik menyentaknya.
__ADS_1
\***Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ dan beri saran dan kritik nya juga 🥰🥰**\*