
Seiring dengan itu,Diara pun langsung melihat sebuah tangan yang hendak meraih Diara saat itu. Namun berkat ketangkasannya itu,dia pun bisa menghindari tangan itu dengan melangkah mundur satu langkah.
"Nggak kena!!"ucap Diara yang kini justru tertawa mendengarnya.
"Sial!! Kemari!"ujar seseorang itu sambil menggerakkan jari telunjuknya ke depan dan belakang,hingga akhirnya kini dia pun sadar mengenai tempat itu.
"Lo!! Kok gue bisa lupa sih,disini kan ada ruang!!"ucap Diara sambil mendekat ke arah lemari itu,dan kini tangan itu pun meraih tubuh Diara dengan gesit
"L-Lo... Apaan sih,lepas!!"ucap Diara yang kini langsung di tindih oleh Agung dengan cepat.
__ADS_1
"Jaga ucapan kamu,disini aku rajanya dan kamu hanya sebagai selir!"ucapnya yang kini mulai berubah nada,sontak mendengar itu Diara pun langsung mendorong lelaki tubuh agung yang rupanya belum kuat memegangnya.
"Jangan macam-macam!! Disini Lo itu cuma boss dan gue sekretarisnya,jadi jangan bertindak yang bodoh - bodoh!"ucap Diara sambil berdiri kembali,sontak Agung pun hanya tersenyum melihat tingkah dari Diara itu.
"Kalau begitu panggil aku pak boss!! Dan asal kamu tau tugas karyawan itu menuruti semua ucapan dan aturan bosnya!"sahut Agung yang kini merapihkan kembali pakaiannya lalu beranjak mendekat ke arah Dira kembali.
"Memang apa yang menyimpang?? Kamu sudah jadi istri saya,berarti saya berhak melakukan apapun sama kamu!"ujar Agung yang kini menarik kembali tubuh Diara dalam pelukannya,kini wajah Diara pun langsung memerah padam setelah di tatap oleh Agung sedari tadi. Bahkan kali ini dia pun berusaha untuk melepaskan kembali pelukannya itu,namun kali ini justru Agung pun melancarkan kembali serangannya pada wajah Diara.
"Bagus kucing kecil!! Menurut lah pada majikan mu,kali ini yang kamu sebut tikus kejepit pintu itu akan memperlakukan mu selayaknya kucing memakan tikus!"ucap Agung yang kini baru saja menciumi bibir Diara dengan mesra,sementara Diara hanya terdiam mendengar ucapan itu.
__ADS_1
Hingga akhirnya,Diara pun langsung di bawanya ke kasur yang memang tersimpan di sana. Dengan sangat agresif Agung pun membuka bajunya dengan sangat cepat hingga akhirnya dia pun bertelanjang dada di depannya.
"Tu-tunggu.... Ini di kantor,jangan lakukan apapun disini!"ujar Diara yang kini sudah terlentang di kasur itu,namun tidak di hiraukan nya.
"Kenapa? Mau diamana pun kalau aku mau,tidak ada yang bisa melarangnya!"jawab Agung yang kini menindih tubuh Diara dengan perlahan. Dia pun terus menciumi Diara dengan sangat bergairah,bahkan kali ini baju yang di kenakan Diara pun mulai di bukanya perlahan.
"Berat!! Perutku sakit!!"ucap Diara yang berusaha untuk berbicara dengan nada tersengal-sengal,sontak mendengar dia berbicara itu Agung pun langsung beranjak dari tubuh nya dengan cepat.
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran dan kritik nya juga,dan mohon maaf untuk besok ceritanya tidak akan di up sementara jadi mohon tunggu kelanjutannya besok lusa dengan cerita yang lebih baik lagi❤️❤️*
__ADS_1